Di tengah gejolak pasar Aset Kripto, analis Fundstrat Tom Lee mengajukan prediksi berani yang mengarahkan perhatian pada perkembangan masa depan Ethereum. Lee percaya bahwa Ethereum mungkin mencapai ketinggian mengejutkan 60.000 dolar dalam lima tahun ke depan, prediksi ini memicu diskusi luas di pasar.
Prediksi Lee bukanlah tanpa dasar, melainkan dibangun di atas wawasan mendalam tentang perubahan besar dalam sistem keuangan global. Dia membandingkan perkembangan Aset Kripto saat ini dengan titik balik besar setelah keruntuhan sistem Bretton Woods pada tahun 1971. Seperti pada waktu itu ketika dolar terlepas dari emas yang memulai era uang kredit, kini munculnya teknologi blockchain mungkin akan memandu kita memasuki era uang terprogram yang baru.
Menurut Lee, Ethereum bukan hanya sekadar aset digital, tetapi juga inti dari ekosistem keuangan baru. Dari keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga token tidak fungible (NFT), dari organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) hingga konsep metaverse, sebagian besar aplikasi fintech inovatif memilih untuk dibangun di platform Ethereum.
Data juga mendukung pendapat Lee. Jumlah pengembang di jaringan Ethereum jauh melampaui Bitcoin, dengan jumlah kontrak pintar yang dikerahkan setiap hari cukup signifikan, sementara jumlah kunci di proyek DeFi di Ethereum mendominasi pasar. Yang lebih menarik, raksasa keuangan tradisional juga mulai menyukai Ethereum. Misalnya, proyek mata uang digital JPMorgan dan eksperimen blockchain Otoritas Moneter Singapura memilih Ethereum sebagai dasar teknologinya.
Selain itu, model ekonomi Ethereum juga secara perlahan berubah. Dengan diterapkannya pembaruan EIP-1559, biaya transaksi pada saat jaringan sibuk akan secara otomatis dihancurkan, mekanisme ini dapat menyebabkan pasokan Ether berkurang, yang lebih lanjut mendorong kenaikan nilainya.
Meskipun prediksi Lee tampak optimis, itu mencerminkan perubahan mendalam yang sedang terjadi di bidang Aset Kripto. Dengan terus matangnya teknologi blockchain, Ethereum sebagai platform aplikasi terdesentralisasi, mungkin akan memainkan peran yang semakin penting dalam inovasi keuangan di masa depan. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dan memperhatikan perubahan tren pasar serta lingkungan regulasi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SerNgmi
· 08-28 06:53
Mati tertawa, saya sudah melakukan Cut Loss kemarin, dan sekarang harus mulai putaran baru untuk memanen suckers.
Lihat AsliBalas0
MysteryBoxBuster
· 08-28 06:43
Aduh, enam puluh ribu dolar. Berpikir terlalu banyak.
Lihat AsliBalas0
CryptoSurvivor
· 08-28 06:43
Kenapa lagi menggambar kue?
Lihat AsliBalas0
BearMarketLightning
· 08-28 06:42
Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin. Apa ini mimpi?
Di tengah gejolak pasar Aset Kripto, analis Fundstrat Tom Lee mengajukan prediksi berani yang mengarahkan perhatian pada perkembangan masa depan Ethereum. Lee percaya bahwa Ethereum mungkin mencapai ketinggian mengejutkan 60.000 dolar dalam lima tahun ke depan, prediksi ini memicu diskusi luas di pasar.
Prediksi Lee bukanlah tanpa dasar, melainkan dibangun di atas wawasan mendalam tentang perubahan besar dalam sistem keuangan global. Dia membandingkan perkembangan Aset Kripto saat ini dengan titik balik besar setelah keruntuhan sistem Bretton Woods pada tahun 1971. Seperti pada waktu itu ketika dolar terlepas dari emas yang memulai era uang kredit, kini munculnya teknologi blockchain mungkin akan memandu kita memasuki era uang terprogram yang baru.
Menurut Lee, Ethereum bukan hanya sekadar aset digital, tetapi juga inti dari ekosistem keuangan baru. Dari keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga token tidak fungible (NFT), dari organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) hingga konsep metaverse, sebagian besar aplikasi fintech inovatif memilih untuk dibangun di platform Ethereum.
Data juga mendukung pendapat Lee. Jumlah pengembang di jaringan Ethereum jauh melampaui Bitcoin, dengan jumlah kontrak pintar yang dikerahkan setiap hari cukup signifikan, sementara jumlah kunci di proyek DeFi di Ethereum mendominasi pasar. Yang lebih menarik, raksasa keuangan tradisional juga mulai menyukai Ethereum. Misalnya, proyek mata uang digital JPMorgan dan eksperimen blockchain Otoritas Moneter Singapura memilih Ethereum sebagai dasar teknologinya.
Selain itu, model ekonomi Ethereum juga secara perlahan berubah. Dengan diterapkannya pembaruan EIP-1559, biaya transaksi pada saat jaringan sibuk akan secara otomatis dihancurkan, mekanisme ini dapat menyebabkan pasokan Ether berkurang, yang lebih lanjut mendorong kenaikan nilainya.
Meskipun prediksi Lee tampak optimis, itu mencerminkan perubahan mendalam yang sedang terjadi di bidang Aset Kripto. Dengan terus matangnya teknologi blockchain, Ethereum sebagai platform aplikasi terdesentralisasi, mungkin akan memainkan peran yang semakin penting dalam inovasi keuangan di masa depan. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dan memperhatikan perubahan tren pasar serta lingkungan regulasi.