Baru-baru ini saya perhatikan sesuatu yang cukup menarik di industri kripto—orang-orang paling cerdas sedang pergi. Bukan hanya berhenti sejenak, tapi benar-benar mengalokasikan ulang waktu dan modal mereka ke tempat lain.



Semuanya dimulai dari pernyataan yang cukup pedas dari pendiri salah satu perusahaan AI paling terkenal. Ketika ditanya tentang saran terbaik untuk generasi muda berusia 20 tahun, jawabannya blak-blakan: jangan buang waktu di cryptocurrency. Pernyataan ini memicu banyak reaksi di komunitas kripto—ada yang membuat meme, ada yang bercanda, tapi ada juga yang merasa... tertusuk. Karena ini bukan hanya sekedar kritik, ini adalah sinyal dari seorang entrepreneur paling influential bahwa cryptocurrency sudah bukan pilihan optimal untuk generasi baru.

Tapi yang lebih menarik dari pernyataan itu adalah apa yang sedang terjadi di balik layar. Saya lihat sebuah pola yang jelas: talent migration dari kripto ke AI sedang terjadi secara masif.

Ambil contoh Kyle Samani dari Multicoin Capital. Dia adalah figure yang cukup legendaris—dikenal karena spekulasi awalnya pada Solana. Baru-baru ini dia mengumumkan keluar dari dunia kripto sepenuhnya, beralih fokus ke AI dan robotika. Yang lebih ekstrem lagi, dia langsung merendahkan industri kripto dengan mengatakan bahwa crypto sama sekali tidak semenarik yang banyak orang bayangkan. Ini bukan hanya perpindahan, ini adalah public exit yang cukup brutal.

Then ada Shen Yu, co-founder Cobo, yang dulunya adalah OG Bitcoin mining community. Dia terkenal karena insights mendalam tentang market cycles. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang—lebih dari 80% konten di akun sosialnya bulan lalu membahas AI, khususnya topik-topik seperti AI agents. Konten kripto? Hampir tidak ada. Dia sendiri bercanda bahwa dia berhasil bertransformasi.

Atau Anthony Rose dari zkSync dan Nader Dabit dari EigenLayer—keduanya mengumumkan kepergian mereka dari proyek kripto untuk bergabung dengan perusahaan AI. Mereka tidak hanya pergi, tapi pergi dengan statement yang jelas: "bergabung dengan masa depan".

Tapi ini bukan hanya tentang talent. Modal juga sedang bergerak. Paradigm, salah satu VC kripto paling pure-play yang pernah ada—terkenal karena investasi awal mereka di Uniswap, Lido, Optimism—sedang merencanakan penggalangan dana untuk fokus pada AI dan robotika dengan skala hingga $1,5 miliar. Ini adalah signal yang sangat jelas.

Kenapa ini terjadi? Ketika kita melihat data, picture-nya sangat clear. Jumlah investasi venture di industri kripto terus menurun—dari 1.639 deal pada 2022 menjadi 829 pada 2025. Proporsi early-stage funding jatuh dari 50% menjadi di bawah 35%. Ini seperti contoh soal kurva permintaan di pasar investasi—demand untuk proyek kripto baru yang truly innovative sedang turun drastis, sementara supply dari VC yang mencari tempat untuk deploy capital masih tinggi. Hasilnya? Mereka harus cari tempat lain.

AI adalah jawaban obvious. Dari foundational models hingga AI agents, dari compute chips hingga robotika—industri ini tidak hanya bisa menampung skala modal yang jauh lebih besar, tapi juga terus menciptakan growth narratives yang fresh. Untuk sebuah VC yang manage lebih dari $12,7 miliar aset, pertanyaannya bukan lagi "apakah saya masih percaya pada kripto", tapi "apakah saya masih bisa generate returns yang kompetitif di sini".

Yang paling interesting adalah apa yang terjadi di level community attention. Dulu, setiap kali ada breakthrough di AI, komunitas kripto langsung cari cara untuk capitalize—bikin meme coin, promote "Crypto+AI" projects, semua untuk grab attention. Tapi sekarang? Mereka mulai benar-benar adopt AI tools. Researcher kripto share tutorial setup, workflow, bahkan cara train personal AI agents untuk coding dan research. Ada KOL yang mulai side business setup OpenAI untuk pemula. Komunitas kripto bahkan organize meetup yang fokus 100% pada AI—hampir tidak ada yang discuss kripto sama sekali.

Ini bukan lagi hanya chasing trend. Ini adalah genuine attention shift. Para pemain kripto yang consider themselves progressive mulai takut ketinggalan era AI.

Tapi di balik semua ini, ada something deeper yang terjadi. Kripto sedang dalam phase dimana wealth creation rate sedang melambat—cycle melambat, alpha menyusut, growth curve flatten. Sementara AI sedang dalam momentum opposite—terus create new things, terus shorten problem-solving time. Ketika AI bisa bikin code dalam menit yang dulu butuh jam, ketika model bisa generate content yang sebelumnya butuh tim orang, efficiency equation berubah total.

Mungkin ini adalah moment untuk start think beyond kripto dan AI. Ketika efficiency tools seperti AI sudah bisa handle routine problems, mungkin kita punya lebih banyak waktu untuk hal-hal yang bukan soal profit—build personal meaning systems, develop taste dan judgment yang independent dari market fluctuations, create personal value coordinates yang sustainable.

Tapi untuk sekarang, yang clear adalah: orang-orang paling cerdas sedang reallocate. Talent goes first, modal follows, attention shifts last. Ini adalah pattern yang sudah terbukti berkali-kali di tech industry history.
SOL0,3%
ZK0,24%
EIGEN-0,98%
UNI-0,91%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan