Perjalanan Shiba Inu di pasar kripto telah penuh gejolak, dan sinyal teknis terbaru mengkonfirmasi beban penjualan yang massive. Platform TheCryptoBasic melaporkan bahwa SHIB baru-baru ini mencatat death cross mingguan pertamanya sepanjang 2025, indikasi yang mencerminkan melemahnya kekuatan beli setelah fase konsolidasi panjang. Bagi mereka yang melakukan akumulasi di awal tahun, perkembangan ini tentu memberikan tekanan psikologis.
Sinyal Teknis dan Realitas Pasar
Death cross mingguan pada SHIB bukan sekadar angka di grafik – ini menggambarkan pergeseran sentimen dari optimisme menjadi kehati-hatian. Pola ini biasanya muncul ketika rata-rata bergerak jangka panjang memotong pendek jangka pendek ke arah bawah, memicu cascade selling dari trader yang lebih sensitif. Momentum yang sempat membaik bulan-bulan lalu kini menunjukkan kelelahan, tercermin dari volume yang menurun dan aksi take profit yang berkelanjutan.
Tekanan di Level Harga Rendah
SHIB saat ini berkonsolidasi di area yang dekat dengan support kritis. Setiap kali mencoba rebound, resistance yang tangguh menahan upaya rally. Pola ini menunjukkan distribusi yang masih berlangsung, dengan whale dan early holder yang berangsur melepas posisi mereka. Investor yang masuk dengan ekspektasi tinggi kini dihadapkan pada realitas pasar yang lebih sober.
Prospek untuk 2026: Faktor-Faktor yang Menentukan
Menjelang tahun depan, ada beberapa variable yang perlu diperhatikan untuk potential rebound inu ini. Pertama, roadmap development – utilitas dan ekosistem SHIB harus menunjukkan progress konkret. Kedua, kondisi makro pasar kripto secara keseluruhan, terutama pergerakan Bitcoin sebagai compass industri. Ketiga, adoption metrics dan burning mechanism yang mungkin diimplementasikan untuk mengurangi supply dan meningkatkan scarcity value.
Skenario bullish akan terbuka jika terjadi confluence antara break-out teknis dan narrative positif dari perkembangan ecosystem. Sebaliknya, sustaining di range bawah akan menciptakan accumulation zone yang attractive untuk patient investors dengan horizon jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Shiba Inu Menapak Dekat Bawah – Apa Faktor Kunci untuk Lompatan Inu Menjelang 2026?
Perjalanan Shiba Inu di pasar kripto telah penuh gejolak, dan sinyal teknis terbaru mengkonfirmasi beban penjualan yang massive. Platform TheCryptoBasic melaporkan bahwa SHIB baru-baru ini mencatat death cross mingguan pertamanya sepanjang 2025, indikasi yang mencerminkan melemahnya kekuatan beli setelah fase konsolidasi panjang. Bagi mereka yang melakukan akumulasi di awal tahun, perkembangan ini tentu memberikan tekanan psikologis.
Sinyal Teknis dan Realitas Pasar
Death cross mingguan pada SHIB bukan sekadar angka di grafik – ini menggambarkan pergeseran sentimen dari optimisme menjadi kehati-hatian. Pola ini biasanya muncul ketika rata-rata bergerak jangka panjang memotong pendek jangka pendek ke arah bawah, memicu cascade selling dari trader yang lebih sensitif. Momentum yang sempat membaik bulan-bulan lalu kini menunjukkan kelelahan, tercermin dari volume yang menurun dan aksi take profit yang berkelanjutan.
Tekanan di Level Harga Rendah
SHIB saat ini berkonsolidasi di area yang dekat dengan support kritis. Setiap kali mencoba rebound, resistance yang tangguh menahan upaya rally. Pola ini menunjukkan distribusi yang masih berlangsung, dengan whale dan early holder yang berangsur melepas posisi mereka. Investor yang masuk dengan ekspektasi tinggi kini dihadapkan pada realitas pasar yang lebih sober.
Prospek untuk 2026: Faktor-Faktor yang Menentukan
Menjelang tahun depan, ada beberapa variable yang perlu diperhatikan untuk potential rebound inu ini. Pertama, roadmap development – utilitas dan ekosistem SHIB harus menunjukkan progress konkret. Kedua, kondisi makro pasar kripto secara keseluruhan, terutama pergerakan Bitcoin sebagai compass industri. Ketiga, adoption metrics dan burning mechanism yang mungkin diimplementasikan untuk mengurangi supply dan meningkatkan scarcity value.
Skenario bullish akan terbuka jika terjadi confluence antara break-out teknis dan narrative positif dari perkembangan ecosystem. Sebaliknya, sustaining di range bawah akan menciptakan accumulation zone yang attractive untuk patient investors dengan horizon jangka panjang.