【区块律动】Belakangan ini pasar saham AS mengalami sejumlah volatilitas, dan kekuatan di baliknya patut diperhatikan—yaitu pemilihan umum tengah tahun yang akan datang. Para analis memperkenalkan sebuah konsep yang disebut “Big MAC trading”, secara sederhana adalah perubahan kebijakan sebelum dan sesudah pemilihan yang akan menjadi pendorong utama pasar.
Trump sering tampil di awal tahun, dengan langkah-langkah besar yang mencuri perhatian. Mulai dari meminta perusahaan kartu kredit menurunkan batas suku bunga hingga 10% (yang bahkan kurang dari setengah rata-rata suku bunga saat ini), hingga memerintahkan perusahaan industri militer berhenti membagikan dividen dan beralih ke produksi, serta mengecam independensi Federal Reserve—serangkaian langkah ini mengarah ke satu tujuan yang sama: membangun momentum untuk pemilihan Kongres November, sambil mengklaim bahwa langkah tersebut bertujuan menyelesaikan masalah “biaya hidup rakyat”.
Seberapa sensitif pasar merespons? Lihat saja performa minggu lalu. Setelah kebijakan suku bunga kartu kredit diumumkan, saham bank langsung anjlok; setelah perusahaan industri militer diminta berhenti membagikan dividen, seluruh sektor pertahanan juga tidak mendapatkan hasil yang baik; ketidakpercayaan terhadap independensi Federal Reserve semakin meningkat, dan Wall Street pun berada dalam suasana duka.
Masalah paling rumit di sini adalah: sebelum pemilihan, penyesuaian kebijakan yang menargetkan industri tertentu akan semakin sering terjadi, tetapi saat ini tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara mengelola risiko ini. Ini adalah tantangan baru bagi pasar saham—metode lama mungkin tidak lagi berlaku. Bagi investor, beberapa bulan ke depan mungkin akan menjadi masa ujian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ProtocolRebel
· 3jam yang lalu
Tunggu dulu, operasi Trump kali ini benar-benar untuk pemilihan November? Rasanya seperti langsung mengendalikan pasar, saat saham bank jatuh saya langsung tertawa.
Perdagangan Big MAC ini terdengar sangat politis, begitu kebijakan keluar pasar langsung kacau, tidak heran para investor itu lebih bertaruh pada kebijakan daripada fundamental.
Suku bunga kartu kredit dipotong menjadi 10%... terdengar sangat bagus tapi bagaimana bank bisa bertahan, benar-benar dilematis.
Lihat AsliBalas0
ShitcoinArbitrageur
· 3jam yang lalu
Itu lagi-lagi permainan tahun pemilihan, kebijakan yang goyah membuat pasar saham seperti wahana roller coaster, bank dan industri pertahanan benar-benar dipotong kali ini.
Lihat AsliBalas0
FancyResearchLab
· 3jam yang lalu
Sekali lagi inovasi yang tidak berguna... perdagangan Big MAC? Singkatnya, ini adalah permainan politik yang mengalahkan fundamental, secara teori seharusnya bisa dilakukan, nilai praktisnya MIN
Lihat AsliBalas0
SchrodingerProfit
· 3jam yang lalu
Sial, transaksi Big MAC ini benar-benar politik yang membajak pasar, bank dan industri pertahanan langsung dipotong sebagai tanaman bawang
Tahun 2026, pasar saham AS menghadapi perubahan baru: Bagaimana penyesuaian kebijakan selama tahun pemilihan akan mempengaruhi pasar?
【区块律动】Belakangan ini pasar saham AS mengalami sejumlah volatilitas, dan kekuatan di baliknya patut diperhatikan—yaitu pemilihan umum tengah tahun yang akan datang. Para analis memperkenalkan sebuah konsep yang disebut “Big MAC trading”, secara sederhana adalah perubahan kebijakan sebelum dan sesudah pemilihan yang akan menjadi pendorong utama pasar.
Trump sering tampil di awal tahun, dengan langkah-langkah besar yang mencuri perhatian. Mulai dari meminta perusahaan kartu kredit menurunkan batas suku bunga hingga 10% (yang bahkan kurang dari setengah rata-rata suku bunga saat ini), hingga memerintahkan perusahaan industri militer berhenti membagikan dividen dan beralih ke produksi, serta mengecam independensi Federal Reserve—serangkaian langkah ini mengarah ke satu tujuan yang sama: membangun momentum untuk pemilihan Kongres November, sambil mengklaim bahwa langkah tersebut bertujuan menyelesaikan masalah “biaya hidup rakyat”.
Seberapa sensitif pasar merespons? Lihat saja performa minggu lalu. Setelah kebijakan suku bunga kartu kredit diumumkan, saham bank langsung anjlok; setelah perusahaan industri militer diminta berhenti membagikan dividen, seluruh sektor pertahanan juga tidak mendapatkan hasil yang baik; ketidakpercayaan terhadap independensi Federal Reserve semakin meningkat, dan Wall Street pun berada dalam suasana duka.
Masalah paling rumit di sini adalah: sebelum pemilihan, penyesuaian kebijakan yang menargetkan industri tertentu akan semakin sering terjadi, tetapi saat ini tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara mengelola risiko ini. Ini adalah tantangan baru bagi pasar saham—metode lama mungkin tidak lagi berlaku. Bagi investor, beberapa bulan ke depan mungkin akan menjadi masa ujian.