Kesenjangan Kekayaan Antara Ayah Tunggal dan Ibu Tunggal: Apa yang Data Ungkapkan

Statistik tentang kesehatan keuangan orang tua tunggal menggambarkan gambaran yang mencolok, terutama ketika memeriksa kesenjangan antara ayah tunggal dan ibu tunggal. Penelitian terbaru menunjukkan disparitas signifikan dalam kekayaan yang terkumpul antara kedua kelompok ini, dengan implikasi yang jauh melampaui angka sederhana. Memahami pola ini memerlukan melihat data mentah dan faktor sistemik yang mendorongnya.

Ibu Tunggal Menghadapi Pendakian Keuangan yang Curam

Menurut temuan dari Federal Reserve Bank of St. Louis berdasarkan data tahun 2019, posisi keuangan ayah tunggal dan ibu tunggal berbeda secara dramatis. Ibu tunggal melaporkan kekayaan bersih rata-rata sekitar 7.000, sementara rekan pria mereka rata-rata sekitar 59.000—menggambarkan kesenjangan lebih dari delapan kali lipat kekayaan tersebut. Ini bukan sekadar perbedaan statistik kecil; ini mencerminkan beban keuangan kumulatif yang harus ditanggung oleh jutaan ibu tunggal setiap hari.

Untuk memberi konteks disparitas ini, kekayaan bersih median untuk semua orang Amerika pada tahun 2019 mendekati 122.000. Jika dibandingkan dengan baseline ini, kedua kelompok orang tua tunggal jauh dari angka tersebut, tetapi ibu tunggal menghadapi situasi yang sangat rentan. Konsekuensi dari kesenjangan kekayaan ini juga terlihat dalam statistik kemiskinan. Penelitian dari Pew menunjukkan bahwa 30% rumah tangga ibu tunggal hidup di bawah garis kemiskinan, dibandingkan hanya 17% dari rumah tangga ayah tunggal—hampir dua kali lipat tingkatnya.

Kesenjangan Upah Gender: Penyebab Utama Ketidaksetaraan

Faktor utama di balik statistik ini terletak pada apa yang ekonom sebut kesenjangan upah gender. Wanita secara konsisten mendapatkan penghasilan lebih rendah daripada rekan pria mereka dalam posisi yang setara, sebuah kerugian yang bertambah selama bertahun-tahun dan dekade. Bagi ibu tunggal yang mengatur tanggung jawab pengasuhan anak dengan pekerjaan, kerugian pendapatan ini secara langsung berujung pada berkurangnya kapasitas untuk membangun dana darurat, berinvestasi, atau merencanakan keamanan keuangan jangka panjang.

Berbeda dengan ayah tunggal, yang mendapatkan manfaat dari penghasilan dasar yang lebih tinggi, ibu tunggal memulai dari posisi kerugian ekonomi. Ketika dikombinasikan dengan pengeluaran tambahan untuk pengasuhan tunggal—mulai dari pengasuhan anak hingga perawatan kesehatan—hasilnya adalah kesenjangan keuangan yang semakin melebar. Kesenjangan upah gender tidak hanya mempengaruhi gaji individu; ini secara fundamental membentuk akumulasi kekayaan seumur hidup.

Orang Tua Tunggal dalam Lanskap Keuangan yang Lebih Luas

Ketika melihat semua orang tua tunggal secara kolektif, tanpa memandang gender, gambaran menjadi lebih jelas: demografis ini menghadapi hambatan struktural dalam membangun kekayaan yang berbeda secara signifikan dari rumah tangga dengan dua orang tua. Kekayaan bersih median Amerika sekitar 122.000 tetap jauh dari jangkauan sebagian besar keluarga orang tua tunggal, baik yang dipimpin oleh ibu maupun ayah.

Ketidakhadiran penghasilan kedua, manfaat pajak ganda, atau tanggung jawab pengasuhan bersama berarti orang tua tunggal harus membagi sumber daya terbatas mereka di antara lebih banyak tuntutan. Sementara ayah dalam kategori ini telah menavigasi tantangan ini dengan keberhasilan keuangan yang lebih besar, ibu terus berjuang lebih keras—sebuah disparitas yang berakar pada ketidaksetaraan pasar tenaga kerja yang lebih luas daripada pilihan individu.

Langkah Strategis untuk Memperkuat Posisi Keuangan

Ibu tunggal dan ayah tunggal sama-sama dapat mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan jalur keuangan mereka. Saat anak-anak semakin dewasa dan pengeluaran pengasuhan menurun, keluarga harus mengarahkan dana tersebut ke tabungan atau instrumen investasi. Periode transisi ini merupakan peluang penting untuk membangun kekayaan yang seharusnya tidak lagi dapat diakses.

Selain pengelolaan keuangan pribadi, ibu tunggal secara khusus harus memperjuangkan kesetaraan di tempat kerja. Ini termasuk meneliti gaji yang sepadan di bidang mereka, bernegosiasi secara agresif untuk kenaikan gaji, dan menantang praktik pembayaran diskriminatif. Menutup kesenjangan upah gender di tingkat individu memerlukan advokasi aktif—pengusaha jarang secara sukarela menawarkan kompensasi yang adil tanpa tekanan.

Selain itu, ibu tunggal harus memprioritaskan pembangunan literasi keuangan dan menjelajahi peluang penghasilan pasif jika memungkinkan. Tujuannya bukan sekadar bertahan hidup tetapi akumulasi kekayaan jangka panjang yang lebih mirip dengan apa yang lebih mudah dicapai oleh ayah tunggal. Dengan mengakui hambatan sistemik sambil mengambil tindakan strategis, ibu tunggal dapat secara bertahap menyempitkan kesenjangan kekayaan yang saat ini diungkapkan oleh statistik ini.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)