Pasar derivatif terbesar di dunia, CME Group, kembali memperdalam penempatan kontrak berjangka cryptocurrency dengan mengumumkan peluncuran kontrak berjangka Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM). Langkah ini secara luas dipandang sebagai tonggak penting yang membuka pintu keberhasilan ETF spot AS untuk ketiga cryptocurrency ini di masa depan.
Berdasarkan pengumuman resmi, CME berkomitmen untuk membangun ekosistem derivatif cryptocurrency yang lengkap, menyediakan alat manajemen risiko berlapis-lapis bagi investor institusi dan ritel. Peluncuran kontrak berjangka ini semakin memperkuat posisi CME sebagai pemimpin dalam perdagangan aset kripto.
Perbedaan Desain Spesifikasi Ketiga Kontrak Berjangka
Untuk memenuhi kebutuhan berbagai investor, CME merancang spesifikasi kontrak yang fleksibel. Setiap cryptocurrency menawarkan pilihan kontrak standar dan mikro, memungkinkan ritel dan institusi melakukan perdagangan dengan leverage yang sesuai.
Kontrak berjangka ADA: Ukuran kontrak standar adalah 100.000 koin, kontrak mikro adalah 10.000 koin.
Kontrak berjangka LINK: Ukuran kontrak standar adalah 5.000 koin, kontrak mikro adalah 250 koin.
Kontrak berjangka XLM: Ukuran kontrak standar adalah 250.000 koin, kontrak mikro adalah 12.500 koin.
Desain kontrak berjenjang ini tidak hanya menurunkan ambang masuk bagi ritel, tetapi juga memberikan ruang efisiensi modal yang lebih tinggi bagi institusi.
Permintaan Pasar Dorong Inovasi Berjangka
Giovanni Vicioso, Kepala Produk Cryptocurrency global CME, menyatakan bahwa pertumbuhan pesat pasar kripto dalam satu tahun terakhir telah memunculkan kebutuhan kuat dari investor terhadap alat lindung nilai yang teratur dan terpercaya. Dengan merancang kontrak berjangka yang fleksibel, peserta pasar dapat mengelola risiko harga secara lebih efektif dan mengalokasikan modal dengan lebih efisien.
Pernyataan ini menyiratkan sinyal penting: keyakinan teguh dari bursa besar terhadap prospek pasar aset kripto. Ketika raksasa keuangan tradisional seperti CME terus menambah produk derivatif kripto, itu adalah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada pasar.
Dari Berjangka ke ETF Spot, Ini Jalan Wajib Pengembangan
Melihat proses mainstreamisasi cryptocurrency, jalur yang jelas mulai terbentuk: kematangan pasar berjangka sering menjadi syarat utama disetujuinya ETF spot.
Perkembangan Bitcoin dan Ethereum telah membuktikan pola ini. Keduanya terlebih dahulu membangun pasar berjangka yang matang di CME, mengumpulkan kedalaman perdagangan dan transparansi penetapan harga yang cukup, sebelum akhirnya membuka jalan bagi ETF spot AS. Kini Solana (SOL) dan Ripple (XRP) mengikuti jalur yang sama.
Peluncuran kontrak berjangka ADA, LINK, dan XLM tidak diragukan lagi menandakan peningkatan posisi ketiga proyek ini dalam rencana strategis CME. Secara umum, industri menganggap ini sebagai ujian penting bagi mereka untuk memasuki pasar ETF spot di masa depan.
Performa Kapitalisasi Pasar dan Posisi Pasar Tiga Proyek
Berdasarkan data terbaru (hingga Januari 2026), ketiga proyek ini memiliki skala berbeda di pasar kripto:
Cardano (ADA) dengan kapitalisasi pasar sekitar 1,351 miliar dolar AS, menempati posisi penting dalam peringkat cryptocurrency
Chainlink (LINK) sebagai penyedia oracle terkemuka di industri, dengan kapitalisasi pasar sekitar 885 juta dolar AS
Stellar (XLM) yang fokus di bidang pembayaran lintas batas, dengan kapitalisasi pasar sekitar 697 juta dolar AS
Meskipun skala ketiganya berbeda, semuanya mewakili ekosistem kripto unggulan dalam berbagai skenario aplikasi, dan memenuhi standar pemilihan kontrak berjangka CME.
Sejarah Ekspansi Peta Kripto CME
Sejak peluncuran kontrak berjangka Bitcoin pada 2017, CME telah memegang peran sebagai pelopor dalam membawa cryptocurrency ke pasar keuangan utama. Dalam beberapa tahun terakhir, lini produk derivatif kripto mereka telah mencakup kontrak berjangka Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana, serta opsi berjangka dan instrumen kompleks lainnya.
Pada tahun 2025, performa kontrak berjangka dan opsi berjangka CME menunjukkan hasil yang gemilang, dengan volume transaksi harian mencapai 278.300 kontrak, nilai nominal sekitar 12 miliar dolar AS; volume open interest harian mencapai 313.900 kontrak, nilai nominal sekitar 26,4 miliar dolar AS. Data ini menunjukkan permintaan kuat dari institusi terhadap derivatif kripto yang teratur dan transparan.
Pandangan Masa Depan: Perluasan Berkelanjutan Pasar Berjangka
Peluncuran kontrak berjangka ADA, LINK, dan XLM menandai ekspansi penting lain dari ekosistem derivatif kripto CME. Dengan semakin banyak aset kripto utama yang mendapatkan hak perdagangan berjangka, likuiditas pasar secara keseluruhan akan meningkat, dan mekanisme penetapan harga akan menjadi lebih transparan.
Bagi investor, penguatan pasar berjangka berarti alat manajemen risiko yang lebih lengkap; bagi ekosistem kripto, ini adalah langkah penting menuju sistematisasi dan regulasi. Diperkirakan, kematangan pasar berjangka akan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk persetujuan ETF spot di masa depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
CME mengatur peta jalan futures cryptocurrency, ADA, LINK, XLM mendapatkan kontrak futures baru
Pasar derivatif terbesar di dunia, CME Group, kembali memperdalam penempatan kontrak berjangka cryptocurrency dengan mengumumkan peluncuran kontrak berjangka Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM). Langkah ini secara luas dipandang sebagai tonggak penting yang membuka pintu keberhasilan ETF spot AS untuk ketiga cryptocurrency ini di masa depan.
Berdasarkan pengumuman resmi, CME berkomitmen untuk membangun ekosistem derivatif cryptocurrency yang lengkap, menyediakan alat manajemen risiko berlapis-lapis bagi investor institusi dan ritel. Peluncuran kontrak berjangka ini semakin memperkuat posisi CME sebagai pemimpin dalam perdagangan aset kripto.
Perbedaan Desain Spesifikasi Ketiga Kontrak Berjangka
Untuk memenuhi kebutuhan berbagai investor, CME merancang spesifikasi kontrak yang fleksibel. Setiap cryptocurrency menawarkan pilihan kontrak standar dan mikro, memungkinkan ritel dan institusi melakukan perdagangan dengan leverage yang sesuai.
Kontrak berjangka ADA: Ukuran kontrak standar adalah 100.000 koin, kontrak mikro adalah 10.000 koin.
Kontrak berjangka LINK: Ukuran kontrak standar adalah 5.000 koin, kontrak mikro adalah 250 koin.
Kontrak berjangka XLM: Ukuran kontrak standar adalah 250.000 koin, kontrak mikro adalah 12.500 koin.
Desain kontrak berjenjang ini tidak hanya menurunkan ambang masuk bagi ritel, tetapi juga memberikan ruang efisiensi modal yang lebih tinggi bagi institusi.
Permintaan Pasar Dorong Inovasi Berjangka
Giovanni Vicioso, Kepala Produk Cryptocurrency global CME, menyatakan bahwa pertumbuhan pesat pasar kripto dalam satu tahun terakhir telah memunculkan kebutuhan kuat dari investor terhadap alat lindung nilai yang teratur dan terpercaya. Dengan merancang kontrak berjangka yang fleksibel, peserta pasar dapat mengelola risiko harga secara lebih efektif dan mengalokasikan modal dengan lebih efisien.
Pernyataan ini menyiratkan sinyal penting: keyakinan teguh dari bursa besar terhadap prospek pasar aset kripto. Ketika raksasa keuangan tradisional seperti CME terus menambah produk derivatif kripto, itu adalah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada pasar.
Dari Berjangka ke ETF Spot, Ini Jalan Wajib Pengembangan
Melihat proses mainstreamisasi cryptocurrency, jalur yang jelas mulai terbentuk: kematangan pasar berjangka sering menjadi syarat utama disetujuinya ETF spot.
Perkembangan Bitcoin dan Ethereum telah membuktikan pola ini. Keduanya terlebih dahulu membangun pasar berjangka yang matang di CME, mengumpulkan kedalaman perdagangan dan transparansi penetapan harga yang cukup, sebelum akhirnya membuka jalan bagi ETF spot AS. Kini Solana (SOL) dan Ripple (XRP) mengikuti jalur yang sama.
Peluncuran kontrak berjangka ADA, LINK, dan XLM tidak diragukan lagi menandakan peningkatan posisi ketiga proyek ini dalam rencana strategis CME. Secara umum, industri menganggap ini sebagai ujian penting bagi mereka untuk memasuki pasar ETF spot di masa depan.
Performa Kapitalisasi Pasar dan Posisi Pasar Tiga Proyek
Berdasarkan data terbaru (hingga Januari 2026), ketiga proyek ini memiliki skala berbeda di pasar kripto:
Meskipun skala ketiganya berbeda, semuanya mewakili ekosistem kripto unggulan dalam berbagai skenario aplikasi, dan memenuhi standar pemilihan kontrak berjangka CME.
Sejarah Ekspansi Peta Kripto CME
Sejak peluncuran kontrak berjangka Bitcoin pada 2017, CME telah memegang peran sebagai pelopor dalam membawa cryptocurrency ke pasar keuangan utama. Dalam beberapa tahun terakhir, lini produk derivatif kripto mereka telah mencakup kontrak berjangka Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana, serta opsi berjangka dan instrumen kompleks lainnya.
Pada tahun 2025, performa kontrak berjangka dan opsi berjangka CME menunjukkan hasil yang gemilang, dengan volume transaksi harian mencapai 278.300 kontrak, nilai nominal sekitar 12 miliar dolar AS; volume open interest harian mencapai 313.900 kontrak, nilai nominal sekitar 26,4 miliar dolar AS. Data ini menunjukkan permintaan kuat dari institusi terhadap derivatif kripto yang teratur dan transparan.
Pandangan Masa Depan: Perluasan Berkelanjutan Pasar Berjangka
Peluncuran kontrak berjangka ADA, LINK, dan XLM menandai ekspansi penting lain dari ekosistem derivatif kripto CME. Dengan semakin banyak aset kripto utama yang mendapatkan hak perdagangan berjangka, likuiditas pasar secara keseluruhan akan meningkat, dan mekanisme penetapan harga akan menjadi lebih transparan.
Bagi investor, penguatan pasar berjangka berarti alat manajemen risiko yang lebih lengkap; bagi ekosistem kripto, ini adalah langkah penting menuju sistematisasi dan regulasi. Diperkirakan, kematangan pasar berjangka akan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk persetujuan ETF spot di masa depan.