Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
$BTC Bitcoin Tangguh di Tengah Gejolak Global, Emas dan Saham Tertekan
Gejolak di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir, diperdagangkan di kisaran US$ 70.000–US$ 71.000 per Selasa (24/03/2026).
Sementara itu, indeks saham S&P 500 turun sekitar 4%, dan harga emas terkoreksi hingga 16%, mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan level sekitar US$ 4.400 per ons troi. Kondisi ini membuat investor semakin menyoroti Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai.
“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony Kusuma, Vice President Indodax dalam siaran pers.
Menurut Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer, penurunan harga emas dipicu oleh aksi jual di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran inflasi.
Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya keuntungan obligasi, sehingga emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil rutin.
Ketegangan di wilayah Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.
Meski Bitcoin menunjukkan ketahanan, pasar kripto tetap volatil dengan sentimen berhati-hati. Faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga ke depan.
Para investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.