Keluarga biasa yang terbesar obsesinya adalah menasihati anak-anak mereka untuk “belajar keterampilan”.\n\nBelajar pemrograman, belajar akuntansi, belajar memperbaiki mobil. Logikanya sangat sederhana: selama kamu bisa bekerja, kamu akan punya penghasilan seumur hidup. Benar, ini disebut membentuk “orang alat” yang sempurna.\n\nLihat lagi apa yang diajarkan orang kaya di sekolah swasta? Membaca sejarah kekaisaran, bermain poker Texas Hold'em, melakukan apresiasi seni. Kamu pikir hal-hal ini “kosong”, tidak berguna?\n\nSalah besar. Belajar keterampilan adalah agar kamu bisa menjual diri dengan harga tinggi, yaitu “digunakan”; belajar strategi dan keuangan adalah agar kamu tahu bagaimana membeli dirimu dengan harga rendah, yaitu “pengguna”; belajar seni adalah untuk membangun tembok estetika yang kamu sendiri tidak mengerti, memisahkan orang kaya mendadak dan kamu di luar lingkaran.\n\nAkhirnya sering kali sangat kejam: kamu menghabiskan malam untuk mempelajari cara mengencangkan sekrup, sementara dia di ruang cerutu memikirkan, di posisi mana kamu paling menguntungkan untuk ditempatkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Keluarga biasa yang terbesar obsesinya adalah menasihati anak-anak mereka untuk “belajar keterampilan”.\n\nBelajar pemrograman, belajar akuntansi, belajar memperbaiki mobil. Logikanya sangat sederhana: selama kamu bisa bekerja, kamu akan punya penghasilan seumur hidup. Benar, ini disebut membentuk “orang alat” yang sempurna.\n\nLihat lagi apa yang diajarkan orang kaya di sekolah swasta? Membaca sejarah kekaisaran, bermain poker Texas Hold'em, melakukan apresiasi seni. Kamu pikir hal-hal ini “kosong”, tidak berguna?\n\nSalah besar. Belajar keterampilan adalah agar kamu bisa menjual diri dengan harga tinggi, yaitu “digunakan”; belajar strategi dan keuangan adalah agar kamu tahu bagaimana membeli dirimu dengan harga rendah, yaitu “pengguna”; belajar seni adalah untuk membangun tembok estetika yang kamu sendiri tidak mengerti, memisahkan orang kaya mendadak dan kamu di luar lingkaran.\n\nAkhirnya sering kali sangat kejam: kamu menghabiskan malam untuk mempelajari cara mengencangkan sekrup, sementara dia di ruang cerutu memikirkan, di posisi mana kamu paling menguntungkan untuk ditempatkan.