Dolar sedang menemukan pijakannya terhadap Franc Swiss setelah periode yang turbulen awal minggu ini. Pasangan USD ke CHF baru-baru ini stabil di sekitar 0.7940, menghentikan tren penurunan selama tiga hari yang sebelumnya menekan Greenback. Pemulihan ini mencerminkan mekanisme pemulihan teknikal—terutama kegiatan short-covering dan pengambilan keuntungan—bukan perubahan fundamental dalam sentimen. Namun, gambaran yang lebih luas tetap suram karena ketegangan geopolitik dan pertanyaan kebijakan yang belum terselesaikan yang terus mengaburkan prospek kekuatan mata uang AS.
Pemulihan Teknis Setelah Penurunan Tiga Hari
Pemulihan pasangan USD/CHF dari level terendah baru-baru ini menunjukkan mekanisme reversion mean yang khas setelah kelemahan yang berkepanjangan. Pedagang yang sebelumnya melakukan short Dollar kini menutup posisi mereka, sementara yang memegang posisi bullish sedang mengamankan keuntungan. Ini menciptakan dasar sementara untuk Greenback. Namun, pemulihan ini bisa saja rapuh, karena kekhawatiran mendasar belum hilang—mereka hanya bergeser ke latar belakang untuk konsolidasi teknikal.
Ketegangan Politik Membebani Momentum Dolar
Berita terbaru dari Washington dan Davos telah menjaga volatilitas sentimen risiko. Ancaman sebelumnya dari Presiden Trump terkait tarif Greenland memicu kekhawatiran baru tentang eskalasi perdagangan. Meski kemudian dia mengklarifikasi bahwa aneksasi militer tidak sedang dipertimbangkan—sebuah pernyataan yang sementara meredakan ketegangan—bayang-bayang kebijakan proteksionis tetap besar. Langkah-langkah perdagangan “America First” ini terus memicu skeptisisme terhadap daya tarik jangka menengah Dollar, karena investor khawatir tentang daya saing dan daya tarik aset keuangan AS dalam skenario perang dagang.
Federal Reserve tetap menjadi sumber ketidakpastian utama untuk tingkat USD ke CHF. Kritik terbaru Trump terhadap Ketua Fed Jerome Powell, yang menuduhnya bergerak terlalu lambat dalam menaikkan suku bunga, menegaskan adanya gesekan yang berkelanjutan antara kepemimpinan politik dan kebijakan moneter. Saran Trump bahwa dia mungkin menunjuk ketua Fed baru menambah ketidakpastian lebih jauh. Tekanan politik ini terhadap Fed, dikombinasikan dengan kekhawatiran tentang kemungkinan penyesuaian suku bunga, menciptakan narasi “Jual Amerika” yang membatasi kenaikan Dollar. Sidang Mahkamah Agung yang akan datang terkait Gubernur Fed Lisa Cook menambah lapisan kompleksitas lain dalam lanskap kebijakan ini.
SNB Menunjukkan Fokus Stabilitas di Tengah Kekhawatiran Deflasi
Di seberang perbatasan, Ketua Bank Nasional Swiss Martin Schlegel memberikan jaminan selama pernyataannya di Davos, menyebutkan bahwa inflasi Swiss bisa turun di bawah nol selama beberapa bulan di tahun 2026, tetapi SNB siap menghadapi skenario ini. Komitmen SNB terhadap stabilitas harga jangka menengah mendukung posisi Franc Swiss sebagai penyimpan nilai yang andal. Sikap resmi ini, meskipun tidak secara eksplisit mendukung Franc, memperkuat daya tariknya sebagai aset defensif selama periode ketidakpastian kebijakan.
Data Kunci yang Akan Menggerakkan Langkah Selanjutnya
Para investor kini menantikan rilis data inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang tertunda dan angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga, yang keduanya diharapkan dalam beberapa hari mendatang. Rilis ini dapat memberikan kejelasan tentang trajektori ekonomi AS dan berpotensi mempengaruhi pengambilan keputusan Fed, sehingga membentuk jalur nilai tukar USD ke CHF ke depan. Sampai saat itu, pasangan ini kemungkinan akan berosilasi antara level support dan resistance teknikal saat trader menunggu sinyal ekonomi yang konkret.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Nilai Tukar USD ke CHF Menunjukkan Stabilitas Sementara di Tengah Ketidakpastian Kebijakan
Dolar sedang menemukan pijakannya terhadap Franc Swiss setelah periode yang turbulen awal minggu ini. Pasangan USD ke CHF baru-baru ini stabil di sekitar 0.7940, menghentikan tren penurunan selama tiga hari yang sebelumnya menekan Greenback. Pemulihan ini mencerminkan mekanisme pemulihan teknikal—terutama kegiatan short-covering dan pengambilan keuntungan—bukan perubahan fundamental dalam sentimen. Namun, gambaran yang lebih luas tetap suram karena ketegangan geopolitik dan pertanyaan kebijakan yang belum terselesaikan yang terus mengaburkan prospek kekuatan mata uang AS.
Pemulihan Teknis Setelah Penurunan Tiga Hari
Pemulihan pasangan USD/CHF dari level terendah baru-baru ini menunjukkan mekanisme reversion mean yang khas setelah kelemahan yang berkepanjangan. Pedagang yang sebelumnya melakukan short Dollar kini menutup posisi mereka, sementara yang memegang posisi bullish sedang mengamankan keuntungan. Ini menciptakan dasar sementara untuk Greenback. Namun, pemulihan ini bisa saja rapuh, karena kekhawatiran mendasar belum hilang—mereka hanya bergeser ke latar belakang untuk konsolidasi teknikal.
Ketegangan Politik Membebani Momentum Dolar
Berita terbaru dari Washington dan Davos telah menjaga volatilitas sentimen risiko. Ancaman sebelumnya dari Presiden Trump terkait tarif Greenland memicu kekhawatiran baru tentang eskalasi perdagangan. Meski kemudian dia mengklarifikasi bahwa aneksasi militer tidak sedang dipertimbangkan—sebuah pernyataan yang sementara meredakan ketegangan—bayang-bayang kebijakan proteksionis tetap besar. Langkah-langkah perdagangan “America First” ini terus memicu skeptisisme terhadap daya tarik jangka menengah Dollar, karena investor khawatir tentang daya saing dan daya tarik aset keuangan AS dalam skenario perang dagang.
Divergensi Kebijakan Fed Membatasi Potensi Kenaikan
Federal Reserve tetap menjadi sumber ketidakpastian utama untuk tingkat USD ke CHF. Kritik terbaru Trump terhadap Ketua Fed Jerome Powell, yang menuduhnya bergerak terlalu lambat dalam menaikkan suku bunga, menegaskan adanya gesekan yang berkelanjutan antara kepemimpinan politik dan kebijakan moneter. Saran Trump bahwa dia mungkin menunjuk ketua Fed baru menambah ketidakpastian lebih jauh. Tekanan politik ini terhadap Fed, dikombinasikan dengan kekhawatiran tentang kemungkinan penyesuaian suku bunga, menciptakan narasi “Jual Amerika” yang membatasi kenaikan Dollar. Sidang Mahkamah Agung yang akan datang terkait Gubernur Fed Lisa Cook menambah lapisan kompleksitas lain dalam lanskap kebijakan ini.
SNB Menunjukkan Fokus Stabilitas di Tengah Kekhawatiran Deflasi
Di seberang perbatasan, Ketua Bank Nasional Swiss Martin Schlegel memberikan jaminan selama pernyataannya di Davos, menyebutkan bahwa inflasi Swiss bisa turun di bawah nol selama beberapa bulan di tahun 2026, tetapi SNB siap menghadapi skenario ini. Komitmen SNB terhadap stabilitas harga jangka menengah mendukung posisi Franc Swiss sebagai penyimpan nilai yang andal. Sikap resmi ini, meskipun tidak secara eksplisit mendukung Franc, memperkuat daya tariknya sebagai aset defensif selama periode ketidakpastian kebijakan.
Data Kunci yang Akan Menggerakkan Langkah Selanjutnya
Para investor kini menantikan rilis data inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang tertunda dan angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga, yang keduanya diharapkan dalam beberapa hari mendatang. Rilis ini dapat memberikan kejelasan tentang trajektori ekonomi AS dan berpotensi mempengaruhi pengambilan keputusan Fed, sehingga membentuk jalur nilai tukar USD ke CHF ke depan. Sampai saat itu, pasangan ini kemungkinan akan berosilasi antara level support dan resistance teknikal saat trader menunggu sinyal ekonomi yang konkret.