Mengapa Perlu Memperhatikan ROE? Rahasia Pemilihan Saham Warren Buffett
Maha investor Warren Buffett pernah menyatakan secara terbuka bahwa jika harus memilih satu indikator untuk menilai perusahaan, dia akan memilih ROE. Indikator keuangan sederhana namun kuat ini secara langsung mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan dana pemegang saham. Lantas, apa sebenarnya ROE itu? Mengapa begitu penting? Artikel ini akan membawa Anda memahami alat penting ini dalam pengambilan keputusan investasi.
Definisi Inti dan Makna Praktis ROE
ROE adalah singkatan dari Return on Equity, juga dikenal sebagai tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham, laba bersih terhadap ekuitas, atau tingkat pengembalian modal sendiri. Secara sederhana, ini adalah indikator yang mengukur berapa banyak laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari setiap 1 yuan modal pemegang saham yang diinvestasikan.
Cara perhitungan sangat langsung: ROE = Laba Bersih ÷ Ekuitas Bersih
Ekuitas bersih mencakup modal yang disetor oleh pemegang saham, cadangan perusahaan, dan laba ditahan. Semakin tinggi rasio ini, semakin banyak uang yang dihasilkan perusahaan dari uang pemegang saham, dan efisiensi manajemen dalam pengelolaan perusahaan juga semakin baik.
Sumber dana perusahaan terdiri dari dua bagian: pertama, modal sendiri yang langsung disetor oleh pemegang saham; kedua, dana eksternal yang diperoleh melalui pinjaman. Penggunaan leverage keuangan secara moderat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dana, tetapi penggunaan berlebihan akan meningkatkan risiko keuangan. ROE adalah indikator kunci untuk mengukur efisiensi penggunaan modal sendiri tersebut.
Memahami Lebih Dalam Metode Perhitungan ROE
Dalam kondisi sederhana, rumusnya adalah: ROE = Laba Setelah Pajak ÷ Ekuitas Pemilik
Contoh: Perusahaan A memiliki ekuitas bersih 1000 yuan dan laba setelah pajak tahunan 200 yuan, maka ROE adalah 20%; Perusahaan B memiliki ekuitas bersih 10000 yuan dan laba setelah pajak 500 yuan, ROE adalah 5%. Meskipun total laba perusahaan B lebih tinggi, perusahaan A menghasilkan lebih banyak keuntungan per unit modal.
Dalam praktik pasar saham, perhitungan menjadi lebih kompleks, memerlukan penggunaan rata-rata tertimbang dari laba bersih terhadap ekuitas, mempertimbangkan pengaruh penerbitan saham baru, konversi utang menjadi saham, buyback saham, dan lain-lain selama periode laporan. Desain ROE ini mengatasi kekurangan laba bersih per saham—misalnya, jika perusahaan mendistribusikan saham bonus yang menurunkan laba per saham, ROE tetap dapat mencerminkan kemampuan laba perusahaan secara akurat tanpa terpengaruh oleh distribusi saham tersebut.
ROE vs ROA vs ROI: Bagaimana Membedakan Ketiganya
Investor sering bingung membedakan tiga indikator penting ini, dan memahami perbedaannya sangat penting.
ROA (Return on Assets) mengukur laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari seluruh aset yang dimiliki (termasuk dana dari pemegang saham dan pinjaman). Rumusnya: ROA = Laba Bersih ÷ Total Aset. Ini mencerminkan efisiensi manajemen dalam menggunakan seluruh aset, bukan hanya modal sendiri.
ROI (Return on Investment) fokus pada proyek investasi tertentu, dengan rumus: ROI = Rata-rata laba tahunan ÷ Total investasi × 100%. Keunggulannya adalah perhitungannya sederhana, tetapi kekurangannya adalah tidak mempertimbangkan nilai waktu uang dan biasanya bersifat temporer.
ROE (Return on Equity) secara khusus fokus pada pengembalian modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham, sebagai indikator langsung dari pengembalian investasi pemegang saham. Ketiganya memiliki fokus berbeda, dan investor harus menggunakannya secara fleksibel sesuai tujuan analisis.
Perangkap Sebenarnya dalam Memilih Saham Berdasarkan ROE: Semakin Tinggi Tidak Selalu Lebih Baik
Banyak investor beranggapan bahwa “ROE semakin tinggi semakin baik”, tetapi dalam praktik nyata, persepsi ini bisa menyebabkan kerugian besar.
Melalui transformasi matematis, kita dapat menemukan hubungan penting: ROE = PB ÷ PE. Di mana PB adalah Price-to-Book ratio, dan PE adalah Price-to-Earnings ratio. Ini berarti agar ROE menjadi sangat tinggi, harus menurunkan PE (saham undervalued) atau menaikkan PB (ekuitas yang dinilai terlalu tinggi).
Perangkap PE rendah dengan ROE tinggi: Misalnya, saham dengan PE 10 kali dan PB 2 kali menghasilkan ROE 20%. Tetapi jika PE tetap 10 kali dan PB naik menjadi 5 kali, ROE akan mencapai 50%. ROE yang sangat tinggi ini biasanya tidak dapat dipertahankan, karena pasar akhirnya akan menyadari bahwa nilai ekuitas yang tinggi tersebut terlalu tinggi, menyebabkan harga saham koreksi.
Risiko kompetisi yang meningkat: ROE yang terlalu tinggi akan menarik masuknya pemain baru ke industri tersebut, meningkatkan kompetisi. Jika perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif yang kuat, mereka mudah tergantikan oleh perusahaan baru. Selain itu, perusahaan dengan ROE yang sudah sangat tinggi memiliki ruang pertumbuhan yang sangat terbatas. Meningkatkan ROE dari 2% ke 4% relatif mudah, tetapi dari 20% ke 40% jauh lebih sulit.
Standar Pemilihan Saham Secara Ilmiah Berdasarkan ROE
Berdasarkan analisis di atas, investor sebaiknya menggunakan standar berikut dalam memilih saham:
ROE yang paling wajar berada di kisaran 15%-25%. Rentang ini menghindari ROE yang terlalu rendah yang menunjukkan kemampuan menghasilkan laba yang lemah, sekaligus menghindari risiko keberlanjutan dari ROE yang terlalu tinggi.
Harus mengamati tren ROE minimal selama 5 tahun terakhir. Data historis dapat secara nyata mencerminkan apakah kemampuan menghasilkan laba perusahaan stabil dan meningkat. Kondisi ideal adalah ROE yang menunjukkan tren meningkat secara konsisten, menandakan kekuatan kompetitif perusahaan yang terus berkembang.
Hindari terbuai oleh ROE tinggi dalam satu tahun saja, karena bisa jadi disebabkan faktor khusus (seperti penurunan aset, buyback saham, dll). ROE yang stabil dan moderat biasanya lebih bernilai daripada ROE tinggi yang fluktuatif.
Ikhtisar Peringkat ROE Terbaik di Pasar Tahun 2023
Berikut adalah peringkat perusahaan dengan ROE tertinggi di pasar Taiwan, AS, dan Hong Kong tahun 2023. Perlu diingat bahwa ROE yang sangat tinggi (misalnya di atas 100%) biasanya disebabkan oleh ekuitas yang kecil atau adanya penyesuaian akuntansi, sehingga investor harus berhati-hati saat memilih saham.
10 Teratas ROE di Pasar Taiwan
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi Pasar (miliar TWD)
8080
Yungli United
167.07%
2.48
6409
Xusun
68.27%
1360.1
5278
Shangfan
60.83%
39.16
1218
Taishan
59.99%
131.75
3443
Chuangyi
59.55%
1768.96
3293
Xinxiang
58.55%
831.31
2915
Run Tai Chuan
57.19%
684.68
3529
Liguan
56.68%
1333.26
3308
Liande
55.38%
29.9
2404
Handang
51.37%
440.26
Data per Agustus 2023
10 Teratas ROE di Pasar AS
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi Pasar (miliar USD)
TZOO
Travelzoo
55283.3%
1.12
CLBT
Cellebrite
44830.5%
14.4
ABC
AmerisourceBergen
28805.8%
377.4
MSI
Motorola Solutions
3586.8%
470.3
GPP
Green Plains Partners
2609.7%
3.12
TBPH
Theravance Biopharma
1689.7%
5.68
FPAY
Flexshopper
1260.5%
0.48
AON
Aon PLC
973.3%
650.1
MTD
Mettler-Toledo International
889.3%
277.36
GPRK
GeoPark
836.8%
5.62
Data per Agustus 2023
10 Teratas ROE di Pasar Hong Kong
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi Pasar (miliar HKD)
02306
Lehua Entertainment
1568.7%
43.59
00526
Lishi Group Holdings
259.7%
3.54
02340
Shengbo Holdings
239.2%
1.04
00653
Zhuoyue Holdings
211.4%
2.63
00331
Fengtang Life Services
204.9%
26.64
00618
Peking University Resources
200.8%
11.87
00989
Huayin International Holdings
164.2%
25.21
09636
Jiufang Wealth
151.7%
75.97
08603
Liangqing Holdings
144.6%
5.44
00757
Sunshine Energy
126.2%
7.11
Data per Agustus 2023
Cara Mencari Data ROE Saham Individu
Jika ingin mengetahui performa ROE saham yang diminati, dapat diperoleh melalui:
Pasar Internasional: Google Finance dan Yahoo Finance menyediakan data ROE lengkap dan fitur filter peringkat di pasar AS dan Hong Kong. Investor dapat menyesuaikan pasar dan parameter sesuai kebutuhan untuk dengan cepat menemukan saham yang memenuhi kriteria.
Pasar Taiwan: Situs web broker besar Taiwan dan platform screening saham profesional menyediakan layanan peringkat ROE Taiwan, mendukung pengurutan dari yang tertinggi ke terendah.
Saran Praktis Investasi Berdasarkan ROE
ROE memang indikator utama untuk menilai kemampuan laba perusahaan, tetapi bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi. Pendekatan yang benar adalah:
Fokus pada kisaran ROE 15%-25%, hindari terbuai oleh ROE yang terlalu tinggi
Setidaknya analisis data selama 5 tahun terakhir, untuk menilai kestabilan dan tren peningkatan ROE
Gabungkan indikator valuasi lain seperti PE, PB, dan lain-lain, untuk evaluasi menyeluruh
Perhatikan prospek industri, untuk memastikan daya saing yang berkelanjutan
Pertahankan pemikiran independen dan mental yang baik, patuhi logika investasi pribadi
Inilah cara yang benar dalam menggunakan ROE untuk memilih saham secara ilmiah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indikator keuangan yang harus dipahami investor: Mengenal kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari ROE
Mengapa Perlu Memperhatikan ROE? Rahasia Pemilihan Saham Warren Buffett
Maha investor Warren Buffett pernah menyatakan secara terbuka bahwa jika harus memilih satu indikator untuk menilai perusahaan, dia akan memilih ROE. Indikator keuangan sederhana namun kuat ini secara langsung mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan dana pemegang saham. Lantas, apa sebenarnya ROE itu? Mengapa begitu penting? Artikel ini akan membawa Anda memahami alat penting ini dalam pengambilan keputusan investasi.
Definisi Inti dan Makna Praktis ROE
ROE adalah singkatan dari Return on Equity, juga dikenal sebagai tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham, laba bersih terhadap ekuitas, atau tingkat pengembalian modal sendiri. Secara sederhana, ini adalah indikator yang mengukur berapa banyak laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari setiap 1 yuan modal pemegang saham yang diinvestasikan.
Cara perhitungan sangat langsung: ROE = Laba Bersih ÷ Ekuitas Bersih
Ekuitas bersih mencakup modal yang disetor oleh pemegang saham, cadangan perusahaan, dan laba ditahan. Semakin tinggi rasio ini, semakin banyak uang yang dihasilkan perusahaan dari uang pemegang saham, dan efisiensi manajemen dalam pengelolaan perusahaan juga semakin baik.
Sumber dana perusahaan terdiri dari dua bagian: pertama, modal sendiri yang langsung disetor oleh pemegang saham; kedua, dana eksternal yang diperoleh melalui pinjaman. Penggunaan leverage keuangan secara moderat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dana, tetapi penggunaan berlebihan akan meningkatkan risiko keuangan. ROE adalah indikator kunci untuk mengukur efisiensi penggunaan modal sendiri tersebut.
Memahami Lebih Dalam Metode Perhitungan ROE
Dalam kondisi sederhana, rumusnya adalah: ROE = Laba Setelah Pajak ÷ Ekuitas Pemilik
Contoh: Perusahaan A memiliki ekuitas bersih 1000 yuan dan laba setelah pajak tahunan 200 yuan, maka ROE adalah 20%; Perusahaan B memiliki ekuitas bersih 10000 yuan dan laba setelah pajak 500 yuan, ROE adalah 5%. Meskipun total laba perusahaan B lebih tinggi, perusahaan A menghasilkan lebih banyak keuntungan per unit modal.
Dalam praktik pasar saham, perhitungan menjadi lebih kompleks, memerlukan penggunaan rata-rata tertimbang dari laba bersih terhadap ekuitas, mempertimbangkan pengaruh penerbitan saham baru, konversi utang menjadi saham, buyback saham, dan lain-lain selama periode laporan. Desain ROE ini mengatasi kekurangan laba bersih per saham—misalnya, jika perusahaan mendistribusikan saham bonus yang menurunkan laba per saham, ROE tetap dapat mencerminkan kemampuan laba perusahaan secara akurat tanpa terpengaruh oleh distribusi saham tersebut.
ROE vs ROA vs ROI: Bagaimana Membedakan Ketiganya
Investor sering bingung membedakan tiga indikator penting ini, dan memahami perbedaannya sangat penting.
ROA (Return on Assets) mengukur laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari seluruh aset yang dimiliki (termasuk dana dari pemegang saham dan pinjaman). Rumusnya: ROA = Laba Bersih ÷ Total Aset. Ini mencerminkan efisiensi manajemen dalam menggunakan seluruh aset, bukan hanya modal sendiri.
ROI (Return on Investment) fokus pada proyek investasi tertentu, dengan rumus: ROI = Rata-rata laba tahunan ÷ Total investasi × 100%. Keunggulannya adalah perhitungannya sederhana, tetapi kekurangannya adalah tidak mempertimbangkan nilai waktu uang dan biasanya bersifat temporer.
ROE (Return on Equity) secara khusus fokus pada pengembalian modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham, sebagai indikator langsung dari pengembalian investasi pemegang saham. Ketiganya memiliki fokus berbeda, dan investor harus menggunakannya secara fleksibel sesuai tujuan analisis.
Perangkap Sebenarnya dalam Memilih Saham Berdasarkan ROE: Semakin Tinggi Tidak Selalu Lebih Baik
Banyak investor beranggapan bahwa “ROE semakin tinggi semakin baik”, tetapi dalam praktik nyata, persepsi ini bisa menyebabkan kerugian besar.
Melalui transformasi matematis, kita dapat menemukan hubungan penting: ROE = PB ÷ PE. Di mana PB adalah Price-to-Book ratio, dan PE adalah Price-to-Earnings ratio. Ini berarti agar ROE menjadi sangat tinggi, harus menurunkan PE (saham undervalued) atau menaikkan PB (ekuitas yang dinilai terlalu tinggi).
Perangkap PE rendah dengan ROE tinggi: Misalnya, saham dengan PE 10 kali dan PB 2 kali menghasilkan ROE 20%. Tetapi jika PE tetap 10 kali dan PB naik menjadi 5 kali, ROE akan mencapai 50%. ROE yang sangat tinggi ini biasanya tidak dapat dipertahankan, karena pasar akhirnya akan menyadari bahwa nilai ekuitas yang tinggi tersebut terlalu tinggi, menyebabkan harga saham koreksi.
Risiko kompetisi yang meningkat: ROE yang terlalu tinggi akan menarik masuknya pemain baru ke industri tersebut, meningkatkan kompetisi. Jika perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif yang kuat, mereka mudah tergantikan oleh perusahaan baru. Selain itu, perusahaan dengan ROE yang sudah sangat tinggi memiliki ruang pertumbuhan yang sangat terbatas. Meningkatkan ROE dari 2% ke 4% relatif mudah, tetapi dari 20% ke 40% jauh lebih sulit.
Standar Pemilihan Saham Secara Ilmiah Berdasarkan ROE
Berdasarkan analisis di atas, investor sebaiknya menggunakan standar berikut dalam memilih saham:
ROE yang paling wajar berada di kisaran 15%-25%. Rentang ini menghindari ROE yang terlalu rendah yang menunjukkan kemampuan menghasilkan laba yang lemah, sekaligus menghindari risiko keberlanjutan dari ROE yang terlalu tinggi.
Harus mengamati tren ROE minimal selama 5 tahun terakhir. Data historis dapat secara nyata mencerminkan apakah kemampuan menghasilkan laba perusahaan stabil dan meningkat. Kondisi ideal adalah ROE yang menunjukkan tren meningkat secara konsisten, menandakan kekuatan kompetitif perusahaan yang terus berkembang.
Hindari terbuai oleh ROE tinggi dalam satu tahun saja, karena bisa jadi disebabkan faktor khusus (seperti penurunan aset, buyback saham, dll). ROE yang stabil dan moderat biasanya lebih bernilai daripada ROE tinggi yang fluktuatif.
Ikhtisar Peringkat ROE Terbaik di Pasar Tahun 2023
Berikut adalah peringkat perusahaan dengan ROE tertinggi di pasar Taiwan, AS, dan Hong Kong tahun 2023. Perlu diingat bahwa ROE yang sangat tinggi (misalnya di atas 100%) biasanya disebabkan oleh ekuitas yang kecil atau adanya penyesuaian akuntansi, sehingga investor harus berhati-hati saat memilih saham.
10 Teratas ROE di Pasar Taiwan
Data per Agustus 2023
10 Teratas ROE di Pasar AS
Data per Agustus 2023
10 Teratas ROE di Pasar Hong Kong
Data per Agustus 2023
Cara Mencari Data ROE Saham Individu
Jika ingin mengetahui performa ROE saham yang diminati, dapat diperoleh melalui:
Pasar Internasional: Google Finance dan Yahoo Finance menyediakan data ROE lengkap dan fitur filter peringkat di pasar AS dan Hong Kong. Investor dapat menyesuaikan pasar dan parameter sesuai kebutuhan untuk dengan cepat menemukan saham yang memenuhi kriteria.
Pasar Taiwan: Situs web broker besar Taiwan dan platform screening saham profesional menyediakan layanan peringkat ROE Taiwan, mendukung pengurutan dari yang tertinggi ke terendah.
Saran Praktis Investasi Berdasarkan ROE
ROE memang indikator utama untuk menilai kemampuan laba perusahaan, tetapi bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi. Pendekatan yang benar adalah:
Inilah cara yang benar dalam menggunakan ROE untuk memilih saham secara ilmiah.