Agar protokol ketersediaan data benar-benar berfungsi secara efektif, kunci utamanya sebenarnya terletak pada tingkat standarisasi dari setiap komponen.
Bayangkan saja, protokol semacam ini sendiri terdiri dari beberapa modul seperti mekanisme konsensus, pengkodean data, bukti penyimpanan, dan antarmuka pencarian. Jika bagian-bagian ini berjalan sendiri-sendiri, pengembang tidak akan bisa menggabungkan secara fleksibel—ekosistem seperti ini mudah terpecah belah. Sebaliknya, jika antarmuka cukup standar, pengembang dapat dengan bebas menggabungkan, misalnya menggunakan satu skema konsensus dengan teknologi bukti penyimpanan lain, inilah yang disebut benar-benar interoperabilitas.
Namun, ada dilema keseimbangan di sini. Menetapkan standar terlalu awal bisa mengunci ruang inovasi, sehingga ide-ide baru sulit menembus kerangka yang sudah ada. Menetapkan standar terlalu lambat, malah akan menyebabkan situasi terpisah-pisah. Jadi, peran organisasi industri sangat penting, harus membangun standar terbuka agar modul inti dari berbagai protokol benar-benar dapat saling terhubung dan berkomunikasi.
Keunggulan desain modular terletak di sini—dengan menjaga kestabilan inti, setiap komponen tetap dapat berkembang secara independen. Dengan begitu, tidak akan menggoyahkan fondasi seluruh sistem, sekaligus memberi ruang untuk iterasi teknologi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TaxEvader
· 5jam yang lalu
Itulah mengapa sekarang banyak protokol saling tidak akur, masing-masing bermain sendiri-sendiri.
Tunggu, standar yang terlalu cepat ditetapkan justru bisa berakibat fatal, ini memang masalah besar.
Konsep modular terdengar bagus, tapi masalahnya siapa yang akan menentukan standar ini? Apakah para raksasa atau kita para pengembang kecil?
Lihat AsliBalas0
OnChainSleuth
· 5jam yang lalu
Masalah standarisasi ini pada dasarnya adalah bagaimana menemukan keseimbangan antara inovasi dan ketertiban... Terlalu kaku pasti tidak bisa, tetapi terlalu longgar juga harus selesai.
Lihat AsliBalas0
TestnetFreeloader
· 5jam yang lalu
Standarisasi ini... ngomongnya gampang, tapi saat melakukannya benar-benar bikin pusing dua kali lipat
Lihat AsliBalas0
Ser_APY_2000
· 5jam yang lalu
Sudah bilang sebelumnya, standarisasi adalah jalan yang benar, kalau tidak, bisakah masing-masing melakukan sendiri-sendiri?
Haha, lagi-lagi pola lama yang distandarisasi, yang terdengar baik hanyalah untuk ekosistem, sebenarnya masing-masing masih ingin mengurus hal sendiri
Lihat AsliBalas0
LiquidityWizard
· 6jam yang lalu
ngl hal ini modularitas vs standarisasi sebenarnya hanyalah skenario optimal untuk dilema tahanan tetapi buat crypto... pelaku awal akan tetap rugi secara statistik ngomong-ngomong
Agar protokol ketersediaan data benar-benar berfungsi secara efektif, kunci utamanya sebenarnya terletak pada tingkat standarisasi dari setiap komponen.
Bayangkan saja, protokol semacam ini sendiri terdiri dari beberapa modul seperti mekanisme konsensus, pengkodean data, bukti penyimpanan, dan antarmuka pencarian. Jika bagian-bagian ini berjalan sendiri-sendiri, pengembang tidak akan bisa menggabungkan secara fleksibel—ekosistem seperti ini mudah terpecah belah. Sebaliknya, jika antarmuka cukup standar, pengembang dapat dengan bebas menggabungkan, misalnya menggunakan satu skema konsensus dengan teknologi bukti penyimpanan lain, inilah yang disebut benar-benar interoperabilitas.
Namun, ada dilema keseimbangan di sini. Menetapkan standar terlalu awal bisa mengunci ruang inovasi, sehingga ide-ide baru sulit menembus kerangka yang sudah ada. Menetapkan standar terlalu lambat, malah akan menyebabkan situasi terpisah-pisah. Jadi, peran organisasi industri sangat penting, harus membangun standar terbuka agar modul inti dari berbagai protokol benar-benar dapat saling terhubung dan berkomunikasi.
Keunggulan desain modular terletak di sini—dengan menjaga kestabilan inti, setiap komponen tetap dapat berkembang secara independen. Dengan begitu, tidak akan menggoyahkan fondasi seluruh sistem, sekaligus memberi ruang untuk iterasi teknologi.