Hasil Rapat Federal Reserve Melampaui Ekspektasi? JPMorgan Ramalkan Federal Reserve "Tetap Diam", Mimpi Penurunan Suku Bunga di Pasar Kripto Hancur

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Ketika para pelaku pasar masih menantikan sinyal penurunan suku bunga, dunia perbankan investasi justru menyampaikan suara yang sangat berbeda. Prediksi terbaru hasil rapat Federal Reserve (Fed) dari Morgan Stanley mematahkan konsensus pasar tentang penurunan suku bunga, menunjukkan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan tingkat saat ini selama cukup lama, bahkan mungkin akan menaikkan suku bunga di masa depan. Hal ini tentu menjadi pukulan keras bagi pasar aset kripto yang selama ini mengandalkan kebijakan pelonggaran.

Ekspektasi pasar terpecah, konsensus penurunan suku bunga mulai runtuh

Menurut laporan Reuters, analisis Morgan Stanley memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75%, setidaknya hingga paruh pertama tahun ini tanpa adanya penyesuaian kebijakan. Lebih mengejutkan lagi, prediksi mereka menyebutkan bahwa langkah kebijakan berikutnya dari Fed baru akan muncul pada kuartal ketiga 2027, dan kemungkinan besar adalah kenaikan suku bunga sebesar 1 basis poin (25 basis poin), bukan penurunan seperti yang diharapkan pasar secara umum.

Namun, alat FedWatch dari CME menunjukkan suasana pasar yang sangat berbeda. Para trader aktif bertaruh besar pada skenario penurunan suku bunga, dengan ekspektasi setidaknya dua kali penurunan masing-masing 1 basis poin tahun ini. Banyak analis kripto juga memegang pandangan serupa, percaya bahwa penurunan biaya pinjaman akan kembali meningkatkan preferensi risiko pasar, dan selanjutnya memberikan sentimen positif bagi Bitcoin dan aset lainnya. Lukman Otunuga, analis pasar senior di FXTM, menyatakan: “Meskipun tahun 2025 menghadapi berbagai tantangan, dengan pengurangan pasokan dan ekspektasi penurunan suku bunga yang mendorong, Bitcoin diperkirakan akan mengalami rebound kuat pada 2026.”

Perbedaan pandangan ini mencerminkan ketidakpastian besar tentang arah hasil rapat Federal Reserve, dan kesenjangan ekspektasi antara pasar dan pembuat kebijakan semakin melebar.

Pasar tenaga kerja yang kuat menjadi penopang suku bunga yang tetap tinggi

Alasan Morgan Stanley bersikap konservatif terhadap penurunan suku bunga terutama didasarkan pada penilaian terhadap fundamental ekonomi AS. Berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru yang dirilis Desember 2025, tingkat pengangguran di AS secara tak terduga turun menjadi 4,4%, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang jauh melebihi ekspektasi dan sama sekali tidak sesuai dengan tanda-tanda pelemahan yang biasanya diamati saat Fed melakukan penurunan suku bunga.

Fundamental ekonomi yang kuat ini juga berhubungan dengan indikator kunci lainnya—hasil imbal obligasi pemerintah 10 tahun AS. Morgan Stanley menunjukkan bahwa indikator yang menjadi patokan penetapan harga aset global ini baru-baru ini menunjukkan sinyal teknikal yang positif, berpotensi menantang level 6% dalam satu tahun ke depan (saat ini sekitar 4,18%). Jika skenario ini terwujud, tekanan nyata akan muncul terhadap aset bervaluasi tinggi dan investasi berisiko.

Kekuatan di sisi penawaran juga menekan tekanan deflasi. Analis Morgan Stanley menegaskan bahwa meskipun jika pasar tenaga kerja menunjukkan kelemahan signifikan atau tingkat inflasi turun drastis, Fed masih memiliki kemungkinan untuk berbalik arah di kemudian hari, data ekonomi saat ini sama sekali tidak mendukung skenario tersebut.

Kolektif bank investasi berbalik, jendela penurunan suku bunga terus bergeser

Prediksi konservatif Morgan Stanley bukanlah satu-satunya. Fundamental ekonomi yang kuat telah memaksa Goldman Sachs dan Barclays serta bank investasi ternama lainnya untuk menyesuaikan kembali prediksi mereka tentang hasil rapat Federal Reserve. Sebelumnya, mereka memperkirakan Fed akan mulai menurunkan suku bunga pertama kali pada Maret atau Juni tahun ini, tetapi prediksi terbaru mereka menunda waktu tersebut ke September atau Desember, dan dalam beberapa kasus bahkan sampai 2027.

Perubahan ini mencerminkan penguatan pemahaman pasar terhadap ketahanan ekonomi AS. Meski komunitas kripto berharap banyak pada pergantian kepemimpinan Federal Reserve—Chairman Jerome Powell masa jabatan akan berakhir Mei 2025 dan secara umum pasar memperkirakan penggantinya akan mengambil kebijakan yang lebih moderat—jika fundamental ekonomi tetap kuat, bahkan dengan pelantikan ketua baru, jadwal perubahan kebijakan kemungkinan besar tidak akan bisa dipercepat secara signifikan.

Bagi aset kripto yang sangat bergantung pada likuiditas, penundaan hasil rapat Fed tentu menambah ketidakpastian jangka pendek. Pergeseran siklus penurunan suku bunga berarti lingkungan pelonggaran dana mungkin akan memakan waktu lebih lama, menantang daya dukung harga aset berisiko. Para pelaku pasar perlu menyesuaikan ekspektasi mereka dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan suku bunga tinggi yang lebih lama.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)