Era "Kevin Warsh".. Apakah masa likuiditas mudah telah berakhir? - Trump melakukannya dan memilih "Kevin Warsh" sebagai nakhoda baru Federal Reserve Amerika Serikat.
Pilihan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan sinyal lahirnya "pendekatan baru" dalam pengelolaan bank sentral terbesar di dunia.
Warsh, yang pernah menjadi gubernur termuda dalam sejarah Fed, dikenal sebagai kritikus keras kebijakan pelonggaran kuantitatif dan inflasi neraca keuangan. - Mengapa pasar peduli dengan nama ini?
Kredibilitas sebelum stimulus: Warsh berpendapat bahwa Fed harus mengembalikan kredibilitasnya melalui pengurangan anggarannya, dan tidak cenderung menurunkan suku bunga sebagai "tindakan balasan" terhadap fluktuasi pasar.
Kecerdasan buatan sebagai faktor tekanan: Dia percaya bahwa revolusi kecerdasan buatan akan meningkatkan produktivitas dan mengekang inflasi secara struktural, memberikan ruang untuk kebijakan moneter yang berbeda.
Respon pasar: Begitu namanya muncul sebagai kandidat kuat, dolar menguat dan aset berisiko tinggi (emas dan mata uang digital) menurun, sebagai sinyal yang jelas dari ekspektasi pasar terhadap pendekatan yang lebih tegas dan disiplin. - Kesimpulan: Trump mencari seorang "pemimpin khusus" yang mampu menggabungkan loyalitas terhadap visi ekonominya dan ketegasan dalam merestrukturisasi "dapur uang" global.
Kita berada di fase di mana "penilaian nyata" mungkin akan kembali mendominasi, menggantikan narasi likuiditas berlebih yang telah kita kenal selama bertahun-tahun.
Apakah Anda pikir independensi Federal Reserve akan menghadapi ujian terberatnya di era Warsh?
Bagikan pandangan Anda, dan ikuti saya untuk lebih banyak lagi
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
$BTC $ETH
Era "Kevin Warsh".. Apakah masa likuiditas mudah telah berakhir?
-
Trump melakukannya dan memilih "Kevin Warsh" sebagai nakhoda baru Federal Reserve Amerika Serikat.
Pilihan ini bukan sekadar pergantian nama,
melainkan sinyal lahirnya "pendekatan baru" dalam pengelolaan bank sentral terbesar di dunia.
Warsh, yang pernah menjadi gubernur termuda dalam sejarah Fed,
dikenal sebagai kritikus keras kebijakan pelonggaran kuantitatif dan inflasi neraca keuangan.
-
Mengapa pasar peduli dengan nama ini?
Kredibilitas sebelum stimulus:
Warsh berpendapat bahwa Fed harus mengembalikan kredibilitasnya melalui pengurangan anggarannya,
dan tidak cenderung menurunkan suku bunga sebagai "tindakan balasan" terhadap fluktuasi pasar.
Kecerdasan buatan sebagai faktor tekanan:
Dia percaya bahwa revolusi kecerdasan buatan akan meningkatkan produktivitas dan mengekang inflasi secara struktural,
memberikan ruang untuk kebijakan moneter yang berbeda.
Respon pasar:
Begitu namanya muncul sebagai kandidat kuat,
dolar menguat
dan aset berisiko tinggi (emas dan mata uang digital) menurun,
sebagai sinyal yang jelas dari ekspektasi pasar terhadap pendekatan yang lebih tegas dan disiplin.
-
Kesimpulan:
Trump mencari seorang "pemimpin khusus" yang mampu menggabungkan loyalitas terhadap visi ekonominya dan ketegasan dalam merestrukturisasi "dapur uang" global.
Kita berada di fase di mana "penilaian nyata" mungkin akan kembali mendominasi,
menggantikan narasi likuiditas berlebih yang telah kita kenal selama bertahun-tahun.
Apakah Anda pikir independensi Federal Reserve akan menghadapi ujian terberatnya di era Warsh?
Bagikan pandangan Anda, dan ikuti saya untuk lebih banyak lagi