Bagaimana menjadi orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi?\n\n1. Jangan pernah menggunakan kalimat tanya balik.\n\nMisalnya saat kamu mencetak dokumen, atasan berkata “Kenapa hanya mencetak satu salinan?”\nJika atasan mengungkapkan dengan cara lain, misalnya mengatakan bahwa dokumen ini perlu dicetak dua salinan.\nMana yang menurutmu lebih mudah diterima?\n\nContoh lain, saat kamu terburu-buru keluar rumah dan tiba-tiba kunci hilang.\nPasanganmu berkata “Apakah kamu lupa menaruh kunci di kamar mandi lagi?”\nKalau dia mengungkapkan dengan cara lain, “Coba cek kamar mandi.”\nJelas, yang kedua terdengar jauh lebih nyaman.\n\nDalam psikologi, kalimat tanya balik dianggap mengandung sifat serangan, serta memiliki nuansa meremehkan.\n\nOleh karena itu, dalam komunikasi, gunakan kalimat tanya balik dengan hati-hati.\n\n2. Saat berkomunikasi, berikan apa yang diinginkan lawan bicara secara tepat waktu.\n\nOrang yang suka pamer biasanya menginginkan pujian, jadi puji dan sanjung mereka lebih banyak.\n\nOrang yang ragu-ragu menginginkan keberanian, jadi berikan pengakuan dan dorongan lebih banyak.\n\nOrang yang logikanya tidak jelas menginginkan kejelasan, jadi berikan rangkuman dan kesimpulan.\n\nOrang yang mudah marah menginginkan efisiensi, jadi buatlah komunikasi yang singkat, jelas, dan langsung ke pokok permasalahan, hemat waktu mereka.\n\n3. Bagaimana jika kerabat dan teman meminta tolong, takut tidak bisa membantu dan merusak hubungan, tapi juga malu menolak?\n\nBersikap tegas + bersama-sama mencari solusi + membatasi\n\nLangkah pertama: bersikap tegas\nBaik, tenang saja, hubungan kita sangat dekat, saya pasti akan berusaha sebaik mungkin.\n\nLangkah kedua: bersama-sama mencari solusi\nIni sangat penting, saya rasa kita harus mencari beberapa orang lain untuk bertanya, kita bagi tugas agar memastikan hal ini benar-benar terlaksana.\n\nLangkah ketiga: membatasi\nJangan sungkan-sungkan sama saya, hubungan kita baik, membantu adalah kewajiban saya. Tapi ingat, kalau sampai gagal, jangan salahkan saya.\n\nDengan cara ini, kamu memberi penghormatan kepada mereka sekaligus memberi jalan keluar untuk diri sendiri. Bahkan jika gagal, mereka tidak akan merasa berhutang dan merasa malu untuk menyalahkanmu.\n\n4. Bagaimana cara berbicara agar terlihat humoris dan disukai orang?\n\nHukum 1+1\nYaitu memuji satu hal lalu menambahkan hal lain.\n\nMisalnya, saat orang lain membantu kamu. Kamu bisa bilang, “Kamu tampak sangat menarik, dan cara kerjamu juga sangat menyenangkan, tidak heran orang menyukai kamu.”\n\nSaat memberi saran kepada orang lain, juga gunakan hukum 1+1.\nPertama berikan pengakuan, lalu berikan saran, jangan langsung memberi saran.\nMisalnya, saat rekan sedang rapat dan ingin memberi saran, bisa bilang:\n\nSelalu ingat, saat berbicara dan berbuat, utamakan mengikuti sifat manusia lawan bicara, penuhi kebutuhan mereka, agar mereka juga bisa memenuhi kebutuhanmu, sehingga hubunganmu berjalan lancar seperti ikan di air.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana menjadi orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi?\n\n1. Jangan pernah menggunakan kalimat tanya balik.\n\nMisalnya saat kamu mencetak dokumen, atasan berkata “Kenapa hanya mencetak satu salinan?”\nJika atasan mengungkapkan dengan cara lain, misalnya mengatakan bahwa dokumen ini perlu dicetak dua salinan.\nMana yang menurutmu lebih mudah diterima?\n\nContoh lain, saat kamu terburu-buru keluar rumah dan tiba-tiba kunci hilang.\nPasanganmu berkata “Apakah kamu lupa menaruh kunci di kamar mandi lagi?”\nKalau dia mengungkapkan dengan cara lain, “Coba cek kamar mandi.”\nJelas, yang kedua terdengar jauh lebih nyaman.\n\nDalam psikologi, kalimat tanya balik dianggap mengandung sifat serangan, serta memiliki nuansa meremehkan.\n\nOleh karena itu, dalam komunikasi, gunakan kalimat tanya balik dengan hati-hati.\n\n2. Saat berkomunikasi, berikan apa yang diinginkan lawan bicara secara tepat waktu.\n\nOrang yang suka pamer biasanya menginginkan pujian, jadi puji dan sanjung mereka lebih banyak.\n\nOrang yang ragu-ragu menginginkan keberanian, jadi berikan pengakuan dan dorongan lebih banyak.\n\nOrang yang logikanya tidak jelas menginginkan kejelasan, jadi berikan rangkuman dan kesimpulan.\n\nOrang yang mudah marah menginginkan efisiensi, jadi buatlah komunikasi yang singkat, jelas, dan langsung ke pokok permasalahan, hemat waktu mereka.\n\n3. Bagaimana jika kerabat dan teman meminta tolong, takut tidak bisa membantu dan merusak hubungan, tapi juga malu menolak?\n\nBersikap tegas + bersama-sama mencari solusi + membatasi\n\nLangkah pertama: bersikap tegas\nBaik, tenang saja, hubungan kita sangat dekat, saya pasti akan berusaha sebaik mungkin.\n\nLangkah kedua: bersama-sama mencari solusi\nIni sangat penting, saya rasa kita harus mencari beberapa orang lain untuk bertanya, kita bagi tugas agar memastikan hal ini benar-benar terlaksana.\n\nLangkah ketiga: membatasi\nJangan sungkan-sungkan sama saya, hubungan kita baik, membantu adalah kewajiban saya. Tapi ingat, kalau sampai gagal, jangan salahkan saya.\n\nDengan cara ini, kamu memberi penghormatan kepada mereka sekaligus memberi jalan keluar untuk diri sendiri. Bahkan jika gagal, mereka tidak akan merasa berhutang dan merasa malu untuk menyalahkanmu.\n\n4. Bagaimana cara berbicara agar terlihat humoris dan disukai orang?\n\nHukum 1+1\nYaitu memuji satu hal lalu menambahkan hal lain.\n\nMisalnya, saat orang lain membantu kamu. Kamu bisa bilang, “Kamu tampak sangat menarik, dan cara kerjamu juga sangat menyenangkan, tidak heran orang menyukai kamu.”\n\nSaat memberi saran kepada orang lain, juga gunakan hukum 1+1.\nPertama berikan pengakuan, lalu berikan saran, jangan langsung memberi saran.\nMisalnya, saat rekan sedang rapat dan ingin memberi saran, bisa bilang:\n\nSelalu ingat, saat berbicara dan berbuat, utamakan mengikuti sifat manusia lawan bicara, penuhi kebutuhan mereka, agar mereka juga bisa memenuhi kebutuhanmu, sehingga hubunganmu berjalan lancar seperti ikan di air.