Baru saja membaca perspektif menarik dari Imran Khan, investor teknologi yang dulunya jadi chief strategy officer di Snap. Dia punya sudut pandang yang cukup kontras tentang hubungan antara AI dan crypto, dan honestly, analisisnya worth considering.



Jadi Khan mengelola Proem Asset Management dengan aset sekitar 450 juta dollar, dan dia basically bilang bahwa crypto dan AI itu operating di thesis yang fundamentally berbeda. Bukan berarti dia anti-crypto, tapi dia lihat keduanya sebagai tema investasi yang terpisah. Ketika dia invest di AI, fokusnya adalah produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Crypto? Itu entitas yang berbeda sama sekali.

Menarik karena ada banyak yang argue bahwa crypto dan AI akan converge, terutama dengan blockchain yang bisa provide payment rails untuk AI agents. Ada juga argument bahwa sistem berbasis blockchain bisa help track bagaimana AI models menggunakan data atau verify output. Tapi Khan basically say nope, mereka operate di framework yang completely different.

Meskipun begitu, Proem tetap hold posisi di Coinbase, Robinhood, dan beberapa bitcoin miners. Tapi Khan emphasize bahwa posisi-posisi ini bukan bagian dari strategi AI mereka, melainkan bagian dari focus yang lebih luas pada sektor teknologi.

Yang interesting adalah timing dari perspektif ini. Pasar AI sedang cool down setelah ChatGPT boom. Nvidia dan Broadcom turun sekitar 5 persen sejak awal tahun, dan mulai ada pertanyaan serius tentang ROI dari massive spending di AI infrastructure.

Di sini Khan bring up hal yang hipotetis tapi worth thinking about. Ada laporan Citrini yang outline skenario hipotetis tahun 2028 di mana rapid AI adoption menyebabkan widespread job losses dan sharp decline dalam consumer spending. Ketakutan ini hipotetis memang, tapi Khan punya perspective yang cool tentang ini.

Dia argue bahwa ketakutan serupa sudah muncul di hampir setiap teknologi revolution. Karl Marx bilang hal yang sama tentang mesin 200 tahun lalu. Sekarang dengan AI yang potentially sebesar Industrial Revolution, orang-orang membuat argument yang sama tentang job displacement.

Menurut Khan, teknologi baru secara historis reshape labor markets daripada eliminate jobs sepenuhnya. Ketika ada teknologi baru, kamu create jenis pekerjaan yang baru. Jadi skenario hipotetis tentang apocalypse AI mungkin kurang accurate dibanding historical pattern.

Ada juga angle lain yang hipotetis tapi interesting dari NYDIG. Mereka argue bahwa jika AI reduce jobs dan wages, yang weakens consumer demand, itu bisa force policymakers untuk lower interest rates untuk stabilize ekonomi. Gelombang liquidity tambahan itu bisa support bitcoin prices. Jadi hipotetis, AI disruption bisa actually positive untuk bitcoin dalam jangka panjang.

Bottom line: Khan's take adalah bahwa kamu shouldn't force crypto ke dalam AI portfolio hanya karena narrative yang sedang trending. Keduanya interesting, tapi mereka solve different problems dan operate di different thesis. Worth considering kalau kamu sedang evaluate strategy di both sectors.
BTC0,64%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan