Raoul Pal, seorang analis makroekonomi terkenal, membuat pengamatan yang menarik pada pertengahan tahun lalu, dengan alasan bahwa kita berada dalam siklus bisnis dan utang yang diperpanjang. Prediksi pendiri Real Vision berisi penilaian kunci: Bitcoin diperkirakan akan mengalami fase kenaikan selama siklus ini, tetapi kemudian akan menghadapi koreksi yang lebih signifikan.
Logika inti teori siklus: mengapa penarikan -35% bukanlah akhir
Raoul Pal menekankan bahwa Bitcoin dapat mengalami koreksi sekitar -35% di bawah kerangka siklus ekonomi yang diperpanjang. Angka spesifik ini tidak ditetapkan secara sewenang-wenang, tetapi didasarkan pada pengurangan siklus historis. Pandangannya menunjuk pada fenomena psikologis pasar yang mendalam: setiap kali retracement tajam terjadi, pelaku pasar rentan terhadap ekspektasi pesimis bahwa “kali ini benar-benar berakhir”. Namun, argumen inti Raoul Pal ada di sini – siklusnya masih jauh dari benar-benar berakhir, dan tampaknya “endgame” sebenarnya hanyalah koreksi dalam siklus yang lebih besar.
Bagaimana seharusnya pelaku pasar memahami prediksi ini?
Kerangka prediksi ini memiliki implikasi praktis untuk memahami pasar kripto saat ini. Ini mengingatkan investor untuk tidak tertipu oleh retracement jangka pendek, tetapi untuk mengamati logika siklus pasar dari dimensi waktu yang lebih lama. Raoul Pal menggunakan konteks makro “siklus bisnis/utang yang diperpanjang” untuk memberikan dukungan teoretis untuk potensi kenaikan jangka panjang Bitcoin dan menjelaskan mengapa retracement jangka menengah adalah kinerja pasar yang normal atau bahkan sehat. Pola pikir siklus ini telah menjadi perspektif penting bagi banyak investor institusional untuk mengevaluasi aset kripto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Interpretasi Teori Siklus Raoul Pal: Peluang Tersembunyi dalam Fluktuasi Bitcoin
Raoul Pal, seorang analis makroekonomi terkenal, membuat pengamatan yang menarik pada pertengahan tahun lalu, dengan alasan bahwa kita berada dalam siklus bisnis dan utang yang diperpanjang. Prediksi pendiri Real Vision berisi penilaian kunci: Bitcoin diperkirakan akan mengalami fase kenaikan selama siklus ini, tetapi kemudian akan menghadapi koreksi yang lebih signifikan.
Logika inti teori siklus: mengapa penarikan -35% bukanlah akhir
Raoul Pal menekankan bahwa Bitcoin dapat mengalami koreksi sekitar -35% di bawah kerangka siklus ekonomi yang diperpanjang. Angka spesifik ini tidak ditetapkan secara sewenang-wenang, tetapi didasarkan pada pengurangan siklus historis. Pandangannya menunjuk pada fenomena psikologis pasar yang mendalam: setiap kali retracement tajam terjadi, pelaku pasar rentan terhadap ekspektasi pesimis bahwa “kali ini benar-benar berakhir”. Namun, argumen inti Raoul Pal ada di sini – siklusnya masih jauh dari benar-benar berakhir, dan tampaknya “endgame” sebenarnya hanyalah koreksi dalam siklus yang lebih besar.
Bagaimana seharusnya pelaku pasar memahami prediksi ini?
Kerangka prediksi ini memiliki implikasi praktis untuk memahami pasar kripto saat ini. Ini mengingatkan investor untuk tidak tertipu oleh retracement jangka pendek, tetapi untuk mengamati logika siklus pasar dari dimensi waktu yang lebih lama. Raoul Pal menggunakan konteks makro “siklus bisnis/utang yang diperpanjang” untuk memberikan dukungan teoretis untuk potensi kenaikan jangka panjang Bitcoin dan menjelaskan mengapa retracement jangka menengah adalah kinerja pasar yang normal atau bahkan sehat. Pola pikir siklus ini telah menjadi perspektif penting bagi banyak investor institusional untuk mengevaluasi aset kripto.