Pasar saham Indonesia mencapai rekor tertinggi sementara mata uangnya jatuh ke level terendah—sebuah paradoks yang layak untuk diurai.



Pikirkan melalui prinsip Archimedes: untuk setiap aksi di pasar, ada reaksi yang sama dan berlawanan. Lonjakan IHSG mungkin didorong oleh arus masuk modal asing yang mengejar keuntungan pasar berkembang, tetapi inilah masalahnya—arus yang sama menciptakan permintaan untuk mata uang asing, menekan IDR ke bawah. Ini seperti mencoba mengisi ember sementara air mengalir keluar dari ujung lain.

Atau pertimbangkan secara berbeda: pasar saham mencerminkan optimisme investor terhadap ekonomi Indonesia, namun kelemahan mata uang menunjukkan kekhawatiran yang lebih dalam tentang daya beli, tekanan inflasi, atau ketakutan keluar modal. Harga aset naik sementara mata uang melemah sering kali menunjukkan ketidaksesuaian mendasar—apakah saham benar-benar lebih kuat, atau hanya sedang dinilai ulang dalam istilah rupiah yang lebih murah?

Pertanyaan sebenarnya: Apakah ini koreksi yang sehat yang menyeimbangkan dirinya sendiri, atau tanda peringatan ketidakstabilan ekonomi yang tersembunyi di balik reli saham?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 6
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
LiquidationWatchervip
· 01-14 23:09
ngl ini adalah contoh klasik dari kemakmuran palsu, pasar saham di posisi tinggi tetapi yuan melemah... disebut rebalance dengan kata yang indah, tapi sebenarnya sedang merugikan
Lihat AsliBalas0
WalletInspectorvip
· 01-14 16:47
Hmm... Operasi di Indonesia ini agak kompetitif ya, pasar saham melonjak dan mata uang melemah, ini adalah kemakmuran di atas kertas yang tipikal Ini seperti menggunakan tangan kiri untuk menghasilkan uang dan tangan kanan untuk membakar uang, masuknya investasi asing untuk membeli saham memang mendorong indeks naik, tapi kemudian mereka menukarnya kembali ke rupiah dan kabur... Penurunan IDR itu benar-benar luar biasa Kuncinya adalah tidak jelas apakah ekonomi benar-benar kuat, atau semata-mata dolar AS yang menguat sehingga semuanya tampak melemah, tergantung bagaimana pandanganmu Mungkin ini jebakan, jujur saja, kenaikan pasar saham terlihat bagus, tapi daya beli justru jatuh drastis, biasanya hasilnya tidak bagus
Lihat AsliBalas0
AirdropF5Brovip
· 01-13 19:21
Operasi Indonesia kali ini benar-benar hebat, pasar saham mencapai rekor tertinggi sementara koin justru ambruk, bukankah ini menunjukkan dana sedang bermain lompat-lompatan... Investasi asing masuk untuk membeli saham, lalu langsung berbalik ke dolar AS untuk kabur, secara nyata membuat pasar menggelepar dan koin jatuh.
Lihat AsliBalas0
consensus_whisperervip
· 01-13 19:19
Operasi di Indonesia kali ini menarik... pasar saham mencapai puncak sementara mata uang turun ke level terendah, bukankah ini contoh klasik dari "kelihatannya menghasilkan uang sebenarnya sedang melakukan pencairan"? Investasi asing masuk untuk membeli dasar memang mendorong indeks naik, tetapi kemudian langsung berbalik dan berlari ke dolar AS, apa ini yang disebut stabil... IDR benar-benar ditekan ke bawah dan digosok-gosok.
Lihat AsliBalas0
FancyResearchLabvip
· 01-13 19:12
Secara teori ini adalah mekanisme arbitrase yang sempurna, tetapi pada kenyataannya malah mengunci diri sendiri di dalamnya. Saham naik, koin turun, Archimedes mungkin juga akan garuk-garuk kepala.
Lihat AsliBalas0
QuorumVotervip
· 01-13 19:06
ngl Indonesia ini agak magis, pasar saham mencapai puncak sedangkan mata uang malah jatuh... Satu kata, tidak masuk akal
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)