Dalam dunia investasi, apakah Anda pernah memiliki pertanyaan seperti ini: "Semua orang membeli, apakah saya juga harus ikut?" atau "Di forum semua orang memuji suatu proyek, apakah saya juga harus berpartisipasi?" Pemikiran ini sebenarnya berasal dari fenomena psikologis yang umum: Mentalitas Herd, yang juga dikenal sebagai ikuti herd.



Mentalitas Herd adalah kecenderungan orang untuk meniru perilaku mayoritas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti atau samar, untuk mendapatkan rasa aman secara psikologis. Psikologi ini sangat umum di pasar investasi, karena sangat sedikit orang yang bersedia menghadapi volatilitas pasar sendirian.

Namun, mengikuti orang banyak secara membabi buta seringkali membawa hasil yang negatif. Kita sering dapat mengamati bahwa pada akhir bull market biasanya adalah waktu paling ramai di pasar, tetapi investor yang masuk pada saat itu biasanya akan mengalami terjebak. Demikian pula, ketika harga aset melonjak gila-gilaan, jumlah orang yang terlibat paling banyak, tetapi justru pada saat pasar berada di titik terendah, hanya sedikit yang memperhatikan.

Mengapa kita mengalami Mentalitas Herd? Ada beberapa alasan utama:
1. Asimetri informasi: Ketika kita tidak memahami situasi pasar, kita cenderung mengikuti perilaku orang lain.
2. Ilusi rasa aman: berpikir bahwa semua orang sedang membeli, bahkan jika mengalami kerugian, tidak akan hanya diri sendiri.
3. Takut kehilangan kesempatan: Khawatir bahwa diri sendiri lebih lambat daripada orang lain, kehilangan potensi keuntungan.
4. Alih Tanggung Jawab: Saat mengalami kerugian, tanggung jawab dapat dialihkan kepada pasar, kelompok, atau ahli, bukan pada penilaian diri sendiri.

Untuk menghindari dampak negatif dari Mentalitas Herd, kita perlu mengembangkan kemampuan berpikir mandiri. Sebelum membuat keputusan investasi, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apa dasar dari investasi ini? Apakah hanya karena orang lain mengatakan itu baik, lalu kita ikut-ikutan? Kita perlu membuat keputusan berdasarkan penelitian dan penilaian kita sendiri, bukan mengikuti orang lain secara membabi buta.

Ingat, investasi yang sukses sering kali membutuhkan pemikiran yang berlawanan. Ketika sebagian besar orang sedang mengejar kenaikan harga, mungkin itu adalah saat kita perlu berhati-hati. Sebaliknya, ketika sentimen pesimis menyebar di pasar, mungkin justru itu adalah waktu yang tepat untuk mencari peluang.

Mengembangkan kemampuan berpikir independen tidaklah mudah, tetapi ini adalah jalan yang harus dilalui untuk menjadi investor yang matang. Melalui pembelajaran yang terus-menerus, analisis pasar, dan pengumpulan pengalaman, kita dapat melangkah lebih jauh di jalur investasi dan mencapai kebebasan finansial yang sejati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
AirdropGrandpavip
· 08-28 04:51
Menyalin pekerjaan rumah lebih menggoda daripada berpikir
Lihat AsliBalas0
BoredRiceBallvip
· 08-28 04:50
Tentu saja bingung dengan pasar ya haha
Lihat AsliBalas0
YieldWhisperervip
· 08-28 04:45
melihat pola ponzi yang persis ini sejak 2018 smh
Lihat AsliBalas0
PumpAnalystvip
· 08-28 04:35
suckers selamanya mati karena berpegang pada kehangatan bersama. Jangan sampai mentalnya hancur.
Lihat AsliBalas0
GateUser-40edb63bvip
· 08-28 04:29
Investor ritel benar-benar mengerti tentang ini? Tidak bisa rasional!
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan
Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)