Sinyal pasar di balik penurunan volume saham: Memprediksi tren harga melalui penyusutan volume transaksi

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam dunia analisis teknikal, volume sering diabaikan, tetapi kenyataannya, fenomena volume menyusut menyimpan makna paling nyata dari pasar. Ketika volume perdagangan terus menyusut, apa sebenarnya yang tersembunyi di baliknya? Bagaimana investor dapat memanfaatkan sinyal volume ini untuk menangkap peluang trading? Hari ini kita akan mulai dari konsep inti volume menyusut, mendalami hubungan halus antara volume dan harga saham, membantu Anda memprediksi tren pasar berikutnya dengan lebih akurat.

Apa itu Volume Menyusut? Tiga Sinyal Peringatan Pasar yang Dingin

Volume menyusut adalah fenomena di mana volume transaksi saham secara signifikan menurun dibandingkan periode sebelumnya. Situasi ini mencerminkan berkurangnya minat peserta pasar terhadap saham tersebut, dan semangat investor mulai mendingin. Volume menyusut sendiri tidak muncul secara tunggal, biasanya disertai dengan pergerakan harga, membentuk kombinasi volume dan harga yang berbeda, masing-masing menyampaikan sinyal emosional pasar yang berbeda pula.

Secara sederhana, volume menyusut memiliki tiga bentuk utama:

  • Harga naik volume menyusut: Harga saham naik, tetapi volume justru terus menurun
  • Harga datar volume menyusut: Harga bergerak dalam kisaran sempit, volume juga terus menurun
  • Volume menyusut dan harga turun: Harga menurun, dan volume juga menyusut

Dalam ketiga situasi ini, meskipun volume menyusut muncul, makna pasar yang terkandung sangat berbeda.

Harga Naik Volume Menyusut vs Volume Menyusut dan Harga Turun: Sama-sama volume menyusut, makna pasar yang berbeda

Banyak investor mudah terjebak dalam kesalahan—menganggap semua volume menyusut sebagai sinyal negatif. Padahal, makna volume menyusut harus dilihat dari arah harga.

Risiko dan peluang dari harga naik volume menyusut

Ketika harga saham terus meningkat, tetapi volume secara bertahap menyusut, ini bisa mengindikasikan dua hal: Pertama, pasar kekurangan daya beli yang cukup untuk mendukung kenaikan, dan kenaikan harga mungkin hanya rebound teknikal, risiko koreksi di masa depan cukup besar; Kedua, proses kenaikan sudah mendekati akhir, investor besar mulai keluar, dan investor ritel mulai mengikuti arus berkurang.

Pergerakan Tesla awal 2017 adalah contoh klasik. Saat itu, harga Tesla terus naik, tetapi volume perdagangan justru menyusut. Kombinasi ini akhirnya berujung pada koreksi besar. Situasi serupa juga terjadi pada Alibaba—harga tampak naik, tetapi volume menyusut, menandakan potensi kekurangan tenaga untuk melanjutkan kenaikan.

Volume menyusut dan harga turun: ketenangan dan kekhawatiran tersembunyi

Berbeda dengan volume menyusut saat harga naik, volume menyusut saat harga turun menunjukkan kondisi pasar yang tenang—tidak ada penjualan besar-besaran, hanya peserta pasar yang perlahan menjauh. Pada 2018, harga Netflix mengalami penurunan jangka panjang dengan volume yang terus menyusut. Penurunan tanpa dukungan volume ini sering kali menandakan kekuatan pasar yang melemah, tetapi juga bisa menjadi peluang pembalikan.

Situasi serupa juga terjadi pada Facebook musim panas 2022—harga terus turun tanpa volume yang signifikan, menandai potensi pembalikan di masa depan.

Perbandingan Kasus Praktis: Harga datar volume menyusut vs Volume menyusut dan harga turun

Harga datar volume menyusut: ketenangan menunggu peluang

Ketika harga saham dalam periode panjang bergerak datar, dan volume terus menyusut, ini biasanya menandakan pasar sedang dalam kondisi tidak pasti. Tidak ada konsensus jelas tentang arah naik atau turun, dan investor cenderung menunggu dan melihat.

Contohnya, selama 2022, harga Nvidia menunjukkan pola datar—berfluktuasi dalam kisaran tertentu, tetapi volume sangat minim. Kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai muncul kekuatan baru. Boeing juga pernah mengalami fase serupa, mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah berikutnya.

Volume besar turun vs Volume menyusut: Dua sinyal peringatan dari perubahan volume

Dibandingkan dengan volume besar turun dan volume menyusut, kita melihat dua ekstrem dalam perubahan volume:

Volume besar turun: pelarian kolektif dalam keputusasaan

Awal 2020, pandemi COVID-19 melanda, saham Hilton turun tajam bersamaan dengan lonjakan volume. Ini mencerminkan kepanikan pasar—banyak investor keluar dari pasar karena takut dampak pandemi terhadap industri pariwisata.

Namun, perlu diingat, volume besar turun juga bisa menciptakan peluang bottom fishing yang bagus. Mid 2023, saham Estee Lauder anjlok setelah laporan keuangan kuartal yang mengecewakan, volume meningkat drastis. Tetapi, dari tren berikutnya, reaksi panik ini berlebihan, dan investor yang membeli awal mendapatkan keuntungan cukup besar.

Volume menyusut dan penurunan yang lembut

Berbeda dengan penurunan volume besar, penurunan volume menyusut cenderung lebih tenang. Di lingkungan ini, yang hilang bukanlah kekuatan penurunan, melainkan partisipasi pasar yang luas. Kadang, ini menandakan bahwa penurunan sudah mendekati akhir—ketika tidak ada yang mau melakukan short, kekuatan bearish mulai melemah.

Bagaimana mencari peluang trading dalam kondisi volume menyusut?

Tiga aplikasi praktis volume menyusut

  1. Waspadai sinyal pembalikan saat harga naik volume menyusut
    Ketika harga naik tetapi volume menyusut, waspadai. Ini biasanya menandakan kekuatan kenaikan yang melemah, dan sebaiknya mengurangi posisi atau menetapkan stop loss.

  2. Perhatikan area bottom saat volume menyusut turun terus-menerus
    Ketika harga turun dalam volume menyusut, amati apakah penurunan melambat. Beberapa candlestick volume menyusut terakhir sering menandai area bottom, peluang untuk buy on dip.

  3. Tunggu konfirmasi breakout saat harga datar volume menyusut
    Dalam pola harga datar volume menyusut, semakin lama dan semakin dalam volume menyusut, semakin kuat potensi breakout-nya. Setelah arah breakout terkonfirmasi, bisa mulai masuk posisi.

Menggabungkan dengan indikator teknikal lain

Sinyal volume menyusut akan lebih valid jika dikonfirmasi indikator lain seperti moving average, MACD, RSI. Misalnya, saat harga menembus support penting bersamaan dengan volume menyusut, ini bisa jadi sinyal false breakout, dan justru menandai peluang rebound.

Perubahan dari volume meningkat saat harga turun: sinyal pembalikan

Berbeda dengan volume menyusut saat harga turun, volume meningkat saat harga turun sering mengindikasikan hal berbeda—kemungkinan pasar mulai menunjukkan minat beli kembali, dan ada potensi pembalikan.

Contohnya, akhir 2018, karena penurunan penjualan iPhone dan ketegangan dagang AS-China, saham Apple turun tajam bersamaan dengan volume yang meningkat. Ini menandakan pasar mulai mengkonsumsi berita negatif, dan banyak investor mulai melakukan pembelian balik.

Kasus BlackBerry 2012 juga menarik—dengan penurunan pasar smartphone, harga BlackBerry terus turun, volume meningkat, menandai proses penyesuaian besar-besaran. Kadang, volume meningkat saat harga turun bisa menjadi peluang untuk bottom fishing.

Memahami hubungan dialektis antara volume menyusut dan harga

Fenomena volume menyusut sering menunjukkan berkurangnya partisipasi pasar, tetapi sinyal ini tidak selalu negatif—kadang menyimpan peluang pembalikan penting. Kunci utama adalah belajar membaca makna sebenarnya di balik volume menyusut:

  • Volume menyusut + harga naik = kekuatan melemah, waspadai pembalikan
  • Volume menyusut + harga turun = kekuatan pasar melemah, potensi pembalikan
  • Volume menyusut + harga datar = pasar menunggu, siap breakout

Kesimpulan: membangun kerangka analisis volume dan harga yang lengkap

Hubungan volume dan harga, terutama volume menyusut, adalah alat analisis teknikal yang paling mudah diabaikan tetapi sangat tajam. Dengan mengamati perubahan volume secara mendalam, investor dapat merasakan dinamika partisipasi pasar dan memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Namun, mengandalkan sinyal volume saja tidak cukup. Investor harus menggabungkan analisis volume dengan indikator teknikal lain dan analisis fundamental untuk membangun kerangka pengambilan keputusan yang lengkap. Dalam kondisi volume menyusut, bersabar dan menunggu konfirmasi sinyal akan lebih efektif daripada terburu-buru.

Baik dalam mencari peluang pembalikan maupun menghindari risiko dalam volume menyusut, yang terpenting adalah mengasah kepekaan pengamatan pasar. Investor yang mampu membaca sinyal volume dengan benar biasanya akan mampu mengambil peluang sebelum orang lain ragu-ragu.

Tiga langkah sederhana, mulai perjalanan trading Anda:

  1. Daftar Isi lengkap dan kirimkan aplikasi Anda
  2. Deposit Dana dengan berbagai metode yang cepat
  3. Trading Temukan peluang dan lakukan order dengan cepat

Mulai sekarang!

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский язык
  • Français
  • Deutsch
  • Português (Portugal)
  • ภาษาไทย
  • Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)