Jadi gini, Bitcoin sedang berada di posisi yang menarik banget kalau dilihat dari pola fraktal yang muncul sekarang. Pola ini mirip banget dengan apa yang terjadi di 2023 sebelum reli 130% di 2024. Tapi situasinya beda jauh dari saat itu, dan itu yang bikin analisis jadi lebih kompleks.



Yang paling menarik adalah Bitcoin baru aja mencapai rekor 25 hari berturut-turut di zona risiko sangat tinggi. Ini terpanjang sejak metrik ini mulai diukur. Secara historis, periode kayak gini biasanya dikaitkan dengan fase bottoming atau penurunan tahap akhir sebelum ekspansi bullish dimulai. Beberapa pengamat pasar kayak Michael van de Poppe dan Willy Woo ngeperhatiin bahwa transisi dari risiko tinggi ke risiko lebih rendah biasanya berbarengan dengan dimulainya rally yang kuat.

Tapi di sini ada yang berbeda. Kalau kita lihat dinamika pola fraktal saat ini, posisi trader malah terlihat belum aligned dengan tren naik yang immediate. Demand 30 hari terakhir sempat bolak-balik antara positif dan negatif. Tekanan jual memang melemah, tapi belum ada pembelian berkelanjutan yang solid untuk menggantikannya.

Arus ETF menambah gambaran yang hati-hati. ETF emas malah melampaui inflow Bitcoin spot ETF dalam basis rolling 90 hari terakhir. Sementara itu, dana Bitcoin mencatat outflow di periode yang sama. Ini menunjukkan investor masih dalam mode risk-off, lebih memilih aset tradisional daripada kripto.

Inflasi tetap jadi hambatan signifikan. PCE headline mendekati 2.9% year-over-year, dengan core inflation di sekitar 3.0% dan service inflation jauh lebih tinggi. Ini berarti likuiditas masih terbatas, dan reli yang didorong oleh ekspansi likuiditas masih sulit terjadi.

Dari sisi harga, proyeksi untuk reli jangka pendek menunjukkan potensi push menuju zona 70K-80K. BTC sekarang sedang di 77.55K, jadi range ini udah mulai terlihat. Tapi beberapa analis berpengalaman memperingatkan bahwa gerakan semacam itu bisa ketemu tekanan jual yang meningkat kalau likuiditas tetap bearish.

Yang bikin ini menarik adalah perbedaan antara sinyal on-chain dan sinyal off-chain. Pola fraktal yang terlihat di chart harus bersaing dengan latar belakang di mana arus ETF dan likuiditas makro tidak sekuat saat reli sebelumnya. Dinamika permintaan dan penawaran on-chain sedang berbeda dengan cara yang bermakna.

Jadi pertanyaannya adalah apakah pola fraktal yang sekarang bisa benar-benar berkembang menjadi ekspansi bullish seperti 2024, atau cuma akan jadi konsolidasi panjang sebelum pembeli kembali. Jawabannya tergantung pada apakah likuiditas risk-off berlanjut dan apakah inflow baru bisa muncul untuk support pergerakan naik.

Level support yang perlu diperhatikan adalah 45K sebagai acuan jangka pendek, dengan potential downside menuju 30K dan 16K kalau semuanya breaks down. Sementara untuk upside, watch the 70K-80K zone dengan cermat.

Untuk trader dan investor, ini adalah momen di mana sinyal on-chain perlu ditimbang dengan hati-hati terhadap kontur likuiditas makro. Data inflasi, ekspektasi Fed, dan perkembangan regulasi akan jadi game-changer untuk menentukan apakah reli berikutnya bisa sustainable atau cuma flash bounce. Pola fraktal mungkin terlihat valid, tapi eksekusinya tergantung pada kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian.
BTC-0,63%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan