Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apple Pay Bisa Memiliki Jejak Lebih Besar di India Dari yang Diharapkan
PhonePE dan Google Pay memegang pangsa dominan di pasar dompet digital India, di mana sebagian besar transaksi berjalan melalui jalur pembayaran real-time Unified Payments Interface (UPI). Meskipun Apple Pay akan memasuki ekosistem yang sudah padat, sinyal awal menunjukkan bahwa dompet digital raksasa teknologi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Ketika Apple mengumumkan rencana sekitar sebulan yang lalu untuk membawa Apple Pay ke India, peluncuran tersebut tampaknya terutama ditujukan kepada pengguna iPhone yang juga pemegang kartu Visa dan Mastercard. Segmen ini akan dapat menggunakan Apple Pay untuk pembayaran retail tanpa kontak.
Sejak saat itu, Apple dilaporkan telah mengadakan diskusi dengan tiga bank terbesar di India: ICICI Bank, HDFC Bank, dan Axis Bank. Ini akan memperluas jangkauan Apple Pay ke pelanggan institusi tersebut selain pengguna jaringan kartu yang sudah ada.
Pertanyaan utama, bagaimanapun, adalah integrasi UPI. Indikasi sebelumnya menunjukkan bahwa Apple Pay akan diluncurkan tanpa dukungan UPI—sebuah keterbatasan yang akan membatasi adopsi di pasar di mana UPI mendukung sebagian besar transaksi digital. Laporan terbaru, termasuk dari Bloomberg, menunjukkan bahwa integrasi UPI diharapkan sudah ada saat Apple Pay diluncurkan di India, kemungkinan pertengahan tahun. Jika terealisasi, ini akan secara signifikan memperluas jejak dompet digital tersebut.
Mencari Pasar Baru
Apple Pay adalah dompet digital terkemuka di AS, pasar asalnya, dengan pangsa lebih dari 90% dan sekitar 65,6 juta pengguna. Dominasi pasar ini dicapai berkat keberadaan iPhone yang hampir merata dan keunggulan kompetitif Apple yang kuat.
Posisi domestik yang kuat ini mendorong Apple untuk mencari peluang pertumbuhan tambahan di luar negeri, termasuk fungsi pembayaran lintas batas di pasar tertentu.
India, negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, merupakan peluang yang sangat besar. iPhone kini menyumbang sekitar 10% dari pasar smartphone India, dan Apple baru-baru ini membuka toko ritel keenam di negara tersebut—sebuah sinyal komitmen jangka panjang terhadap kawasan ini.
Menambahkan Otentikasi Biometrik
Upaya sebelumnya untuk memperkuat kehadiran Apple di India terhambat oleh hambatan regulasi, seperti persyaratan yang lebih ketat terkait otentikasi biometrik. Integrasi awal dan konsisten Apple terhadap pengenalan wajah dan sidik jari telah membantu menormalkan verifikasi biometrik secara global. Seiring biometrik menjadi lebih umum, perannya dalam pembayaran juga meningkat.
Secara historis, India memerlukan PIN atau otentikasi dua faktor untuk mengotorisasi transaksi digital. Pembaruan regulasi terbaru kini memungkinkan otentikasi biometrik untuk transaksi UPI dalam batas transaksi tertentu—sebuah perubahan yang dapat mengurangi hambatan bagi dompet digital yang mampu mendukungnya.
Namun, persaingan sangat ketat. Bahkan Amazon Pay pun kesulitan mendapatkan pangsa di pasar dompet digital India. Meskipun teknologi, ekosistem, dan kemitraan Apple merupakan keunggulan yang jelas, perusahaan menghadapi pesaing besar dan tantangan struktural saat berusaha menempatkan Apple Pay di India.