Ada tren mengejutkan yang diungkapkan oleh survei industri terbaru. Yaitu, semakin banyak Chief Financial Officer (CFO) perusahaan yang meninggalkan jabatan mereka lebih awal dari jadwal. Untuk memahami tren ini, penting untuk mengetahui apa itu CFO. CFO bukan sekadar pengelola angka, tetapi posisi penting yang mempengaruhi strategi manajemen seluruh perusahaan, dan kepergiannya dapat berdampak besar pada pengelolaan perusahaan.
Tugas CFO dan Tekanan Modern
CFO adalah posisi yang bertanggung jawab atas perencanaan strategi keuangan hingga mendukung pengambilan keputusan manajemen. Mereka menangani laporan keuangan triwulanan, komunikasi dengan investor, penggalangan dana, dan manajemen risiko, sekaligus memegang banyak tanggung jawab berat. Namun, di perusahaan modern, tugas-tugas ini semakin kompleks, termasuk penyesuaian terhadap digitalisasi, penguatan kepatuhan, dan ekspansi global, sehingga beban kerja meningkat secara signifikan.
Menurut laporan Bloomberg, tanggung jawab dan harapan yang besar ini meningkatkan tingkat stres para CFO secara drastis. Banyak CFO merasa terbebani oleh tekanan pekerjaan dan perubahan sosial, yang menyebabkan kelelahan fisik dan mental.
Burnout dan Perpindahan CFO
Analisis alasan pengunduran diri menunjukkan bahwa bukan hanya pensiun biasa, tetapi juga meningkatnya jumlah CFO yang meninggalkan posisi lebih awal karena kelelahan mental (burnout). Jam kerja yang panjang, tekanan pengambilan keputusan, dan stres terus-menerus dari stakeholder menyebabkan beberapa CFO memilih mengundurkan diri secara sukarela.
Kecenderungan ini tidak terbatas pada industri CFO saja, tetapi menjadi masalah luas di seluruh tingkat manajemen. Untuk menarik dan mempertahankan talenta keuangan yang berkualitas, perusahaan perlu melakukan perbaikan lingkungan kerja secara menyeluruh, bukan hanya menaikkan gaji.
Reformasi Organisasi dan Langkah-Langkah yang Diperlukan
Seperti yang disoroti oleh banyak media termasuk Bloomberg, saat ini perusahaan harus secara serius mempertimbangkan strategi untuk mengurangi beban kerja CFO dan mereformasi lingkungan kerja secara fundamental. Pendekatan ini meliputi otomatisasi tugas, delegasi wewenang kepada tingkat menengah, dan peningkatan dukungan kesehatan mental.
Memastikan keberadaan CFO yang mampu menjalankan strategi keuangan yang baik sangat penting untuk menjaga daya saing perusahaan. Untuk menghentikan gelombang pengunduran diri dan mencegah kehilangan talenta, transformasi budaya perusahaan secara mendasar menjadi keharusan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu CFO? Latar belakang peningkatan pesat pensiun dini di perusahaan modern
Ada tren mengejutkan yang diungkapkan oleh survei industri terbaru. Yaitu, semakin banyak Chief Financial Officer (CFO) perusahaan yang meninggalkan jabatan mereka lebih awal dari jadwal. Untuk memahami tren ini, penting untuk mengetahui apa itu CFO. CFO bukan sekadar pengelola angka, tetapi posisi penting yang mempengaruhi strategi manajemen seluruh perusahaan, dan kepergiannya dapat berdampak besar pada pengelolaan perusahaan.
Tugas CFO dan Tekanan Modern
CFO adalah posisi yang bertanggung jawab atas perencanaan strategi keuangan hingga mendukung pengambilan keputusan manajemen. Mereka menangani laporan keuangan triwulanan, komunikasi dengan investor, penggalangan dana, dan manajemen risiko, sekaligus memegang banyak tanggung jawab berat. Namun, di perusahaan modern, tugas-tugas ini semakin kompleks, termasuk penyesuaian terhadap digitalisasi, penguatan kepatuhan, dan ekspansi global, sehingga beban kerja meningkat secara signifikan.
Menurut laporan Bloomberg, tanggung jawab dan harapan yang besar ini meningkatkan tingkat stres para CFO secara drastis. Banyak CFO merasa terbebani oleh tekanan pekerjaan dan perubahan sosial, yang menyebabkan kelelahan fisik dan mental.
Burnout dan Perpindahan CFO
Analisis alasan pengunduran diri menunjukkan bahwa bukan hanya pensiun biasa, tetapi juga meningkatnya jumlah CFO yang meninggalkan posisi lebih awal karena kelelahan mental (burnout). Jam kerja yang panjang, tekanan pengambilan keputusan, dan stres terus-menerus dari stakeholder menyebabkan beberapa CFO memilih mengundurkan diri secara sukarela.
Kecenderungan ini tidak terbatas pada industri CFO saja, tetapi menjadi masalah luas di seluruh tingkat manajemen. Untuk menarik dan mempertahankan talenta keuangan yang berkualitas, perusahaan perlu melakukan perbaikan lingkungan kerja secara menyeluruh, bukan hanya menaikkan gaji.
Reformasi Organisasi dan Langkah-Langkah yang Diperlukan
Seperti yang disoroti oleh banyak media termasuk Bloomberg, saat ini perusahaan harus secara serius mempertimbangkan strategi untuk mengurangi beban kerja CFO dan mereformasi lingkungan kerja secara fundamental. Pendekatan ini meliputi otomatisasi tugas, delegasi wewenang kepada tingkat menengah, dan peningkatan dukungan kesehatan mental.
Memastikan keberadaan CFO yang mampu menjalankan strategi keuangan yang baik sangat penting untuk menjaga daya saing perusahaan. Untuk menghentikan gelombang pengunduran diri dan mencegah kehilangan talenta, transformasi budaya perusahaan secara mendasar menjadi keharusan.