Dalam langkah strategis untuk mengurangi karbon operasinya, Google bermitra dengan Ormat Technologies untuk memanfaatkan energi panas bumi bagi fasilitas pusat data mereka di Nevada. Menurut laporan terbaru Bloomberg, kolaborasi ini merupakan ekspansi signifikan dari komitmen Google terhadap sumber energi terbarukan dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan energi panas bumi—salah satu bentuk energi bersih yang paling andal dan konsisten—Google bertujuan secara substansial mengurangi jejak karbon dari infrastruktur data mereka.
Kemitraan dengan Ormat Technologies
Ormat Technologies, pemimpin global dalam pembangkit listrik panas bumi dan solusi energi inovatif, membawa puluhan tahun keahlian dalam kolaborasi ini. Sumber daya panas bumi di Nevada sangat cocok untuk memberi daya pada pusat data yang membutuhkan energi besar, yang mengkonsumsi jumlah listrik yang besar untuk menjaga kondisi operasional optimal. Kemitraan ini memungkinkan Google mengakses langsung energi bersih dan stabil yang dapat disediakan oleh pembangkit panas bumi 24/7, berbeda dengan alternatif energi surya atau angin yang bersifat intermittant.
Meningkatkan Strategi Energi Terbarukan Google
Google telah lama menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam tanggung jawab lingkungan, dengan target ambisius untuk menjalankan operasinya dengan energi bebas karbon sepanjang waktu pada tahun 2030. Inisiatif panas bumi di Nevada ini sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan yang lebih luas dan memperkuat rekam jejak Google dalam berinvestasi di portofolio energi terbarukan yang beragam. Langkah ini menunjukkan kesiapan raksasa teknologi untuk mengeksplorasi sumber energi alternatif di luar investasi tradisional dalam angin dan surya, mengakui energi panas bumi sebagai komponen penting dari strategi energi bersih yang komprehensif.
Dampak bagi Keberlanjutan Pusat Data
Adopsi energi panas bumi untuk operasi di Nevada mengatasi salah satu tantangan paling mendesak di industri teknologi: menyediakan daya untuk pusat data besar dengan dampak lingkungan minimal. Pusat data membutuhkan listrik yang konstan dan andal, menjadikan energi panas bumi sangat berharga karena kestabilan dan kapasitas tingginya. Kemitraan ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi Google tetapi juga menetapkan preseden bagi sektor teknologi dan komputasi awan yang lebih luas untuk mengeksplorasi solusi panas bumi, berpotensi mempercepat adopsi industri terhadap sumber energi berkelanjutan ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Google Memanfaatkan Energi Geotermal untuk Menghidupkan Pusat Data Nevada
Dalam langkah strategis untuk mengurangi karbon operasinya, Google bermitra dengan Ormat Technologies untuk memanfaatkan energi panas bumi bagi fasilitas pusat data mereka di Nevada. Menurut laporan terbaru Bloomberg, kolaborasi ini merupakan ekspansi signifikan dari komitmen Google terhadap sumber energi terbarukan dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan energi panas bumi—salah satu bentuk energi bersih yang paling andal dan konsisten—Google bertujuan secara substansial mengurangi jejak karbon dari infrastruktur data mereka.
Kemitraan dengan Ormat Technologies
Ormat Technologies, pemimpin global dalam pembangkit listrik panas bumi dan solusi energi inovatif, membawa puluhan tahun keahlian dalam kolaborasi ini. Sumber daya panas bumi di Nevada sangat cocok untuk memberi daya pada pusat data yang membutuhkan energi besar, yang mengkonsumsi jumlah listrik yang besar untuk menjaga kondisi operasional optimal. Kemitraan ini memungkinkan Google mengakses langsung energi bersih dan stabil yang dapat disediakan oleh pembangkit panas bumi 24/7, berbeda dengan alternatif energi surya atau angin yang bersifat intermittant.
Meningkatkan Strategi Energi Terbarukan Google
Google telah lama menempatkan dirinya sebagai pemimpin dalam tanggung jawab lingkungan, dengan target ambisius untuk menjalankan operasinya dengan energi bebas karbon sepanjang waktu pada tahun 2030. Inisiatif panas bumi di Nevada ini sejalan dengan tujuan keberlanjutan perusahaan yang lebih luas dan memperkuat rekam jejak Google dalam berinvestasi di portofolio energi terbarukan yang beragam. Langkah ini menunjukkan kesiapan raksasa teknologi untuk mengeksplorasi sumber energi alternatif di luar investasi tradisional dalam angin dan surya, mengakui energi panas bumi sebagai komponen penting dari strategi energi bersih yang komprehensif.
Dampak bagi Keberlanjutan Pusat Data
Adopsi energi panas bumi untuk operasi di Nevada mengatasi salah satu tantangan paling mendesak di industri teknologi: menyediakan daya untuk pusat data besar dengan dampak lingkungan minimal. Pusat data membutuhkan listrik yang konstan dan andal, menjadikan energi panas bumi sangat berharga karena kestabilan dan kapasitas tingginya. Kemitraan ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi Google tetapi juga menetapkan preseden bagi sektor teknologi dan komputasi awan yang lebih luas untuk mengeksplorasi solusi panas bumi, berpotensi mempercepat adopsi industri terhadap sumber energi berkelanjutan ini.