Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jamie Teevan, Microsoft: Bagaimana AI Mengubah Dunia Kerja dan Mengapa Kita Baru Memulai
Pada hari kedua acara HumanX di San Francisco, kami menghadiri konferensi pers bersama Jamie Teevan, Chief Scientist dan Technical Fellow di Microsoft, yang memberikan gambaran tentang peran AI dalam produk perusahaan tersebut dan perkembangan-perkembangan masa depannya.
Teevan adalah sosok sentral dalam pengembangan AI di Microsoft: ia memimpin pembuatan Microsoft 365 Copilot dan turut berkontribusi dalam pengembangan algoritma-algoritma canggih untuk Bing, sekaligus masuk ke daftar TIME 100 untuk orang-orang paling berpengaruh di bidang kecerdasan buatan.
Model AI: Dari Personal ke Kolaboratif bersama Microsoft
Menurut Teevan, model yang saat ini digunakan terutama dilatih untuk penggunaan individu. Mereka bergantung pada jumlah data yang besar, mulai dari media sosial hingga dokumen-dokumen kompleks seperti laporan dan prosiding konferensi.
Namun, loncatan evolusioner yang sesungguhnya akan diwujudkan oleh model yang dirancang untuk kolaborasi antar manusia. Ini akan memerlukan pendekatan-pendekatan algoritmik baru, dan tepat pada arah inilah Microsoft memfokuskan risetnya.
AGI: Seberapa Dekatkah Kita?
Salah satu topik yang dibahas adalah Artificial General Intelligence (AGI).
Menurut Teevan, kecerdasan buatan sudah secara mendalam mengubah cara kita hidup dan bekerja. Hal ini mengarah pada pertimbangan kunci: AGI mungkin lebih dekat daripada yang kita kira.
Kita memang telah mencapai level di mana AI mampu memahami, belajar, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks, menunjukkan fleksibilitas yang semakin mirip dengan manusia—meskipun tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai.
Pasar Kerja AI: Apa yang Dicari Perusahaan seperti Microsoft
Pertumbuhan AI menciptakan kebutuhan yang kuat akan talenta. Perusahaan mencari profil yang berada pada tahap awal karier mereka di sektor tersebut (early-stage), dengan pendidikan yang kuat, sangat fleksibel, dan adaptif.
Ini mencerminkan pasar yang masih berkembang, di mana keterampilan dan pola pikir sama pentingnya dengan pengalaman.
Apakah Copilot adalah Tujuan Akhir?
Teevan tegas: belum ada “produk final”. Microsoft Copilot adalah salah satu perwujudan AI Microsoft yang paling canggih, tetapi masih terus berkembang. Riset di bidang ini konstan, terdiri dari eksperimen dan iterasi.
Poin yang sangat menarik berkaitan dengan hubungan antara teknologi dan perilaku manusia: sementara model berubah dengan cepat, cara orang berkolaborasi cenderung tetap secara mengejutkan stabil.
AI dan Produktivitas: Peran Manusia Tetap Menjadi Pusat
Teevan menyinggung laporan yang telah dipublikasikan Microsoft sejak 2021, The New Future of Work, yang menyoroti bagaimana AI generatif sangat efektif dalam pembuatan konten.
Namun, hasil terbaik muncul ketika tim berfungsi dengan baik. Dengan kata lain, teknologi memperkuat produktivitas, tetapi tidak menggantikan kualitas hubungan manusia dan kerja tim.
Salah satu pernyataan paling menarik dari konferensi tersebut merangkum konsep ini:
“Orang-orang juga menikmati melakukan tugas yang berulang, setidaknya sampai batas tertentu. AI tidak selalu menghilangkan pekerjaan yang melelahkan: AI menghilangkan micro-management.”
Kepemimpinan di Era AI
Dalam konteks yang begitu cepat dan penuh transformasi, kepemimpinan memainkan peran yang sangat penting. Di Microsoft, Teevan menjelaskan, memimpin berarti mampu mempertahankan kendali dan visi menyeluruh dalam lingkungan yang terus berkembang.
Mengelola dampak kecerdasan buatan bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga persoalan organisasional dan budaya.