Menurut analisis terbaru dari Arkham, ketika harga aset digital mengalami koreksi signifikan (turun 20% atau lebih) disertai fluktuasi ekstrem, investor memiliki enam pendekatan strategis untuk tetap menguntungkan atau meminimalkan kerugian. Penelitian ini, yang merujuk pada insight dari NS3.AI, mengungkapkan bahwa pemilihan taktik yang tepat dapat membuat perbedaan besar antara portfolio yang terlindungi dan yang terpuruk di pasar menurun.
Strategi Perlindungan: Memanfaatkan Produk Invers dan Opsi
Salah satu metode paling efektif untuk menguntungkan saat pasar bearish adalah menggunakan instrumen invers dan kontrak opsi. Produk invers dirancang khusus untuk memberikan keuntungan ketika harga aset turun—semakin rendah nilai cryptocurrency, semakin tinggi return dari posisi invers tersebut. Hal ini memungkinkan trader untuk mendapatkan exposure positif tanpa perlu melakukan short selling yang lebih kompleks.
Selain itu, memanfaatkan opsi memberikan fleksibilitas tambahan. Investor dapat membentuk strategi kombinasi (spreading) atau membeli put options untuk melindungi posisi existing mereka sambil tetap mempertahankan potensi upside jika pasar rebound.
Teknik Trading Aktif dan Manajemen Posisi
Selain instrumen defensif, trader dapat menerapkan penjualan pendek, perdagangan rentang (range trading), atau scalping untuk memanfaatkan volatilitas tinggi. Range trading cocok untuk pasar sideways, di mana investor membeli di level support dan menjual di resistance secara berulang. Sementara itu, scalping melibatkan transaksi cepat dengan profit margin kecil namun frekuensi tinggi—strategi yang sangat bergantung pada displin dan kecepatan eksekusi.
Sejalan dengan ini, akumulasi aset berkualitas di harga rendah dan implementasi strategi yield dari stablecoin juga terbukti efektif. Investor yang optimis jangka panjang bisa memanfaatkan pasar menurun untuk mengumpulkan aset fundamental yang kuat dengan harga diskon, sambil memperoleh hasil dari holding stablecoin.
Disiplin Manajemen Risiko: Kunci Kesuksesan Sebenarnya
Arkham menekankan bahwa di balik semua strategi ini, manajemen risiko yang ketat adalah fondasi utama. Pasar bearish yang berkepanjangan menciptakan tantangan likuiditas—order besar mungkin sulit tereksekusi dengan harga ideal. Lebih kritis lagi, tekanan emosional dapat membuat investor mengambil keputusan impulsif yang merugikan.
Oleh karena itu, investor perlu menetapkan stop loss yang jelas, menentukan ukuran posisi dengan hati-hati, dan tidak mengekspos seluruh modal pada satu strategi. Kombinasi dari instrumen invers, trading aktif, atau akumulasi harus dijalankan dalam kerangka kerja risk management yang solid—bukan sebaliknya. Dengan pendekatan terstruktur ini, investor tidak hanya bisa bertahan, tetapi potensi meraih peluang di tengah volatilitas pasar crypto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lindung Nilai dengan Instrumen Invers di Tengah Pasar Crypto yang Bergejolak
Menurut analisis terbaru dari Arkham, ketika harga aset digital mengalami koreksi signifikan (turun 20% atau lebih) disertai fluktuasi ekstrem, investor memiliki enam pendekatan strategis untuk tetap menguntungkan atau meminimalkan kerugian. Penelitian ini, yang merujuk pada insight dari NS3.AI, mengungkapkan bahwa pemilihan taktik yang tepat dapat membuat perbedaan besar antara portfolio yang terlindungi dan yang terpuruk di pasar menurun.
Strategi Perlindungan: Memanfaatkan Produk Invers dan Opsi
Salah satu metode paling efektif untuk menguntungkan saat pasar bearish adalah menggunakan instrumen invers dan kontrak opsi. Produk invers dirancang khusus untuk memberikan keuntungan ketika harga aset turun—semakin rendah nilai cryptocurrency, semakin tinggi return dari posisi invers tersebut. Hal ini memungkinkan trader untuk mendapatkan exposure positif tanpa perlu melakukan short selling yang lebih kompleks.
Selain itu, memanfaatkan opsi memberikan fleksibilitas tambahan. Investor dapat membentuk strategi kombinasi (spreading) atau membeli put options untuk melindungi posisi existing mereka sambil tetap mempertahankan potensi upside jika pasar rebound.
Teknik Trading Aktif dan Manajemen Posisi
Selain instrumen defensif, trader dapat menerapkan penjualan pendek, perdagangan rentang (range trading), atau scalping untuk memanfaatkan volatilitas tinggi. Range trading cocok untuk pasar sideways, di mana investor membeli di level support dan menjual di resistance secara berulang. Sementara itu, scalping melibatkan transaksi cepat dengan profit margin kecil namun frekuensi tinggi—strategi yang sangat bergantung pada displin dan kecepatan eksekusi.
Sejalan dengan ini, akumulasi aset berkualitas di harga rendah dan implementasi strategi yield dari stablecoin juga terbukti efektif. Investor yang optimis jangka panjang bisa memanfaatkan pasar menurun untuk mengumpulkan aset fundamental yang kuat dengan harga diskon, sambil memperoleh hasil dari holding stablecoin.
Disiplin Manajemen Risiko: Kunci Kesuksesan Sebenarnya
Arkham menekankan bahwa di balik semua strategi ini, manajemen risiko yang ketat adalah fondasi utama. Pasar bearish yang berkepanjangan menciptakan tantangan likuiditas—order besar mungkin sulit tereksekusi dengan harga ideal. Lebih kritis lagi, tekanan emosional dapat membuat investor mengambil keputusan impulsif yang merugikan.
Oleh karena itu, investor perlu menetapkan stop loss yang jelas, menentukan ukuran posisi dengan hati-hati, dan tidak mengekspos seluruh modal pada satu strategi. Kombinasi dari instrumen invers, trading aktif, atau akumulasi harus dijalankan dalam kerangka kerja risk management yang solid—bukan sebaliknya. Dengan pendekatan terstruktur ini, investor tidak hanya bisa bertahan, tetapi potensi meraih peluang di tengah volatilitas pasar crypto.