Lanskap regulasi untuk stablecoin terus mengencang. Pejabat di bank sentral utama sedang aktif mengevaluasi kerangka manajemen risiko yang diperlukan untuk mengawasi stablecoin sistemik—terutama yang memiliki pengaruh pasar yang signifikan. Komentar terbaru dari pemimpin kebijakan moneter menunjukkan bahwa pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan perlindungan apa yang diperlukan jika stablecoin utama gagal, dan bagaimana kegagalan tersebut dapat mempengaruhi stabilitas keuangan.
Diskusi ini mencerminkan tren global yang lebih luas: bank sentral tidak lagi memperlakukan stablecoin sebagai kelas aset kripto niche. Sebaliknya, mereka mempertimbangkannya sebagai potensi risiko sistemik yang memerlukan arsitektur regulasi yang tepat. Fokusnya adalah pada merancang protokol kegagalan yang sesuai dan memastikan mekanisme ini dapat secara efektif membatasi efek spillover di seluruh pasar kripto dan pasar tradisional.
Bagi trader dan investor, ini menandakan bahwa regulasi stablecoin kemungkinan akan berkembang dari pengawasan ringan saat ini menuju kerangka kerja yang lebih terstruktur. Proyek dan platform yang mendukung stablecoin utama harus mengantisipasi persyaratan kepatuhan yang lebih ketat di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lanskap regulasi untuk stablecoin terus mengencang. Pejabat di bank sentral utama sedang aktif mengevaluasi kerangka manajemen risiko yang diperlukan untuk mengawasi stablecoin sistemik—terutama yang memiliki pengaruh pasar yang signifikan. Komentar terbaru dari pemimpin kebijakan moneter menunjukkan bahwa pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan perlindungan apa yang diperlukan jika stablecoin utama gagal, dan bagaimana kegagalan tersebut dapat mempengaruhi stabilitas keuangan.
Diskusi ini mencerminkan tren global yang lebih luas: bank sentral tidak lagi memperlakukan stablecoin sebagai kelas aset kripto niche. Sebaliknya, mereka mempertimbangkannya sebagai potensi risiko sistemik yang memerlukan arsitektur regulasi yang tepat. Fokusnya adalah pada merancang protokol kegagalan yang sesuai dan memastikan mekanisme ini dapat secara efektif membatasi efek spillover di seluruh pasar kripto dan pasar tradisional.
Bagi trader dan investor, ini menandakan bahwa regulasi stablecoin kemungkinan akan berkembang dari pengawasan ringan saat ini menuju kerangka kerja yang lebih terstruktur. Proyek dan platform yang mendukung stablecoin utama harus mengantisipasi persyaratan kepatuhan yang lebih ketat di masa depan.