Futures gas alam sedang panas-panasnya. Dalam hanya tiga hari perdagangan, harga telah naik 78%—mencapai level tertinggi sejak Desember 2022. Penyebabnya? Gelombang dingin yang brutal menyapu seluruh AS menciptakan badai sempurna untuk pasar energi. Di satu sisi, suhu yang sangat dingin meningkatkan permintaan pemanasan ke tingkat yang membebani rantai pasokan. Di sisi lain, ini secara bersamaan menyumbat produksi—pipa yang membeku di fasilitas produksi memaksa penutupan dan mengurangi aliran gas ke jaringan. Ini adalah contoh klasik dari tekanan penawaran dan permintaan. Ketika permintaan melonjak sementara pasokan menyusut pada saat yang sama, harga tidak hanya naik sedikit—mereka melonjak. Bagi para trader dan analis energi yang memantau siklus komoditas, ini adalah jenis volatilitas yang menyebar ke berbagai pasar. Gelombang dingin seperti ini mengingatkan kita bahwa kendala fisik—bukan hanya sentimen pasar—dapat mengubah penemuan harga secara real time.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-a606bf0c
· 01-23 16:06
Ya ampun, gas alam melonjak 78% dalam tiga hari, gelombang udara dingin ini secara paksa mendorong harga ke level tertinggi dalam dua tahun, benar-benar luar biasa
Lihat AsliBalas0
token_therapist
· 01-23 15:24
Cuaca berubah, harga berjangka gas alam langsung melonjak 78%... Inilah kenyataannya, pasokan menekan permintaan lalu meningkat lagi, bagaimana harga tidak melambung?
Lihat AsliBalas0
RetroHodler91
· 01-23 01:15
Saat cuaca dingin, harga listrik langsung melambung tinggi, operasi kali ini memang luar biasa... pipa beku menyebabkan pengurangan produksi, permintaan pemanasan pun melonjak, serangan pasokan yang sempurna, tidak heran naik 78% dalam tiga hari
Lihat AsliBalas0
RamenDeFiSurvivor
· 01-22 12:38
Ya ampun, 78%?Hanya dalam tiga hari? Masalah tabung beku ini benar-benar bisa merusak pasar energi.
Lihat AsliBalas0
UnruggableChad
· 01-22 12:37
Cuaca benar-benar bisa mengguncang pasar energi, naik 78% dalam tiga hari... Ini benar-benar gangguan pasokan yang sesungguhnya.
Lihat AsliBalas0
BearHugger
· 01-22 12:36
Begitu cuaca dingin, gas alam langsung melonjak tajam, kali ini langsung 78%, agak di luar nalar... Apakah benar-benar pipa beku bisa mempengaruhi pasar seperti ini?
Lihat AsliBalas0
nft_widow
· 01-22 12:13
Wah, gas alam berlipat ganda dalam seminggu? Ini benar-benar kenyataan, semuanya
Lihat AsliBalas0
LiquidityWhisperer
· 01-22 12:10
Saat cuaca dingin, harga listrik langsung melonjak. Kenaikan sebesar 78% kali ini benar-benar di luar nalar, bahkan bisa membuat pipa pembeku pun merusak seluruh pasar
Futures gas alam sedang panas-panasnya. Dalam hanya tiga hari perdagangan, harga telah naik 78%—mencapai level tertinggi sejak Desember 2022. Penyebabnya? Gelombang dingin yang brutal menyapu seluruh AS menciptakan badai sempurna untuk pasar energi. Di satu sisi, suhu yang sangat dingin meningkatkan permintaan pemanasan ke tingkat yang membebani rantai pasokan. Di sisi lain, ini secara bersamaan menyumbat produksi—pipa yang membeku di fasilitas produksi memaksa penutupan dan mengurangi aliran gas ke jaringan. Ini adalah contoh klasik dari tekanan penawaran dan permintaan. Ketika permintaan melonjak sementara pasokan menyusut pada saat yang sama, harga tidak hanya naik sedikit—mereka melonjak. Bagi para trader dan analis energi yang memantau siklus komoditas, ini adalah jenis volatilitas yang menyebar ke berbagai pasar. Gelombang dingin seperti ini mengingatkan kita bahwa kendala fisik—bukan hanya sentimen pasar—dapat mengubah penemuan harga secara real time.