Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi ada drama menarik di komunitas crypto nih. Ray Dalio, si pendiri Bridgewater Associates yang emang terkenal skeptis terhadap Bitcoin, barusan ngeluarin statement lagi di All-In Podcast. Kali ini dia bilang Bitcoin sama sekali nggak bisa dibanding dengan emas karena kurang beberapa kualitas penting.
Arguumennya sih cukup familiar buat yang udah lama di industri ini. Dia bilang Bitcoin nggak punya backing dari bank sentral, punya transparansi yang justru jadi masalah (karena buku besar publik bisa dipantau), dan ada risiko eksistensial dari komputasi kuantum di masa depan. Ini bukan pertama kalinya Dalio ngeluarin kritik kayak gini sih. Tahun lalu dia udah bilang dia punya alokasi sekitar 1% untuk Bitcoin, tapi dengan catatan yang sama tentang traceable transactions dan quantum threat.
Nah yang menarik adalah respons dari para tokoh sentral adalah di industri crypto yang nggak terima aja sama argumen Dalio. Matt Hougan dari Bitwise, misalnya, dia bilang Dalio technically nggak salah, tapi dia miss the point. Menurutnya, risiko-risiko yang Dalio sebutkan itu literally adalah alasan kenapa Bitcoin masih diperdagangkan jauh di bawah emas. Angkanya lumayan menarik: Bitcoin market cap sekarang sekitar $1,4 triliun, sementara emas diperkirakan mencapai $35 triliun. Jadi Bitcoin hanya sekitar 4% dari ukuran pasar emas.
Hougan punya perspektif yang agak berbeda. Dia bilang bahwa kritik-kritik Dalio sebenarnya adalah peluang bagi investor jangka panjang. Kalau developer bisa solve masalah quantum dan bank sentral mulai accept Bitcoin, maka harga bisa jauh lebih tinggi dari sekarang. Dia bahkan bilang kalo nggak ada risiko-risiko itu, Bitcoin udah bakal di harga $1 juta per koin. Jadi dalam logika ini, risiko yang Dalio highlight itu sebenarnya sudah tercermin dalam valuasi Bitcoin yang lebih rendah.
Alex Thorn dari Galaxy juga punya pandangan yang worth noting. Dia bilang argumen Dalio itu basically narasi lama yang udah ketinggalan zaman, kayak dari era pre-2017. Menurutnya, risiko quantum sudah sedang ditangani oleh para developer, jadi bukan masalah baru yang belum ada solusinya. Plus, Thorn juga point out bahwa membandingkan Bitcoin dengan emas itu unfair dalam beberapa cara. Emas mungkin bagus kalo disimpan di bunker atau di New York Fed, tapi Bitcoin punya utilitas dunia nyata yang nggak bisa disamai emas. Adopsi Bitcoin terus meningkat dari individu hingga institusi selama hampir dua dekade.
Matthew Sigel dari VanEck menambahkan dimensi yang cukup menarik dalam diskusi ini. Dia bilang baik emas maupun Bitcoin punya peran, tapi mereka represent aset keras dari era moneter yang berbeda. Menurutnya, ini lebih tentang perdebatan antara arsitektur moneter abad lalu versus yang sedang berkembang di abad ini. Emas solve trust problem dalam sistem finansial analog yang build around reported reserves dan custodians, sementara Bitcoin address itu dalam environment digital melalui open-source development dan verifiable transactions.
Yang cukup significant adalah Sigel juga mention bahwa beberapa bank sentral udah mulai experiment dengan digital assets. Bank Nasional Ceko, misalnya, udah jadi bank sentral pertama yang beli Bitcoin. Plus, privacy improvements juga emerging melalui better wallet practices dan second-layer networks. Soal quantum threat, Sigel bilang itu bukan unique weakness Bitcoin aja, tapi challenge kriptografi yang lebih luas yang affect seluruh sistem finansial.
Survey investor yang Sigel reference juga menunjukkan trend menarik: investor muda increasingly prefer Bitcoin, yang suggest gradual shift dalam monetary centers. Ini bukan hal sepele mengingat demographic shift ini bisa jadi indicator untuk adopsi jangka panjang.
Jadi basically, drama antara Dalio dan crypto bulls ini reflect ongoing debate tentang Bitcoin sebagai store of value. Dalio punya poin tentang risiko-risiko yang ada, tapi para ahli industri argue bahwa risiko itu udah tercermin dalam valuasi Bitcoin dan sebenarnya adalah opportunity untuk long-term investors yang percaya risiko-risiko itu akan terselesaikan seiring waktu. Kalau lo follow market ini, ini adalah diskusi yang definitely worth following karena bisa shape bagaimana institusi dan individual investors approach Bitcoin di tahun-tahun mendatang.