Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
@everyone
**Apa Alasan Arthur Hayes Klaim Siklus Empat Tahunan Bitcoin Sudah Mati?**
Pendiri BitMEX Arthur Hayes menyatakan pola siklus empat tahunan Bitcoin (BTC) kini sudah tidak relevan lagi. Ia menegaskan pergerakan Bitcoin bukan lagi ditentukan pola halving, melainkan likuiditas global.
“Banyak yang mencoba memprediksi akhir reli ini dengan pola lama, tapi pola tersebut tidak akan berlaku,” ujarnya dalam blog pribadi, Kamis (09/10).
Hayes menjelaskan siklus sebelumnya berakhir ketika kondisi moneter diperketat, bukan karena waktu empat tahunan. Menurutnya, pasar kini dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan China yang sama-sama berorientasi pada pelonggaran uang.
Terlebih lagi, The Fed juga telah memulai pemangkasan suku bunga meskipun inflasi masih di atas target, dengan kemungkinan dua kali pemotongan lagi hingga akhir tahun.
“Uang akan dibuat lebih murah dan lebih banyak, dan Bitcoin akan terus naik mengikuti arah itu,” ungkap Hayes.
Ia juga menambahkan bahwa China kali ini tidak akan menjadi penghambat seperti sebelumnya. Pemerintah di Beijing kini justru berusaha mengakhiri tekanan deflasi, bukan lagi menguras likuiditas dari pasar.
Langkah ini, kata Hayes, memberi ruang bagi ekspansi moneter Amerika untuk mendorong harga Bitcoin tanpa ada tekanan dari sisi China.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).