Sebelumnya tentang diskusi mengenai Blob, kita lebih banyak fokus pada apa yang bisa disimpan dan bagaimana menyimpannya. Tetapi untuk benar-benar memahami mengapa Walrus bisa menjadi infrastruktur lapisan data yang berkelanjutan, kunci utamanya bukan pada penyimpanan itu sendiri, melainkan pada mekanisme pengelolaan seluruh siklus hidup Blob. Ini melibatkan batasan waktu, desain biaya, serta model ekonomi di baliknya—ini adalah faktor utama yang menentukan apakah seluruh sistem dapat berjalan secara stabil dalam jangka panjang.
Dari sudut pandang lain, data dalam sistem nyata tidak pernah statis. Data tersebut dibuat, sering dipanggil, diubah, diganti, dan akhirnya kedaluwarsa atau dibersihkan. Jika sistem hanya menyelesaikan "bagaimana menulis data secara efisien" dan mengabaikan evolusi data dari dimensi waktu, maka kompleksitas dan biaya akan semakin bertambah seperti bola salju yang menggelinding, semakin lama semakin besar, dan akhirnya tidak terkendali.
Pendekatan Walrus sangat berbeda. Ia tidak menganggap Blob sebagai sesuatu yang "sekali tulis dan selamanya disimpan", melainkan secara tegas mendefinisikannya sebagai objek jangka panjang yang menggunakan sumber daya jaringan. Ini berarti keberadaan Blob sendiri terus mengonsumsi ruang penyimpanan, bandwidth, dan kemampuan pemeliharaan node. Karena ada konsumsi, harus ada batas waktu dan batas biaya yang jelas untuk mendukungnya, tidak bisa seperti beberapa penyimpanan cloud terpusat yang menggunakan metode penagihan yang kabur untuk menutupi biaya nyata. Inilah kunci agar seluruh infrastruktur lapisan data dapat benar-benar koheren dan berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SchrodingersPaper
· 12jam yang lalu
Sial, akhirnya ada orang yang menjelaskan hal ini secara menyeluruh. Dulu semua orang cuma memuji Blob bisa menyimpan sebanyak mungkin, siapa sih yang peduli tentang seluruh siklus hidupnya, ternyata sekarang baru sadar bahwa manajemen biaya adalah nyawa utama, kalau tidak nanti akan mengalami kegagalan di ujung jalan
Lihat AsliBalas0
CrashHotline
· 12jam yang lalu
Oh, akhirnya ada yang menjelaskan secara mendalam, bukan soal menyimpan apa, tapi soal bagaimana mati.
Siklus hidup data ini memang sudah diabaikan terlalu lama, semua orang berpikir "berapa banyak yang bisa saya simpan", tidak ada yang memikirkan "setelah menyimpan, siapa yang akan membersihkan".
Gagasan Walrus ini sebenarnya adalah membuat biaya menjadi jelas, jangan lagi seperti penyimpanan awan tradisional yang seperti kotak hitam, ini cukup menarik.
Kalau dihitung, ekosistem baru bisa benar-benar hidup, kalau tidak, akhirnya semua menjadi utang buruk.
Lihat AsliBalas0
GameFiCritic
· 12jam yang lalu
Ini adalah inti dari masalahnya, terlalu banyak proyek hanya memikirkan cara menarik jumlah penyimpanan, sama sekali tidak memikirkan biaya siklus hidup data. Mekanisme batas waktu Walrus ini, sederhananya, adalah membuat biaya tersembunyi menjadi terlihat secara eksplisit, agar biaya tidak meluncur tak terkendali seperti bola salju.
Lihat AsliBalas0
AirdropHustler
· 12jam yang lalu
Bagus sekali, akhirnya ada yang mengangkat poin masalah dengan tepat. Sebelumnya memang semua orang hanya membahas efisiensi penyimpanan, sama sekali tidak peduli bagaimana data menghilang, makanya banyak proyek semakin membengkak.
Lihat AsliBalas0
governance_lurker
· 12jam yang lalu
Aduh, akhirnya ada yang benar-benar mengungkapkan masalah ini, bukan omong kosong, diskusi sebelumnya yang hanya membahas efisiensi penyimpanan benar-benar membuat diri sendiri tertipu.
Manajemen siklus hidup adalah ujian yang sebenarnya, hanya memikirkan bagaimana memasukkan data saja tidak ada gunanya, siapa yang akan mengelola catatan buruk ini?
Sebelumnya tentang diskusi mengenai Blob, kita lebih banyak fokus pada apa yang bisa disimpan dan bagaimana menyimpannya. Tetapi untuk benar-benar memahami mengapa Walrus bisa menjadi infrastruktur lapisan data yang berkelanjutan, kunci utamanya bukan pada penyimpanan itu sendiri, melainkan pada mekanisme pengelolaan seluruh siklus hidup Blob. Ini melibatkan batasan waktu, desain biaya, serta model ekonomi di baliknya—ini adalah faktor utama yang menentukan apakah seluruh sistem dapat berjalan secara stabil dalam jangka panjang.
Dari sudut pandang lain, data dalam sistem nyata tidak pernah statis. Data tersebut dibuat, sering dipanggil, diubah, diganti, dan akhirnya kedaluwarsa atau dibersihkan. Jika sistem hanya menyelesaikan "bagaimana menulis data secara efisien" dan mengabaikan evolusi data dari dimensi waktu, maka kompleksitas dan biaya akan semakin bertambah seperti bola salju yang menggelinding, semakin lama semakin besar, dan akhirnya tidak terkendali.
Pendekatan Walrus sangat berbeda. Ia tidak menganggap Blob sebagai sesuatu yang "sekali tulis dan selamanya disimpan", melainkan secara tegas mendefinisikannya sebagai objek jangka panjang yang menggunakan sumber daya jaringan. Ini berarti keberadaan Blob sendiri terus mengonsumsi ruang penyimpanan, bandwidth, dan kemampuan pemeliharaan node. Karena ada konsumsi, harus ada batas waktu dan batas biaya yang jelas untuk mendukungnya, tidak bisa seperti beberapa penyimpanan cloud terpusat yang menggunakan metode penagihan yang kabur untuk menutupi biaya nyata. Inilah kunci agar seluruh infrastruktur lapisan data dapat benar-benar koheren dan berkelanjutan.