Startup fintech Tunisia, EasyBank, telah mengumpulkan 1,2 juta Dinar Tunisia ($370,000) untuk mendukung strategi pertumbuhan ambisiusnya di seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Prancis.
Perusahaan, yang didedikasikan untuk membuat layanan keuangan lebih mudah diakses melalui solusi digital yang inovatif, bermaksud untuk menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan platformnya dan memperluas kehadirannya di pasar yang kurang terlayani.
Didirikan pada tahun 2023 oleh tim pengusaha dan ahli fintech, EasyBank dipimpin oleh CEO, Mohamed Khelifi. Misi yang dinyatakan oleh startup ini adalah untuk menyederhanakan produk perbankan dan meningkatkan aksesibilitas keuangan, terutama bagi individu dan bisnis yang menghadapi kendala dalam perbankan tradisional.
Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan yang canggih (AI), EasyBank memberikan dukungan keuangan yang dipersonalisasi dan menyederhanakan penilaian kelayakan pinjaman, berusaha untuk meminimalkan kompleksitas dan waktu yang diperlukan untuk mengakses kredit.
“Tujuan kami adalah untuk menjembatani kesenjangan antara perbankan tradisional dan ekonomi digital,” kata Khelifi.
"Dengan investasi ini, kami berada dalam posisi yang baik untuk memperluas operasi kami dan membawa solusi kami ke pasar baru, memastikan bahwa lebih banyak orang dapat mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang transparan dan efisien."
Platform EasyBank bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh komunitas yang tidak memiliki akses ke bank dan yang kurang terlayani, terutama di daerah dengan akses terbatas ke lembaga keuangan tradisional. Alat-alat yang didukung AI menganalisis data pengguna untuk memberikan rekomendasi keuangan yang dipersonalisasi, sehingga lebih mudah untuk mengajukan pinjaman dan mengakses layanan perbankan.
Investasi ini datang pada saat ekosistem startup di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) mengalami perubahan dalam dinamika pendanaan. Pada tahun 2024, startup MENA menarik $2,3 miliar dalam investasi, mencerminkan penurunan 42% dari tahun sebelumnya (2023).
Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, fintech tetap menjadi sektor terkemuka, menyumbang 30% dari total investasi dan mengamankan $700 juta di 119 startup.
Tunisia, khususnya, terus membuat kemajuan di bidang fintech, menarik $13,1 juta dalam pendanaan. Perluasan EasyBank sejalan dengan momentum yang berkembang ini saat perusahaan berusaha memanfaatkan peningkatan adopsi layanan keuangan digital di wilayah tersebut.
Dengan memanfaatkan solusi berbasis AI, EasyBank bertujuan untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas keuangan dan memperkuat keberadaannya di pasar kunci di seluruh MENA dan Prancis.
Ikuti kami di X untuk postingan dan pembaruan terbaru
______________________________________
______________________________________
Lihat Asli
Konten ini hanya untuk referensi, bukan ajakan atau tawaran. Tidak ada nasihat investasi, pajak, atau hukum yang diberikan. Lihat Penafian untuk pengungkapan risiko lebih lanjut.
FUNDING | Fintech Tunisia, EasyBank, Mengumpulkan $370,000 untuk Mendukung Rencana Ekspansi di MENA dan Prancis
Startup fintech Tunisia, EasyBank, telah mengumpulkan 1,2 juta Dinar Tunisia ($370,000) untuk mendukung strategi pertumbuhan ambisiusnya di seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Prancis.
Perusahaan, yang didedikasikan untuk membuat layanan keuangan lebih mudah diakses melalui solusi digital yang inovatif, bermaksud untuk menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan platformnya dan memperluas kehadirannya di pasar yang kurang terlayani.
Didirikan pada tahun 2023 oleh tim pengusaha dan ahli fintech, EasyBank dipimpin oleh CEO, Mohamed Khelifi. Misi yang dinyatakan oleh startup ini adalah untuk menyederhanakan produk perbankan dan meningkatkan aksesibilitas keuangan, terutama bagi individu dan bisnis yang menghadapi kendala dalam perbankan tradisional.
“Tujuan kami adalah untuk menjembatani kesenjangan antara perbankan tradisional dan ekonomi digital,” kata Khelifi.
"Dengan investasi ini, kami berada dalam posisi yang baik untuk memperluas operasi kami dan membawa solusi kami ke pasar baru, memastikan bahwa lebih banyak orang dapat mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang transparan dan efisien."
Platform EasyBank bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh komunitas yang tidak memiliki akses ke bank dan yang kurang terlayani, terutama di daerah dengan akses terbatas ke lembaga keuangan tradisional. Alat-alat yang didukung AI menganalisis data pengguna untuk memberikan rekomendasi keuangan yang dipersonalisasi, sehingga lebih mudah untuk mengajukan pinjaman dan mengakses layanan perbankan.
Investasi ini datang pada saat ekosistem startup di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) mengalami perubahan dalam dinamika pendanaan. Pada tahun 2024, startup MENA menarik $2,3 miliar dalam investasi, mencerminkan penurunan 42% dari tahun sebelumnya (2023).
Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, fintech tetap menjadi sektor terkemuka, menyumbang 30% dari total investasi dan mengamankan $700 juta di 119 startup.
Tunisia, khususnya, terus membuat kemajuan di bidang fintech, menarik $13,1 juta dalam pendanaan. Perluasan EasyBank sejalan dengan momentum yang berkembang ini saat perusahaan berusaha memanfaatkan peningkatan adopsi layanan keuangan digital di wilayah tersebut.
Dengan memanfaatkan solusi berbasis AI, EasyBank bertujuan untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas keuangan dan memperkuat keberadaannya di pasar kunci di seluruh MENA dan Prancis.
Ikuti kami di X untuk postingan dan pembaruan terbaru
______________________________________
______________________________________