Amerika Serikat mengalami rebound saat pasar sahamnya dibuka pada 22 Januari (Kamis), setelah mengalami penurunan besar di hari sebelumnya. Tiga indeks utama semuanya menguat, dengan Dow Jones naik 311,32 poin (0,63%), Nasdaq Composite naik 213,91 poin (0,92%), dan S&P 500 naik 47,3 poin (0,69%). Di balik rebound ini, terdapat pemulihan sentimen pasar serta dorongan dari ramalan optimis Trump.
Dari Penurunan Besar ke Rebound: Perubahan Cepat Sentimen Pasar
Penurunan besar di hari sebelumnya
Jika dibandingkan, pada 21 Januari (Rabu), pasar saham AS mengalami penurunan signifikan. Hari itu, Dow Jones turun 1,76%, S&P 500 turun 2,06% (penurunan harian terbesar sejak Oktober), dan Nasdaq turun 2,39%. Pemicu utama penurunan ini adalah ancaman Trump kembali untuk menaikkan tarif terhadap delapan negara Eropa, serta penegasan posisi keras terkait Greenland, yang memicu kekhawatiran perang dagang global. Saat itu, saham teknologi besar turun semua, Nvidia turun 4,38%, Tesla turun 4,17%, Oracle turun 5,85%.
Kecepatan Perubahan Sentimen
Dari ketakutan hari Rabu ke rebound hari Kamis, jarak waktunya tidak lebih dari 24 jam. Perubahan cepat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar melakukan penilaian ulang terhadap penurunan hari sebelumnya. Beberapa analisis menyebutkan bahwa penjualan hari Rabu mungkin berlebihan merespons ancaman tarif, sementara rebound hari Kamis mencerminkan pasar yang kembali rasional setelah mencerna risiko.
Efek Ganda dari Pernyataan Trump
Ramalan optimis meningkatkan kepercayaan
Pada 21 Januari, Trump menyatakan bahwa koreksi pasar saham terakhir hanyalah masalah kecil, dan pasar akan terus melonjak. Ia memprediksi Dow Jones bisa mencapai 50.000 poin dalam waktu relatif singkat, bahkan berlipat ganda menjadi 100.000 poin. Meskipun pernyataan ini kurang didukung oleh dasar konkret, dikeluarkan setelah pasar turun, sehingga secara efektif menstabilkan ekspektasi investor. Saat ini, Dow Jones berada di 49.388,55 poin, hanya selangkah lagi dari 50.000 poin, yang semakin memperkuat ekspektasi rebound jangka pendek pasar.
Ketidakpastian Ekspektasi Kebijakan
Perlu dicatat bahwa ancaman tarif dan ramalan optimis Trump terkait waktu sangat berdekatan, mencerminkan ketidakpastian kebijakan yang dihadapi pasar saat ini. Saat mencerna sinyal kebijakan, pasar cenderung bereaksi berlebihan, dan pola turun-naik ini sudah menjadi hal yang umum.
Pergerakan Independen Cryptocurrency
Divergensi dengan pasar saham AS
Perlu diperhatikan bahwa kinerja Bitcoin menunjukkan kontras yang mencolok dengan pasar saham AS. Berdasarkan berita terbaru, BTC turun selama tujuh hari berturut-turut, mendekati 88.000 dolar AS, dan berpotensi mencatat rekor penurunan beruntun terpanjang sejak Mei 2023. Ini menunjukkan bahwa pasar cryptocurrency tetap lemah saat pasar saham rebound, berperilaku seperti aset risiko.
Divergensi struktural pasar
Divergensi ini mencerminkan kompleksitas pasar saat ini. Respon pasar ke pasar keuangan tradisional (saham AS) dan pasar cryptocurrency berbeda, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan struktur peserta pasar, preferensi risiko, dan karakteristik likuiditas di kedua pasar.
Dampak Keterkaitan Pasar Global
Rebound serentak A-shares
Didorong oleh rebound pasar saham AS, A-shares juga menunjukkan performa positif. Pada 22 Januari, A-shares dibuka rendah lalu menguat, dengan indeks Shanghai Composite kembali menembus angka 4100, dan indeks STAR Market 50 memimpin kenaikan sebesar 3,5%. Ini menunjukkan bahwa korelasi antar pasar saham utama dunia tetap signifikan.
Yuan offshore stabil
Selain itu, nilai tukar yuan offshore stabil di sekitar 6,95, semakin meningkatkan sentimen pasar. Rebound serentak di berbagai pasar ini memberikan dasar dukungan tertentu untuk pergerakan selanjutnya.
Pengamatan Kunci Pergerakan Jangka Pendek
Konsistensi rebound
Secara teknikal, ketiga indeks utama AS dibuka menguat lebih dari 0,6%, menunjukkan bahwa momentum awal rebound cukup kuat. Namun, keberlanjutannya tergantung pada munculnya berita positif atau negatif baru di masa mendatang.
Risiko yang perlu diperhatikan
Ancaman tarif Trump tetap menjadi faktor ketidakpastian pasar. Jika ada ancaman tarif baru atau eskalasi sengketa dagang, pasar bisa kembali turun. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS (kemarin, imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang melonjak 26 basis poin) juga perlu diperhatikan, karena berpotensi mempengaruhi likuiditas global.
Kesimpulan
Rebound pasar saham AS pada Kamis menandai pemulihan cepat sentimen pasar, tetapi apakah rebound ini akan berkembang menjadi tren kenaikan yang berkelanjutan masih perlu waktu untuk diverifikasi. Ramalan Trump tentang 50.000 poin memang meningkatkan kepercayaan pasar, tetapi ketidakpastian kebijakan tetap ada. Penurunan berkelanjutan cryptocurrency dan divergensi dengan rebound pasar saham mencerminkan kompleksitas struktur pasar. Investor perlu menyeimbangkan antara ekspektasi optimis dan kewaspadaan risiko, serta memantau perkembangan kebijakan dan perubahan likuiditas global. Dalam jangka pendek, keberhasilan pasar saham AS menembus level tertinggi sebelumnya akan menjadi kunci dalam menilai arah pergerakan selanjutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham AS pulih dengan cepat dari penurunan besar, akankah ramalan Trump tentang 50.000 poin menjadi kenyataan
Amerika Serikat mengalami rebound saat pasar sahamnya dibuka pada 22 Januari (Kamis), setelah mengalami penurunan besar di hari sebelumnya. Tiga indeks utama semuanya menguat, dengan Dow Jones naik 311,32 poin (0,63%), Nasdaq Composite naik 213,91 poin (0,92%), dan S&P 500 naik 47,3 poin (0,69%). Di balik rebound ini, terdapat pemulihan sentimen pasar serta dorongan dari ramalan optimis Trump.
Dari Penurunan Besar ke Rebound: Perubahan Cepat Sentimen Pasar
Penurunan besar di hari sebelumnya
Jika dibandingkan, pada 21 Januari (Rabu), pasar saham AS mengalami penurunan signifikan. Hari itu, Dow Jones turun 1,76%, S&P 500 turun 2,06% (penurunan harian terbesar sejak Oktober), dan Nasdaq turun 2,39%. Pemicu utama penurunan ini adalah ancaman Trump kembali untuk menaikkan tarif terhadap delapan negara Eropa, serta penegasan posisi keras terkait Greenland, yang memicu kekhawatiran perang dagang global. Saat itu, saham teknologi besar turun semua, Nvidia turun 4,38%, Tesla turun 4,17%, Oracle turun 5,85%.
Kecepatan Perubahan Sentimen
Dari ketakutan hari Rabu ke rebound hari Kamis, jarak waktunya tidak lebih dari 24 jam. Perubahan cepat ini menunjukkan bahwa pelaku pasar melakukan penilaian ulang terhadap penurunan hari sebelumnya. Beberapa analisis menyebutkan bahwa penjualan hari Rabu mungkin berlebihan merespons ancaman tarif, sementara rebound hari Kamis mencerminkan pasar yang kembali rasional setelah mencerna risiko.
Efek Ganda dari Pernyataan Trump
Ramalan optimis meningkatkan kepercayaan
Pada 21 Januari, Trump menyatakan bahwa koreksi pasar saham terakhir hanyalah masalah kecil, dan pasar akan terus melonjak. Ia memprediksi Dow Jones bisa mencapai 50.000 poin dalam waktu relatif singkat, bahkan berlipat ganda menjadi 100.000 poin. Meskipun pernyataan ini kurang didukung oleh dasar konkret, dikeluarkan setelah pasar turun, sehingga secara efektif menstabilkan ekspektasi investor. Saat ini, Dow Jones berada di 49.388,55 poin, hanya selangkah lagi dari 50.000 poin, yang semakin memperkuat ekspektasi rebound jangka pendek pasar.
Ketidakpastian Ekspektasi Kebijakan
Perlu dicatat bahwa ancaman tarif dan ramalan optimis Trump terkait waktu sangat berdekatan, mencerminkan ketidakpastian kebijakan yang dihadapi pasar saat ini. Saat mencerna sinyal kebijakan, pasar cenderung bereaksi berlebihan, dan pola turun-naik ini sudah menjadi hal yang umum.
Pergerakan Independen Cryptocurrency
Divergensi dengan pasar saham AS
Perlu diperhatikan bahwa kinerja Bitcoin menunjukkan kontras yang mencolok dengan pasar saham AS. Berdasarkan berita terbaru, BTC turun selama tujuh hari berturut-turut, mendekati 88.000 dolar AS, dan berpotensi mencatat rekor penurunan beruntun terpanjang sejak Mei 2023. Ini menunjukkan bahwa pasar cryptocurrency tetap lemah saat pasar saham rebound, berperilaku seperti aset risiko.
Divergensi struktural pasar
Divergensi ini mencerminkan kompleksitas pasar saat ini. Respon pasar ke pasar keuangan tradisional (saham AS) dan pasar cryptocurrency berbeda, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan struktur peserta pasar, preferensi risiko, dan karakteristik likuiditas di kedua pasar.
Dampak Keterkaitan Pasar Global
Rebound serentak A-shares
Didorong oleh rebound pasar saham AS, A-shares juga menunjukkan performa positif. Pada 22 Januari, A-shares dibuka rendah lalu menguat, dengan indeks Shanghai Composite kembali menembus angka 4100, dan indeks STAR Market 50 memimpin kenaikan sebesar 3,5%. Ini menunjukkan bahwa korelasi antar pasar saham utama dunia tetap signifikan.
Yuan offshore stabil
Selain itu, nilai tukar yuan offshore stabil di sekitar 6,95, semakin meningkatkan sentimen pasar. Rebound serentak di berbagai pasar ini memberikan dasar dukungan tertentu untuk pergerakan selanjutnya.
Pengamatan Kunci Pergerakan Jangka Pendek
Konsistensi rebound
Secara teknikal, ketiga indeks utama AS dibuka menguat lebih dari 0,6%, menunjukkan bahwa momentum awal rebound cukup kuat. Namun, keberlanjutannya tergantung pada munculnya berita positif atau negatif baru di masa mendatang.
Risiko yang perlu diperhatikan
Ancaman tarif Trump tetap menjadi faktor ketidakpastian pasar. Jika ada ancaman tarif baru atau eskalasi sengketa dagang, pasar bisa kembali turun. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS (kemarin, imbal hasil obligasi 30 tahun Jepang melonjak 26 basis poin) juga perlu diperhatikan, karena berpotensi mempengaruhi likuiditas global.
Kesimpulan
Rebound pasar saham AS pada Kamis menandai pemulihan cepat sentimen pasar, tetapi apakah rebound ini akan berkembang menjadi tren kenaikan yang berkelanjutan masih perlu waktu untuk diverifikasi. Ramalan Trump tentang 50.000 poin memang meningkatkan kepercayaan pasar, tetapi ketidakpastian kebijakan tetap ada. Penurunan berkelanjutan cryptocurrency dan divergensi dengan rebound pasar saham mencerminkan kompleksitas struktur pasar. Investor perlu menyeimbangkan antara ekspektasi optimis dan kewaspadaan risiko, serta memantau perkembangan kebijakan dan perubahan likuiditas global. Dalam jangka pendek, keberhasilan pasar saham AS menembus level tertinggi sebelumnya akan menjadi kunci dalam menilai arah pergerakan selanjutnya.