Belakangan ini ada data yang cukup menyakitkan. Hingga tahun 2025, pendapatan dari penipuan kripto di blockchain telah mencapai 14 miliar dolar AS, dan seiring semakin banyak alamat mencurigakan yang teridentifikasi, angka ini kemungkinan besar akan terus meningkat, dengan beberapa lembaga memperkirakan bisa mencapai lebih dari 170 miliar dolar AS.
Yang lebih menakutkan adalah "peningkatan efisiensi" dari kelompok penipuan setelah menggunakan alat AI. Data menunjukkan bahwa para penipu yang memanfaatkan AI untuk melakukan kejahatan, rata-rata mendapatkan keuntungan sekitar 3,2 juta dolar AS per kasus—ini 4,5 kali lipat lebih tinggi dari kelompok penipuan yang tidak menggunakan AI (sekitar 719.000 dolar AS). Dengan kata lain, AI secara langsung memperbesar kemampuan mereka untuk menghasilkan uang.
Ini mencerminkan sebuah masalah yang sangat nyata: alat canggih di tangan orang jahat justru menjadi penguat risiko. Meskipun di blockchain transparan dan dapat dilacak, kelompok penipuan ini semakin pintar dalam bermain dan terus meningkatkan metode mereka. Bagi pengguna biasa, ini adalah pengingat—sebelum berinteraksi dengan alamat asing atau smart contract, harus lebih berhati-hati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
AI benar-benar pedang bermata dua, orang jahat malah jadi lebih ganas
---
Wah 14 miliar, skala ini saja bisa pendanaan untuk proyek
---
Peningkatan efisiensi 4.5 kali lipat, penipuan juga semakin kompetitif
---
Transparansi di blockchain apa gunanya, mereka tetap punya banyak trik
---
Jadi sekarang bahkan AI harus diwaspadai, dunia ini benar-benar melelahkan
---
170 miliar dolar? Aku tidak salah lihat, angka ini gila
---
Singkatnya, teknologi tanpa moral, tergantung siapa yang menggunakannya
---
Orang biasa benar-benar tidak punya peluang, berbagai jebakan
---
Rata-rata kelompok penipuan satu transaksi 3,2 juta, aku terkejut
---
Harus mulai berhati-hati dalam berinteraksi lagi, capek banget dengan pola ini
Lihat AsliBalas0
StakeOrRegret
· 01-14 06:19
Wah, AI bisa digunakan seperti ini juga? Perbedaan keuntungan 4,5 kali lipat? Orang-orang ini benar-benar menguasai alatnya, kita investor ritel harus lebih waspada nih
Lihat AsliBalas0
EternalMiner
· 01-14 06:11
Ribuan 14 miliar dolar AS penipuan setiap tahun, AI digunakan langsung dengan leverage 4 kali lipat, jalur ini lebih menguntungkan daripada penambangan?
---
AI tidak membunuh penipu, malah memberi mereka turbocharged, sungguh luar biasa.
---
Apa gunanya transparansi di blockchain, penjahat lebih cepat belajar teknologi daripada kita, aku lebih baik tetap menambang saja.
---
Single transaksi sebesar 3,2 juta dolar AS... Astaga, "ROI" dari tim penipuan ini lebih stabil daripada sebagian besar proyek.
---
Data ini memicu alarm keamanan saya, kontrak asing tidak akan saya sentuh lagi, pelajaran dari darah dan air mata.
---
AI memang pedang bermata dua, takutnya suatu hari nanti AI menipu saya dan saya tidak bisa bereaksi.
---
14 miliar masih harus dinaikkan lagi? Rasanya setengah uang di bidang kripto ini hilang di sini.
Belakangan ini ada data yang cukup menyakitkan. Hingga tahun 2025, pendapatan dari penipuan kripto di blockchain telah mencapai 14 miliar dolar AS, dan seiring semakin banyak alamat mencurigakan yang teridentifikasi, angka ini kemungkinan besar akan terus meningkat, dengan beberapa lembaga memperkirakan bisa mencapai lebih dari 170 miliar dolar AS.
Yang lebih menakutkan adalah "peningkatan efisiensi" dari kelompok penipuan setelah menggunakan alat AI. Data menunjukkan bahwa para penipu yang memanfaatkan AI untuk melakukan kejahatan, rata-rata mendapatkan keuntungan sekitar 3,2 juta dolar AS per kasus—ini 4,5 kali lipat lebih tinggi dari kelompok penipuan yang tidak menggunakan AI (sekitar 719.000 dolar AS). Dengan kata lain, AI secara langsung memperbesar kemampuan mereka untuk menghasilkan uang.
Ini mencerminkan sebuah masalah yang sangat nyata: alat canggih di tangan orang jahat justru menjadi penguat risiko. Meskipun di blockchain transparan dan dapat dilacak, kelompok penipuan ini semakin pintar dalam bermain dan terus meningkatkan metode mereka. Bagi pengguna biasa, ini adalah pengingat—sebelum berinteraksi dengan alamat asing atau smart contract, harus lebih berhati-hati.