#永续合约交易 Melihat Trove meluncurkan ICO di Hyperliquid, dengan skala pendanaan sebesar 2,5 juta dolar AS dan valuasi FDV sebesar 20 juta dolar AS, membuat saya teringat jejak evolusi ekosistem DEX kontrak berkelanjutan selama beberapa tahun ini.
Masih ingat gelombang panas derivatif DeFi pada tahun 2021? Saat itu semua orang mengejar dYdX, Perp Protocol, dan proyek-proyek tersebut mengalami lonjakan valuasi, tetapi yang benar-benar bertahan dan menghasilkan permintaan transaksi yang berkelanjutan sangat sedikit. Intinya bukan seberapa baru konsepnya, melainkan apakah tiga pilar utama yaitu likuiditas, efisiensi modal, dan pengalaman pengguna benar-benar berjalan lancar.
Model Trove kali ini patut diperhatikan—desain 100% TGE unlock menunjukkan bahwa tim telah memahami likuiditas dengan lebih baik. Tidak seperti proyek-proyek lama yang melakukan unlock bertahap dan sering terjebak dalam tekanan inflasi jangka panjang. Strategi mendistribusikan bagian terlebih dahulu kepada pengguna Trove juga sudah umum, tetapi justru menunjukkan mereka tahu apa yang paling berharga: volume transaksi nyata dan daya tarik pengguna.
Namun, saya harus jujur, pelajaran dari beberapa tahun terakhir di jalur kontrak berkelanjutan mengajarkan kita bahwa skala pendanaan dan valuasi sendiri tidak banyak artinya. Yang penting adalah apakah mereka bisa benar-benar menembus di indikator utama seperti kedalaman transaksi, manajemen risiko, dan likuiditas lintas rantai. Hyperliquid sebagai infrastruktur sudah cukup baik, tetapi ekosistem yang makmur selalu pekerjaan yang berat.
Sejarah sering berulang, tetapi jarang yang benar-benar persis sama. Apakah putaran ini akan berbeda? Mari kita tunggu dan lihat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#永续合约交易 Melihat Trove meluncurkan ICO di Hyperliquid, dengan skala pendanaan sebesar 2,5 juta dolar AS dan valuasi FDV sebesar 20 juta dolar AS, membuat saya teringat jejak evolusi ekosistem DEX kontrak berkelanjutan selama beberapa tahun ini.
Masih ingat gelombang panas derivatif DeFi pada tahun 2021? Saat itu semua orang mengejar dYdX, Perp Protocol, dan proyek-proyek tersebut mengalami lonjakan valuasi, tetapi yang benar-benar bertahan dan menghasilkan permintaan transaksi yang berkelanjutan sangat sedikit. Intinya bukan seberapa baru konsepnya, melainkan apakah tiga pilar utama yaitu likuiditas, efisiensi modal, dan pengalaman pengguna benar-benar berjalan lancar.
Model Trove kali ini patut diperhatikan—desain 100% TGE unlock menunjukkan bahwa tim telah memahami likuiditas dengan lebih baik. Tidak seperti proyek-proyek lama yang melakukan unlock bertahap dan sering terjebak dalam tekanan inflasi jangka panjang. Strategi mendistribusikan bagian terlebih dahulu kepada pengguna Trove juga sudah umum, tetapi justru menunjukkan mereka tahu apa yang paling berharga: volume transaksi nyata dan daya tarik pengguna.
Namun, saya harus jujur, pelajaran dari beberapa tahun terakhir di jalur kontrak berkelanjutan mengajarkan kita bahwa skala pendanaan dan valuasi sendiri tidak banyak artinya. Yang penting adalah apakah mereka bisa benar-benar menembus di indikator utama seperti kedalaman transaksi, manajemen risiko, dan likuiditas lintas rantai. Hyperliquid sebagai infrastruktur sudah cukup baik, tetapi ekosistem yang makmur selalu pekerjaan yang berat.
Sejarah sering berulang, tetapi jarang yang benar-benar persis sama. Apakah putaran ini akan berbeda? Mari kita tunggu dan lihat.