Awal tahun ini, SEC AS menyetujui Bitcoin spot ETF. Ini merupakan langkah besar dalam menginstitusionalisasi aset kripto. Sejak itu, lebih banyak perusahaan yang telah menyertakan Bitcoin dalam strategi investasinya. Salah satu contohnya adalah MicroStrategy yang menggabungkan Bitcoin sebagai aset keuangan. Tren ini semakin mendapatkan momentum. Tren ini menyebar dari pasar Barat ke Asia, menjadi fenomena global. Laporan ini mengkaji strategi dan faktor-faktor yang mendorong adopsi Bitcoin yang semakin meningkat oleh perusahaan.
Minat terhadap Bitcoin semakin meningkat dengan nilai yang semakin diakui. Di tingkat nasional, negara-negara juga sedang membahas investasi Bitcoin. Misalnya, El Salvador sedang aktif membeli Bitcoin. Di Amerika Serikat, pembahasan lebih fokus pada rencana Presiden terpilih Trump untuk menimbun Bitcoin.PolanddanSurinamejuga sedang bergerak untuk menjadikan Bitcoin aset strategis.
Namun, di sebagian besar negara, investasi Bitcoin tetap menjadi janji kampanye. Akan memerlukan waktu sebelum rencana-rencana ini dilaksanakan. Amerika Serikat belum menginvestasikan Bitcoin tetapi menyimpannya untuk memulihkan hasil kejahatan. Selain itu, bank sentral terus memfavoritkan emas daripada Bitcoin karena volatilitasnya.
Tindakan pemerintah terhadap Bitcoin lambat dan terbatas. Sebaliknya, partisipasi perusahaan semakin mendapat momentum. Perusahaan seperti MicroStrategy, Semler Scientific, dan Tesla telah melakukan investasi berani dalam Bitcoin. Hal ini berbeda dengan pendekatan yang lebih hati-hati yang diambil oleh sebagian besar pemerintah.
Investasi dalam Bitcoin bukan lagi hanya sebuah tren; ia sedang muncul sebagai strategi keuangan inti untuk perusahaan. Daya tarik Bitcoin terletak pada karakteristik uniknya, dengan nilai-nilainya ditekankan melalui tiga cara utama:
Perusahaan biasanya mengatur aset keuangan mereka dengan opsi stabil, seperti uang tunai dan obligasi pemerintah. Aset-aset ini memastikan likuiditas dan membantu mengelola risiko. Namun, mereka menawarkan hasil rendah yang mungkin tidak sejalan dengan inflasi. Sebagai hasilnya, perusahaan mungkin menghadapi kerugian nilai yang sebenarnya.
Sumber: Michael Saylor X
Bitcoin telah menjadi alternatif yang menarik bagi aset tradisional, menawarkan potensi pengembalian tinggi dan diversifikasi portofolio. Selama lima tahun terakhir, Bitcoin telah melampaui kinerja aset tradisional utama, termasuk S&P 500, emas, dan obligasi—bahkan melebihi aset berisiko tinggi, pengembalian tinggi seperti obligasi sampah. Kinerja ini menegaskan peran Bitcoin bukan hanya sebagai aset alternatif tetapi juga sebagai komponen berharga dari strategi perbendaharaan perusahaan.
Salah satu alasan bisnis tertarik pada Bitcoin adalah efisiensinya sebagai aset keuangan. Bitcoin diperdagangkan 24/7, memberikan fleksibilitas pada bisnis dalam mengelola aset keuangannya. Ini juga memungkinkan bisnis untuk melikuidasi aset dengan cepat, tanpa batasan jam dan prosedur yang rumit dari lembaga keuangan tradisional.
Sumber: Kaiko
Kekhawatiran tentang dampak harga saat mencairkan Bitcoin tetap ada. Namun, peningkatan terbaru dalam kedalaman pasar Bitcoin telah mengatasi kekhawatiran tersebut. Menurut Kaiko, kedalaman pasar Bitcoin sebesar 2% (nilai gabungan pesanan beli dan jual dalam ±2% dari harga pasar) telah terus meningkat. Selama setahun terakhir, kedalaman pasar harian rata-rata mencapai sekitar $4 juta. Peningkatan likuiditas pasar ini menunjukkan bahwa lingkungan untuk bisnis yang beroperasi dengan Bitcoin kini lebih stabil.
Menyimpan Bitcoin bukan hanya keputusan keuangan. Hal ini juga dapat meningkatkan nilai perusahaan dan harga saham. Misalnya, MicroStrategy dan Metaplanet mengumumkan pembelian Bitcoin, yang menyebabkan peningkatan signifikan dalam harga saham mereka. Strategi ini berfungsi sebagai alat pemasaran dalam industri aset digital dan cara untuk memanfaatkan pertumbuhan sektor tersebut.
Perusahaan-perusahaan Asia berada dalam tahap awal investasi Bitcoin tetapi secara bertahap meningkatkan kepemilikan mereka. Perusahaan seperti Meitu di China, Metaplanet di Jepang, dan Grup Brooker di Thailand telah mengadopsi Bitcoin sebagai aset keuangan strategis. Nexon juga telah melakukan pembelian Bitcoin yang signifikan. Metaplanet telah sangat aktif, mengakuisisi 1.142 bitcoin selama enam bulan terakhir.
Namun, partisipasi perusahaan di Asia masih terbatas. Perusahaan-perusahaan Asia hanya memiliki kurang dari 1% dari pasokan Bitcoin global, terutama karena kendala regulasi di beberapa negara. Di Korea Selatan, entitas perusahaan tidak dapat membuka rekening di bursa kripto dan menghadapi tantangan dalam berinvestasi di ETF Bitcoin luar negeri atau meluncurkan dana terkait pertukaran kripto. Investasi formal di Bitcoin hampir tidak mungkin bagi perusahaan-perusahaan ini.
Meskipun tantangan regulasi ini, potensi partisipasi yang meningkat dari perusahaan-perusahaan Asia semakin berkembang. Beberapa perusahaan menghindari regulasi dengan berinvestasi melalui anak perusahaan di luar negeri. Upaya deregulasi semakin mendapat dukungan, terutama di Jepang. Investasi terkemuka oleh perusahaan seperti Metaplanet menarik minat dan mengatur preseden. Perkembangan ini dapat membuka jalan bagi partisipasi perusahaan yang lebih luas di masa depan.
Investasi Bitcoin menjadi strategi keuangan yang populer bagi perusahaan. Namun, volatilitas Bitcoin tetap menjadi perhatian, terutama karena faktor eksternal seperti politik internasional. Crash pasar pada tahun 2022 menyoroti risiko bagi perusahaan yang memegang Bitcoin. Bisnis sebaiknya mengadopsi pendekatan yang berhati-hati dengan menjaga keseimbangan Bitcoin dengan aset yang lebih aman.
Selain itu, kerangka institusional yang jelas sangat penting untuk pertumbuhan Bitcoin dalam portofolio perusahaan. Kurangnya pedoman yang jelas tentang menyimpan dan mencatat aset kripto menyebabkan kebingungan. Setelah ketidakpastian ini teratasi, Bitcoin dapat memainkan peran yang lebih besar dalam diversifikasi portofolio perusahaan.
Awal tahun ini, SEC AS menyetujui Bitcoin spot ETF. Ini merupakan langkah besar dalam menginstitusionalisasi aset kripto. Sejak itu, lebih banyak perusahaan yang telah menyertakan Bitcoin dalam strategi investasinya. Salah satu contohnya adalah MicroStrategy yang menggabungkan Bitcoin sebagai aset keuangan. Tren ini semakin mendapatkan momentum. Tren ini menyebar dari pasar Barat ke Asia, menjadi fenomena global. Laporan ini mengkaji strategi dan faktor-faktor yang mendorong adopsi Bitcoin yang semakin meningkat oleh perusahaan.
Minat terhadap Bitcoin semakin meningkat dengan nilai yang semakin diakui. Di tingkat nasional, negara-negara juga sedang membahas investasi Bitcoin. Misalnya, El Salvador sedang aktif membeli Bitcoin. Di Amerika Serikat, pembahasan lebih fokus pada rencana Presiden terpilih Trump untuk menimbun Bitcoin.PolanddanSurinamejuga sedang bergerak untuk menjadikan Bitcoin aset strategis.
Namun, di sebagian besar negara, investasi Bitcoin tetap menjadi janji kampanye. Akan memerlukan waktu sebelum rencana-rencana ini dilaksanakan. Amerika Serikat belum menginvestasikan Bitcoin tetapi menyimpannya untuk memulihkan hasil kejahatan. Selain itu, bank sentral terus memfavoritkan emas daripada Bitcoin karena volatilitasnya.
Tindakan pemerintah terhadap Bitcoin lambat dan terbatas. Sebaliknya, partisipasi perusahaan semakin mendapat momentum. Perusahaan seperti MicroStrategy, Semler Scientific, dan Tesla telah melakukan investasi berani dalam Bitcoin. Hal ini berbeda dengan pendekatan yang lebih hati-hati yang diambil oleh sebagian besar pemerintah.
Investasi dalam Bitcoin bukan lagi hanya sebuah tren; ia sedang muncul sebagai strategi keuangan inti untuk perusahaan. Daya tarik Bitcoin terletak pada karakteristik uniknya, dengan nilai-nilainya ditekankan melalui tiga cara utama:
Perusahaan biasanya mengatur aset keuangan mereka dengan opsi stabil, seperti uang tunai dan obligasi pemerintah. Aset-aset ini memastikan likuiditas dan membantu mengelola risiko. Namun, mereka menawarkan hasil rendah yang mungkin tidak sejalan dengan inflasi. Sebagai hasilnya, perusahaan mungkin menghadapi kerugian nilai yang sebenarnya.
Sumber: Michael Saylor X
Bitcoin telah menjadi alternatif yang menarik bagi aset tradisional, menawarkan potensi pengembalian tinggi dan diversifikasi portofolio. Selama lima tahun terakhir, Bitcoin telah melampaui kinerja aset tradisional utama, termasuk S&P 500, emas, dan obligasi—bahkan melebihi aset berisiko tinggi, pengembalian tinggi seperti obligasi sampah. Kinerja ini menegaskan peran Bitcoin bukan hanya sebagai aset alternatif tetapi juga sebagai komponen berharga dari strategi perbendaharaan perusahaan.
Salah satu alasan bisnis tertarik pada Bitcoin adalah efisiensinya sebagai aset keuangan. Bitcoin diperdagangkan 24/7, memberikan fleksibilitas pada bisnis dalam mengelola aset keuangannya. Ini juga memungkinkan bisnis untuk melikuidasi aset dengan cepat, tanpa batasan jam dan prosedur yang rumit dari lembaga keuangan tradisional.
Sumber: Kaiko
Kekhawatiran tentang dampak harga saat mencairkan Bitcoin tetap ada. Namun, peningkatan terbaru dalam kedalaman pasar Bitcoin telah mengatasi kekhawatiran tersebut. Menurut Kaiko, kedalaman pasar Bitcoin sebesar 2% (nilai gabungan pesanan beli dan jual dalam ±2% dari harga pasar) telah terus meningkat. Selama setahun terakhir, kedalaman pasar harian rata-rata mencapai sekitar $4 juta. Peningkatan likuiditas pasar ini menunjukkan bahwa lingkungan untuk bisnis yang beroperasi dengan Bitcoin kini lebih stabil.
Menyimpan Bitcoin bukan hanya keputusan keuangan. Hal ini juga dapat meningkatkan nilai perusahaan dan harga saham. Misalnya, MicroStrategy dan Metaplanet mengumumkan pembelian Bitcoin, yang menyebabkan peningkatan signifikan dalam harga saham mereka. Strategi ini berfungsi sebagai alat pemasaran dalam industri aset digital dan cara untuk memanfaatkan pertumbuhan sektor tersebut.
Perusahaan-perusahaan Asia berada dalam tahap awal investasi Bitcoin tetapi secara bertahap meningkatkan kepemilikan mereka. Perusahaan seperti Meitu di China, Metaplanet di Jepang, dan Grup Brooker di Thailand telah mengadopsi Bitcoin sebagai aset keuangan strategis. Nexon juga telah melakukan pembelian Bitcoin yang signifikan. Metaplanet telah sangat aktif, mengakuisisi 1.142 bitcoin selama enam bulan terakhir.
Namun, partisipasi perusahaan di Asia masih terbatas. Perusahaan-perusahaan Asia hanya memiliki kurang dari 1% dari pasokan Bitcoin global, terutama karena kendala regulasi di beberapa negara. Di Korea Selatan, entitas perusahaan tidak dapat membuka rekening di bursa kripto dan menghadapi tantangan dalam berinvestasi di ETF Bitcoin luar negeri atau meluncurkan dana terkait pertukaran kripto. Investasi formal di Bitcoin hampir tidak mungkin bagi perusahaan-perusahaan ini.
Meskipun tantangan regulasi ini, potensi partisipasi yang meningkat dari perusahaan-perusahaan Asia semakin berkembang. Beberapa perusahaan menghindari regulasi dengan berinvestasi melalui anak perusahaan di luar negeri. Upaya deregulasi semakin mendapat dukungan, terutama di Jepang. Investasi terkemuka oleh perusahaan seperti Metaplanet menarik minat dan mengatur preseden. Perkembangan ini dapat membuka jalan bagi partisipasi perusahaan yang lebih luas di masa depan.
Investasi Bitcoin menjadi strategi keuangan yang populer bagi perusahaan. Namun, volatilitas Bitcoin tetap menjadi perhatian, terutama karena faktor eksternal seperti politik internasional. Crash pasar pada tahun 2022 menyoroti risiko bagi perusahaan yang memegang Bitcoin. Bisnis sebaiknya mengadopsi pendekatan yang berhati-hati dengan menjaga keseimbangan Bitcoin dengan aset yang lebih aman.
Selain itu, kerangka institusional yang jelas sangat penting untuk pertumbuhan Bitcoin dalam portofolio perusahaan. Kurangnya pedoman yang jelas tentang menyimpan dan mencatat aset kripto menyebabkan kebingungan. Setelah ketidakpastian ini teratasi, Bitcoin dapat memainkan peran yang lebih besar dalam diversifikasi portofolio perusahaan.