Seperti yang kamu rencanakan, kamu melakukan trading, harga telah mencapai area TP. Tapi kamu masih dalam posisi.
Karena ada suara di dalam dirimu yang berkata: "Jika aku bertahan sedikit lebih lama, mungkin aku akan mendapatkan %3, bukan %2." Inilah saatnya sistem mulai rusak. Dan betapa menyedihkannya, sebagian besar strategi kembali setelah mencapai titik TP. Sedangkan kamu hanya menyaksikan pergantian itu dengan "keras kepala psikologis", bukan?
Jadi mengapa kamu tidak bisa keluar?
Karena dopamin yang dihasilkan saat untung, pada akhirnya membuatmu terbiasa menginginkan lebih. Alih-alih merealisasikan TP, kamu mengejar "potensi keuntungan". Otakmu tidak menganggap ini sebagai keberhasilan, tetapi sebagai kesempatan yang setengah jadi. Dan persepsi ini menjauhkanmu dari strategimu.
Secara Statistik
Tingkat pelampauan di atas titik TP sebesar 5% hanya terlihat pada 28% dari total transaksi. Namun, 60% trader cenderung melanjutkan transaksi meskipun ada TP. Jadi rata-rata, 70% dari transaksi yang kamu sebut "aku akan bertahan sedikit lebih lama" kembali.
Jadi, ketika kamu menjaga posisi di luar sistem, dalam jangka panjang kamu akan mencatat kerugian, bukan keuntungan. Setelah menentukan titik TP, masalahnya bukan lagi teknis, tetapi tergantung pada disiplinmu.
📌 Catatan kecil: Dalam beberapa sistem profesional, "scaling out" (kademeli keluar) dilakukan. Ini juga merupakan bagian dari sistem.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Anda Merugi Saat Proses Menguntungkan?
Alasan: Kelemahan Pemicu Keluar
Seperti yang kamu rencanakan, kamu melakukan trading, harga telah mencapai area TP. Tapi kamu masih dalam posisi.
Karena ada suara di dalam dirimu yang berkata: "Jika aku bertahan sedikit lebih lama, mungkin aku akan mendapatkan %3, bukan %2." Inilah saatnya sistem mulai rusak. Dan betapa menyedihkannya, sebagian besar strategi kembali setelah mencapai titik TP. Sedangkan kamu hanya menyaksikan pergantian itu dengan "keras kepala psikologis", bukan?
Jadi mengapa kamu tidak bisa keluar?
Karena dopamin yang dihasilkan saat untung, pada akhirnya membuatmu terbiasa menginginkan lebih. Alih-alih merealisasikan TP, kamu mengejar "potensi keuntungan". Otakmu tidak menganggap ini sebagai keberhasilan, tetapi sebagai kesempatan yang setengah jadi. Dan persepsi ini menjauhkanmu dari strategimu.
Secara Statistik
Tingkat pelampauan di atas titik TP sebesar 5% hanya terlihat pada 28% dari total transaksi. Namun, 60% trader cenderung melanjutkan transaksi meskipun ada TP. Jadi rata-rata, 70% dari transaksi yang kamu sebut "aku akan bertahan sedikit lebih lama" kembali.
Jadi, ketika kamu menjaga posisi di luar sistem, dalam jangka panjang kamu akan mencatat kerugian, bukan keuntungan. Setelah menentukan titik TP, masalahnya bukan lagi teknis, tetapi tergantung pada disiplinmu.
📌 Catatan kecil: Dalam beberapa sistem profesional, "scaling out" (kademeli keluar) dilakukan. Ini juga merupakan bagian dari sistem.