Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya baru saja mendengar sebuah kisah yang cukup gila tentang nenek moyang Alfredo Adame. Ternyata kakeknya, Max Von Knoop, memiliki masa lalu yang cukup intens selama Perang Dunia II. Ini bukan cerita keluarga khas yang biasa didengar setiap hari.
Menurut cerita yang diceritakan Adame sendiri dalam beberapa wawancara, ibunya berasal dari keluarga bangsawan Jerman. Max Von Knoop adalah militer sejak usia muda, sehingga pada usia 19 tahun sudah menjadi jenderal selama Perang Dunia I. Pria ini menangkap 300 musuh dengan skuadronnya, jadi jelas dia bukan orang sembarangan dalam sejarah militer Jerman.
Tapi di sinilah bagian yang menjadi menarik. Ketika Perang Dunia II dimulai, Max Von Knoop sudah menjadi jenderal yang terkenal. Sebelum semuanya keluar dari kendali, dia mengirim keluarganya, termasuk ibu Alfredo Adame, ke sebuah asrama di Texas. Yang penting adalah bahwa Max akhirnya terlibat dalam Operasi Valkyrie, percobaan pembunuhan terkenal terhadap Hitler yang kita semua tahu.
Ketika operasi itu gagal, situasinya menjadi buruk. Max Von Knoop harus melarikan diri dari Jerman dan datang ke Meksiko, tepatnya ke Nueva Rosita, Coahuila dan Múzquiz. Di sana dia membeli sebuah peternakan besar, hampir 14 ribu hektar, yang masih ada dan disebut El Infante.
Yang tidak diduga adalah bahwa FBI akan mengawasinya. Menurut catatan yang disebutkan Adame, Max Von Knoop diklasifikasikan oleh FBI sebagai seorang mata-mata Jerman di Amerika. Alasannya cukup absurd: kakeknya sibuk beternak sapi di Coahuila dan membawa ribuan ekor sapi ke perbatasan untuk dijual. Orang Amerika menganggap ini mencurigakan, jadi mereka menuduhnya sebagai mata-mata.
Adame menjelaskan bahwa, mengingat zaman itu, paranoia FBI memiliki logika tersendiri. Meksiko adalah titik strategis selama masa itu, jadi setiap orang Jerman yang beraktivitas secara komersial di perbatasan akan menimbulkan kecurigaan. Meski begitu, Max Von Knoop berhasil membangun kehidupan di Meksiko setelah semua yang terjadi. Sebuah kisah keluarga yang cukup intens, sebenarnya.